Dia Wanitaku

Dia Wanitaku
Kesal Karena Sagarr


__ADS_3

"Kemana tadi ya si Aurell... Cepet banget ngilangnya" ucap Gustin sambil mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Aurell.


"Si Sagarr juga main ngilang, padahal kukira tadi dia dibelakang kita loh" ujar Erlan, sedangkan Doni hanya diam mengikuti.


"Udah... Gak usah heran deh sama si Sagarr, itu anak kan suka ngilang" jawab Gustin.


"Eh! Tin... Itu bukannya si Aurell" ucap Erlan memegang bahu Gustin, sambil menunjuk kearah depan.


"Mana?" tanya Gustin.


"Itu loh..."


Gustin melihat arah yang ditunjuk Erlan, namun ia ragu karna Aurell tak sendiri disana, melainkan bersama seorang pria yang tengah memeluknya.


"Masa Aurell itu? Gue gak yakin" ujar Gustin.


"Diomongin kok ngeyel, kalau bukan si Aurell trus siapa? Orang bajunya aja sama"


"Trus dia sama siapa coba?" tanya Gustin.


"Entah... Tapi kalo diliat-liat sih, kayak familiar banget gak sih?" ujar Erlan.


"Hemm masa sih... Lu tau siapa Don?" tanya Gustin pada Doni yang hanya diam memandang kedepan.


Gustin mengerutkan keningnya. "Hey! Don?" ucap Gustin sambil melambaikan tangan didepan wajah Doni.


Doni tersadar. "Apa?" ucap singkat Doni, sambil menyelipkan tangan dikedua sakunya.


"Lu... Diem aja dah dari tadi, kenapa sih?"


"Ngak"


Gustin mendengus. "Gak jelas" ucap Gustin kesal.

__ADS_1


Entah apa yang ada diisi kepala Doni, sepertinya ia tau Aurell bersama dengan siapa.


...----------------...


Aurell mendongakan kepalanya untuk melihat siapa gerangan yang berani memeluknya itu, namun saat ia melihat, bola matanya seketika membuat sempurna. Pria itu terkekeh melihat raut terkejut Aurell.


"Kenapa?" tanyanya, sambil tersenyum.


Aurell yang tersadar langsung mendorong Sagarr. Ya, pria yang memeluk Aurell adalah Sagarr, siapa lagi pria yang berani selain dia.


"Mengapa kau memelukku?" tanya Aurell.


"Kamu gak liat tadi? Kamu hampir saja terjatuh, jika aku tak menolongmu" jawab Sagarr santai, tanpa ada beban sedikitpun.


Aurell melihat jalanan yang ia lewati tadi. Ternyata Aurell baru sadar jika ada batu besar dihadapannya.


Aurell menghebuskan nafasnya lalu memijit kepalanya yang terasa berdenyut.


Aurell menepis tangan Sagarr. "Jangan sok peduli" kata Aurell ketus.


"Aku tak peduli tuh" ujar Sagarr santai.


"Kalau memang begitu? Mengapa kau terus saja ada disini? Kau bisa pergi sekarang" ujar Aurell dengan raut sedikit kesal.


Sagarr bersiul-siul mengabaikan perkataan Aurell.


"Dasar! Pria cupu menyebalkan!" ucap Aurell tajam. Yang akhirnya mengeluarkan kata pedasnya, siapa suruh Sagarr membuatnya kesal. Aurell ini tipe orang tenang, namun jika ada orang yang terus membuatnya kesal maka ia tak bisa menolerinya.


Sagarr membulatkan matanya kala mendengar ucapan Aurell itu. "Wah... Aurell, barusan kamu menghinaku?"


"Kalau iya kenapa? Kenapa semua pria yang ada disini itu menyebalkan sekali" ucap ketus Aurell.


Sagarr tak bisa menahan tawanya. "Bufff... Hahahah... Yaampun Aurell jangan samakan aku dengan Gavin itu, aku ini tipe pria yang setia" ucap Sagarr menyombongkan diri.

__ADS_1


Aurell melirik sinis kearah Sagarr. "Percaya diri sekali kau?"


"Mau buktikan? Ayo berkencanlah denganku, jika kau ingin bukti" ujar Sagarr sambil menarik turunkan alisnya.


"Bict" umpat Aurell, setelah itu ia berlalu meninggalkan Sagarr.


"Wow.. Benar-benar wanita menarik, wanita yang pernah kutemui selama ini, kalau diajak kencan pasti langsung kegirangan, lah ini? Malah dikatai" monolog Sagarr sambil mengelengkan kepalanya, melihat punggung Aurell yang sudah berlalu meninggalkannya.


Sedangkan disatu sisi, Gustin dan Erlan melongo melihat adegan didepan matanya itu. Sebenarnya mereka belum baranjak pergi dari sana, karena mereka berniat untuk menghampiri Aurell, namun mereka urungkan kala melihat Aurell berpelukan dengan seorang pria yang membuat mereka terbengong-bengong.


"Wow, itu si Sagarr?" tanya Gustin yang masih belum tersadar dari syoknya.


"Lah iya, emang siapa lagi kalau bukan dia?" ujar Erlan yang malah bertanya balik.


"Si Sagarr berani banget ya? Main meluk Aurell, bahkan ngajak Aurell kencan secara langsung lagi?" kata Gustin.


"Kalo itu kita, pasti udah ditendang sama Aurell, kita aja yang teman lamanya aja takut sama dia, ini malah Sagarr? Siswa baru disini? Mantep banget deh sama keberanian si Sagarr, kuberi A ples buat dia" ucap Erlan melebih-lebihkan.


Gustin merangkul pundak Erlan. "Gue setuju, si Sagarr kalo diliat-liat itu gagah badannya aja keker gitu, coba aja kacamata sialan itu dilepas, uhhh.... Pasti aurannya terpancarkan, semua ciwi-ciwi pasti langsung nempel, dan disitulah Aa Gustin langsung menerobos"


Erlan menonyor kepala Gustin. "Yeee... Itu mah maunya elo.."


Gustin mengelus kepalanya. "Biarin"


Sedangkan Doni, entah apa yang sejak tadi ia pikirkan, tangannya terus saja mengepal kala melihat adegan saat Sagarr dan Aurell berpelukan.


'Siapa sebenarnya Sagarr itu? Mengapa pria itu sangat misterius? Jangan sampai Aurell dekat dengannya, aku tak mau jika ada tikus yang terus menghalangi jalanku' batin Doni dalam hati.


Bersambung.


Hayoooo... Ada apalagi nih sama si Doni, ceritanya semakin hari semakin misterius yaa^_^ penuh dengan lika-liku masalah dan juga teka-teki yang masih belum terpecahkan, kalian penasaran kan? Penasaran dong...


Jika penasaran jangan lupa, LIKE, VOTE, AND KOMENNN..........

__ADS_1


__ADS_2