
"Semua orang sepertinya melihat kearahmu" ucap seorang pria yang ada disamping Aurell itu.
"Biarkan saja" jawab Aurell ketus.
Pria itu terkekeh. "Sepertinya semua orang pangling dengan tampilan barumu nona, kenapa tak dari dulu saja kau berpenampilan seperti ini"
"Sudah, diam saja kau.. Atau pergi saja dari sini" kesal Aurell. Aurell saat ini menggunakan dres berwarna hitam selutut, dengan rambut yang biasanya dikuncir kuda kini tergerai indah sepungungnya, ia menggunakan riasan seadanya tak terlalu mencolok, namun tetap mengeluarkan aura yang berbeda dari dirinya.
Tidak tahu saja, Sagarr yang sedari tadi diam itu mengamati terus langkah Aurell, sampai tiba dipangung pun ia tak melepas pandangannya, sepertinya saat ini ada hal yang mengganggu pikirannya entah apa itu hanya Sagarr lah yang tau.
Gustin melirik Sagarr. "Woy! Sagarr ngapain lu ngelamun aja" ucap Gustin sambil menepuk bahu Sagarr.
Sagarr tersadar. "Gak ada" jawab Sagarr.
Gustin mengerutkan keningnya, setelah itu ia mengedikan bahunya tak peduli, dan melanjutkan memakan camilan yang ada dihadapannya itu.
Aurell sampai dihadapan Gavin dan juga Eira, Aurell mengulurkan tangannya.
"Selamat atas pertunangan kalian" ucap Aurell sambil menatap mata Gavin.
Gavin tak menjawab, sedari Aurell berjalan kearahnya ia tak melepaskan pandangannya, ia terdiam sangat lama bahkan ia tak menyadari jika Aurell sudah ada didepannya itu.
Eira yang melihat tingkah aneh Gavin itu kesal, ia mengoyangkan lengan Gavin dengan keras. "Gavinnn" ucap Eira sedikit keras, Gavin tersadar dari lamunnya, segera ia mentralkan raut wajahnya itu.
"Eh! Iya... Terimakasih sudah datang rell, aku tidak menyangka jika kamu menyempatkan untuk datang kesini" ucap Gavin, menerima uluran tangan Aurell. Ia merasa gugup saat ini berhadapan dengan Aurell yang baru pertama kali ia melihat penampilan Aurell yang bisa dibilang sangat feminim dari biasanya.
"Aku tidak akan pernah lupa, jika itu menyangkut Teman dekat ku" ucap Aurell sambil menekan kata teman dekatku.
__ADS_1
Gavin terhenyak mendengarnya, ia menundukkan kepalanya seketika, ia baru ingat jika ia memiliki masalah dengan Aurell yang belum diselesaikan.
Aurell beralih pada Eira. "Selamat atas pertunanganmu Eira" ucap Aurell tersenyum manis didepan Eira.
Eira kesal, senyuman yang ia lihat dari wajah Aurell itu seperti senyum yang meremehkannya. "Iya sama-sama Aurell" ucap Eira yang akhirnya hanya bisa menahan emosinnya. Ia berjabatan dengan Aurell sambil tersenyum paksa.
"Ehem" dehem seorang pria yang ada dibelakang Aurell itu.
Aurell tersadar. "Oh! Iya aku lupa, dia adalah teman ku dari luar negeri, namanya Jek, maaf jika aku membawa temanku tanpa memberi tahu" kata Aurell.
Jek berjabatan dengan Gavin. "Jek!" kata Jek memperkenalkan diri.
"Gavin!"
"Senang bertemu dengan mu Gavin dan selamat atas pertunangan kalian, aku banyak mendengar tentangmu dari Aurell sepertinya kalian memang teman dekat ya" kata Jek sambil menampilkan senyum manisnya, yang membuat kaum hawa yang ada dibelakang panggung itu meleleh melihatnya.
Gavin tersenyum menangapinya. "Oh ya? Aurell malah tak pernah cerita pada ku jika dia memiliki teman dari luar negeri" ucap Gavin.
"Benarkah? Sungguh tega sekali Aurell tak menceritakan teman yang sangat tampan ini haha... " ucap Jek memuji dirinya sendiri dengan bangga.
Gavin hanya tersenyum. "Siapa pria ini? Kenapa Aurell tak pernah bercerita padaku" batin Gavin dalam hati, ia sedikit kesal jika Aurell dekat dengan seorang pria yang bahkan tidak diketahuinnya.
Jek beralih pada Eira. "Ini tunangannya Gavin? Cantik sekali ya" ucap Jek memuji Eira.
Eira yang tadi kesal itu, langsung tersenyum cerah kala mendengar ia dipuji. "Haloo, Eira!" ucap Eira tersenyum.
"Wahh Eira namanya, kau sangat beruntung sekali Gavin bisa mendapatkan wanita secantik ini" ucap Jek.
__ADS_1
Eira tersenyum malu-malu. "Haha bisa aja.."
"Manis sekali, Gavin jangan pernah melepaskannya, jika kau melepasnya aku akan menangkapnya" ujar Jek, sambil mengerlingkam matanya pada Eira.
Eira semakin malu-malu dibuatnya.
"Haha, iya aku tak akan melepaskannya" kata Gavin tersenyum paksa. "Sepertinya pria ini terkenal playboy, terlihat sekali dengan cara bicarannya, mengapa Aurell mendapatkan teman seperti ini" gumam Gavin sedikit kesal.
"Jek!" panggil Aurell.
"Oh! Aku terlalu asik sekali bicara ya? Haha... Yaudah kita kesana dulu ya" ujar Jek.
"Iya, silakan menikmati hidagannya sebelum kalian pulang" ucap Gavin.
"Oh! Pasti, kalau gitu kita duluan, selamat sekali lagi buat kalian, ayo rell" ucap Jek menepuk bahu Gavin, sambil berjalan menggiring Aurell menuju meja tamu.
Gavin mengeram kesal, kala melihat tangan Jek yang dengan santainya memegang pinggang ramping milik Aurell itu.
Gavin tak sadar jika para tamu sudah berdatangan dan ingin mengucapkan selamat pada mereka.
Eira menyadarkan Gavin. "Gavin! Kenapa sih? Itu ada tamu loh, jangan ngelamun dong" ucap Eira kesal.
Gavin tersadar. "Eh! Iya-iya maaf" ucap Gavin setelah itu tersenyum menyambut tamunnya.
"Aurell kamu membuatku tidak bisa berfikir" gumam Gavin dalam hati.
Bersambung.
__ADS_1