Dia Wanitaku

Dia Wanitaku
Party And Surprise?


__ADS_3



Sudah dua minggu berlalu, dan tepat saat itulah party yang akan diadakan di Western University akan segera dimulai.



Hari ini, semua mahasiswa dan mahasiswi sibuk menyiapkan acara itu, kebanyakan panitialah yang menyiapkan setengah dari acara itu. Karena memang, tugas panitialah yang cukup banyak.



Seperti saat ini, Gavin ditunjuk untuk menjadi ketua panitia dan Eira juga ikut serta dalam hal itu, ia ikut membantu Gavin karena semua mahasiswa disana menunjuk Eira untuk menjadi asisten ketua panitia. Tentu saja Eira dengan senang hati menerima tawaran itu, karena hal itu ia jadi bisa berdekatan dengan Gavin.



"Gavin... Kamu lelah gak? Kalo lelah, nih aku bawain minum buat kamu" ucap Eira sambil memberikan sebotol air minum untuk Gavin.



Gavin menerima air itu, dan meminumnya, setelah itu ia mengelus rambut Eira dan hal itu membuat orang yang ada disana terpekik, lantaran terbawa suasana oleh tingkah dua insan itu.



"Woy vin, kalo mau bermesraan jangan disini, disini banyak jomblo, kan kita semua jadi ngerasa kayak obat nyamuk disini" ucap salah satu teman Gavin.



"Iya vin! Mentang-mentang udah tunang, inget vin! Yang masih single disini banyak"



Ledekan-ledekan teman Gavin itu membuat Eira memasang wajahnya malu-malu, ternyata perbuatan Eira tempo hari itu, yang menyebabkan Gavin marah besar pada Aurell hanya angin berlalu bagi Eira, buktinya! Ia tak merasa bersalah sama sekali, atas perbuatannya itu.



"Udah guys, jangan diledek terus, Eiranya jadi malu tuh" ucapnya sambil menunjuk Eira.



Eira yang ditunjuk itu, tersenyum manis.



"Yaampun vin, tunanganmu kalo senyum bisa cantik gitu yak? Kalo gue jadi lo, gue gak bakal ngijinin tunangan gue keluar rumah, biar gak ada lalat yang menempel"



"Berarti lo termasuk lalatnya dong?" celetuk temannya yang ada disampingnya itu.



"Ya bukanlah, sialan lo" umpatnya.



"Ya, terus apa dong?"



"Udah-udah, kalian malah main ribut, nanti gak selesai-selesai kalo kalian ribut terus" ujar Gavin melerai.



"Gara-gara siapa yang ngajak ribut terus"



"Ya gara-gara Gavin" celetuk temannya ngasal.



Gavin menghela. "Kok malah aku yang disalahin, cepet kalian selesaiin yang dibagikan sana, aku sama Eira biar yang dibagikan sini! Setelah selesai kita semua bisa beristirahat, karena bagian ruangan ini yang terakhir, setelah itu hanya tinggal bersih-bersih saja" ujar Gavin menjelaskan.



"Iya-iya pak bos... Mentang-mentang mau berduaan, kiww..." ucap temannya itu, setelah itu berlalu meninggalkan Gavin dan Eira disana.



Gavin hanya mengeleng kala melihat tingkah absur temannya itu.



"Gavin, teman kamu lucu semua ya... Sepertinya aku nyaman dengan mereka semua" ujar Eira.



"Mereka memang begitu, kadang-kadang suka bertingkah ane--"

__ADS_1



Ucapan Gavin terhenti kala melihat Aurell yang melintas dari ruangan itu, kebetulan disana ada jendela, itu sebabnya Gavin bisa melihat keberadaan Aurell disana. Namun ia mengerutkan keningnya, kala Aurell tak sendiri, Aurell saat ini bersama Sagarr. Berjalan beriringan sambil mengobrol berdua, diselingi kekehan kecil dari Aurell akibat Sagarr yang terus membuat lelucon itu.



Gavin yang melihat Aurell tersenyum bersama pria lain itu, meremas kertas yang tengah ia genggam itu.



Eira mengerutkan alisnya kala melihat ekspresi aneh dari Gavin itu.



"Gavin..." panggil Eira, namun tak ada sahutan dari Gavin.



"Hei, Gavin.. Ada apa?" kata Eira sambil menepuk bahu Gavin.



Namun Gavin tak menjawabnya, ia malah melangkahkan kakinya menuju Aurell dan meninggalkan Eira yang terbengong itu.



Eira bingung. "Gavin kenapa sih?" ucap Eira melihat langkah Gavin yang meninggalkannya itu.



"Aurell lagi! Aurell lagi! Kenapa sih... Gavin gak mau ngelupain cewek miskin itu, benci banget deh sama cewek sok kecantikan itu" gerutu Eira yang melihat Gavin berjalan kearah Aurell. Ia tak bisa diam, ia beranjak dan mengikuti Gavin yang tengah menuju kearah Aurell.



"Aurell..." panggil Gavin.



Aurell yang mendengar namanya dipanggil itu menengok kebelakang, diikuti oleh Sagarr.



Aurell langsung memasang wajah datarnya kala melihat sosok pria yang sudah membuat hatinya hancur namun sudah tak terasa lagi.




"Ayo ikut denganku, ada yang ingin ku bicarakan denganmu" ucap Gavin yang ingin menarik Aurell, namun segera dicegah oleh Sagarr.



"Aku sudah pernah bilang kan? Jangan pernah menyentuh wanitaku, walau hanya sehelai rambutnya pun" ucap Sagarr penuh dengan penekanan.



"Aku tak ada urusan denganmu, aku hanya berurusan dengan Aurell, jadi jangan coba-coba ikut campur kamu" kata Gavin menatap tajam kearah Sagarr.



Aurell yang masih diam itu mulai jengah, ia tanpa mengucapkan sepatah kata pun langsung menarik tangannya dengan cepat dari gengaman Gavin itu.



"Aku sudah tak ada urusan dengan mu Gavin! Lebih baik kau urusi saja tunanganmu itu" ucap Aurell datar sambil melirik Eira yang ada dibelakang Gavin.



Eira maju dan memeluk lengan Gavin.



"Gavin... Kamu kok main ninggalin aku sih..." rengek Eira.



Aurell yang tak mau lama-lama disana, melanjutkan langkahnya yang tertunda itu.



Gavin melihat kepergian Aurell.



"Aurell...." teriak Gavin yang sudah tak didengar oleh Aurell.



Sagarr dengan gaya coolnya menyelipkan kedua tangannya disaku celananya itu.

__ADS_1



Ia menatap remeh Gavin. "Aku peringatkan padamu, jangan pernah mendekati Aurell lagi, jika tak mau berurusan denganku" ucap Sagarr dengan nada dinginnya itu. Eira yang melihat aura Sagarr itu merasa merinding.



'Siapa sih.. Sebenarnya sicupu ini' batin Eira sambil mengamati Sagarr.



Setelah mengucapkan itu, Sagarr lalu beranjak dan menyusul Aurell.



...----------------...



Malam hari, pukul 19:00, yang menandakan jika party yang ada dikampus itu sudah dimulai, tepatnya sudah sejak pukul lima sore acara itu dimulai.



Dan saat ini, para mahasiswi dan mahasiswa tak mau melewatkan momen menyenangkan itu.



Mereka semua datang dengan berpakaian ketat nan mewah, yang memang semua penghuni dikampus itu merupakan orang-orang terpandang, itu sebabnya tak ada orang yang berpakaian lusuh diacara itu. Tak hanya itu, dosen kampus itu ikut dalam acara itu agar memeriahkan acara party di Western University.



Eira dan kedua temannya yang tak lain Mita dan Sela itu, tengah menikmati minuman anggur yang tersedia disana. Malam ini mereka berpakaian tak kalah glamor agar elok untuk dipandang.



"Seru ya guys... Acaranya, kalo sering-sering begini mah, gue betah kalo kekampus" ucap Mita.



"Bener banget Mit, tapi sayang, mana mungkin kampus kita mau ngadain pesta setiap hari, yang ada nanti jatuh miskin lagi" ucap Sela. Eira hanya tersenyum menanggapi, ia masih fokus menatap kearah Gavin yang sedang mengobrol dengan temannya itu, namun Gavin malah jadi pusat perhatian bagi kaum hawa yang ada disana, sebab! Gavin memakai jas hitam yang membuatnya semakin tampan pada malam itu.



"Eh! Ngomong-ngomong, aku kok gak lihat Aurell ya dari tadi?" tanya Mita.



"Kok pake nanya sih, haha... Ya mana mungkin lah, si Aurell itu datang kesini, mungkin dia malu karena gak punya baju bagus buat datang kesini, soalnya Aurell kan miskuinn" ucap Sela dengan nada sobongnya.



Eira yang mendengar itu tertawa. "Bener banget apa yang kamu omongin, Sela.. Kamu itu juara banget deh ngomongnya" kata Eira sambil menepuk bahu Sela.



"Iya dong... Sela" ucapnya banga.



Namun apa yang mereka ucapkan salah besar, karena saat ini Aurell baru saja datang bersama Sagarr dengan menyelipkan tangan Aurell pada lengan kekar milik Sagarr itu.



Semua perhatian yang awalnya menatap kearah Eira malah berpindah pada sosok yang baru saja datang itu, alasannya karena kedua insan itu memancarkan sinar yang tentu membuat mata mereka menjadi silau.



"Eh! Eh!.... Itu bukanya Aurell, wow... Penampilannya, siapa tuh cowok ganteng disampingnya, ganteng banget... Baru kali ini aku liat cowok seganteng itu dikampus kita" tanya Sela yang merasa terpukau.



Sedangkan Gavin sudah sejak tadi menatap Aurell tanpa mengalihkan pandangannya, sepertinya ia sudah terpesona dengan penampilan Aurell malam ini.



Eira merasa panas, ia kesal, seharusnya ialah yang menjadi pusat perhatiannya, bukan Aurell.



'Dasar cewek miskin! Kau membuatku benar-benar kesal!"



**Bersambung**.



**Part terpanjang buat pembaca setiađź’—**


**Jangan lupa komennya**....

__ADS_1


__ADS_2