Dia Wanitaku

Dia Wanitaku
Bab 15


__ADS_3

Kini Bagas, Amel , dan Kiara lagi asyik bermain ditaman samping rumah, mereka seperti keluarga kecil yang bahagia. Kiara selalu membuat Amel dan Bagas tertawa bahkan kadang Amel dan Bagas sampai tertawa lepas karena saking lucunya melihat tingkah Kiara .


Sedangkan didalam mama, bang Dion, dan Lisa mereka lagi mengobrol santai seperti biasa, dan kesempatan ini mama manfaatkan sebaik mungkin untuk mendiskusikan ide perjodohan Bagas dan Amel , karena biar bagaimanapun juga Dion adalah anak sulung, Dion adalah pengganti papanya, biarpun Dion.


"Dion, bagaimana menurutmu sayang, Bagas sama Amel cocok tidak?" tanya mama dengan hati-hati


"Maksud mama?" tanya Dion


"Gini lho sayang, Amel kan yatim piatu dan kayaknya adikmu Bagas juga menyukai Amel , jadi mama ingin menjodohkan Bagas sama Amel" tutur mama


"Ya.. Dion sih setuju-setuju saja ma, Amel kayaknya anak yang baik, keluarganya juga jelas, tapi yyaa kita kembalikan semua sama mereka, mama jangan paksa mereka kalau misalkan mereka tidak mau"


"Iya... mama akan mencoba membicarakannya lagi nanti sama adikmu" ujar Mama "Kalau menurut kamu bagaimana sayang?" tanya mama ke Lisa

__ADS_1


"Lisa sama seperti mas Dion ma, kalau mereka saling suka kenapa tidak tapi kalau misalkan mereka punya kekasih masing-masing kita tidak bisa memaksanya" kata Lisa sopan


"Kayaknya lagi ngobrol serius nih?" tanya Bagas yang baru datang dari taman sambil menggendong Kiara


"Iya... mama ingin lu sama Amel buru-buru kawin" celetuk Dion, Amel yang mendengar celetukan Dion hanya bisa diam tanpa berkata sepatah katapun, sedangkan Bagas dia juga sama seperti Amel, dia tak bisa membalas celetukan abangnya dan sesaat suasana menjadi kaku.


"Tidak usah kalian dengerin bang Dion yaa, bang Dion hanya asal" ucap Lisa mencoba mencairkan suasana "Amel kamu bantu aku masak yyyuukkk?" ajak Lisa dan mereka langsung kedapur untuk masak.


"Aku" ucap Amel sambil menunjuk dirinya


"Iya kamu" ujar Lisa dengan senyum khasnya yang masih sambil memotong sayur


Amel tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Lisa , "aku sama Bagas gak ada hubungan apa-apa kak, kita hanya berteman baik" ucap Amel "Lagian dia juga sudah pacar" lanjut Amel, Lisa hanya tersenyum mendengar jawaban Amel dan mereka melanjutkan kembali memasak karna hari sudah mulai gelap. Tak lama makan malam pun jadi Amel menyiapkan makan malam dimeja makan sedangkan Lisa , dia memanggil yang lain untuk makan malam dan mereka langsung makan tanpa suara. Setelah makan malam selesai mereka ngobrol santai sebentar sebelum Amel pamit pulang.

__ADS_1


"Sudah malam, Amel pamit dulu Tante, bang Dion , ka Lisa " pamit Amel


"Hati-hati ya sayang, sering-sering main kesini" ucap mama


"Antar Amel sampai depan rumah, jangan Lo ajak mampir-mampir" ucap Dion , mendengar ucapan Dion, Bagas langsung memelototi Dion .


"Amel, maafin kelakuan keluarga gue yyaa, loe jangan tersinggung sama omongan mereka" ucap Bagas setelah melajukan mobilnya dijalan raya.


Amel hanya tersenyum "Enggak apa-apa keluarga kamu asyik kok, apalagi Kiara, dia lucu banget aku sangat menyayanginya"


"Soal bang Dion tadi, loe jangan anggap serius ya omongan dia tadi"


"Yang mana, yang soal loe mau......"ujar Amel menggantungkan kata-katanya yang disambut senyum sama Bagas .

__ADS_1


__ADS_2