Dia Wanitaku

Dia Wanitaku
Berdansa


__ADS_3

Aurell dan Jek berjalan kearah meja tamu, lagi-lagi semua para tamu yang ada disana memandang mereka kagum. Pasalnya sebagian tamu disana ada yang teman satu universitas dengan Aurell, mereka baru bisa membuka matanya ketika Aurell mengubah penampilannya. Teman satu universitas Aurell ada yang iri, ada yang mencemoh, ada juga yang terkagum.


Sesampainya dimeja yang masi kosong itu, Aurell mendudukan dirinya dikursi itu, Gustin! Doni! Erlan! Dan juga Sagarr, menghampiri Aurell.


"Rell!" panggil Gustin.


Aurell menengok.


"Kok lu datang kesini gak kabar-kabar sih, kan kita bisa bareng-bareng kesini, tadi juga gak ada kabar pas lu absen dikampus" cerocos Gustin.


Erlan menonyor kepala sahabatnya itu. "Aurellnya aja baru nyampe, udah lu samber aja tuh monyong" ucap Erlan.


Gustin menonyor balik kepala Erlan. "Ya biarin lah... Orang gue khawatir, emang elo dasar kambing" ucap Gustin sambil mengatai Erlan.


Erlan yang ingin membalas perkataan Gustin itu terhenti, kala Jek lebih dulu menyambar perkataannya.


"Hei! Guys-guys, jangan ribut-ribut... Aurell gak bareng kalian karena ada aku yang menemaninya" ucap Jek dengan santai.


Gustin mengalihkan pandangannya. "Lu bukanya..."


"Ya! Ini aku, si paling tampan disini" jawab Jek dengan percaya diri. Sedangkan Aurell malas mendengarkan Jek yang membanggakan dirinya itu.


"Uwo.. Ini beneran lo bro.." kata Gustin girang.


"Yes! Ofcoursee" jawab Jek sambil meminum jus yang ada dimeja itu.


"Yaampun.... Gue rindu banget sama lo broo" kata Gustin mendramatis, sambil memeluk erat Jek.


"Hei! Aku tak bisa bernafas" kata Jek sambil mendorong tubuh Gustin.


"Jangan mulai deh tin" celetuk Erlan.


"Apaan sih lu lan... Iri ya bilang dong" jawab Gustin ketus.


"Udah-udah, malah pada ribut, diliatin orang gak malu kalian" ucap Doni melerai, diantara sahabat Aurell, Doni lah yang paling waras disana ia selalu melerai ketika dua sahabat laknatnya adu mulut.

__ADS_1


Doni lalu mendudukan dirinya disamping Aurell, sedangkan Sagarr sudah lebih dulu duduk disana ia sedari datang dipesta itu hanya diam entah apa yang ada diotaknya saat ini, biasanya jika ada Aurell ia selalu mengodanya.


"Mohon perhatiannya! Semua para tamu yang hadir disini" ucap pembawa acara mulai mengintruksi.


Semua orang yang tadinya ricuh itu, kembali hening, mereka semua kembali fokus pada pembawa acara yang ada didepan itu.


"Saya ingin memberi tahu, untuk memeriahkan pesta ini akan diadakan pesta dansa, jadi pesta dansa ini akan lebih unik jika kita menggunakan kertas undi atau bisa dibilang, jika kalian mendapat huruf ini maka kalian harus mencari pasangan yang hurufnya sama dengan huruf yang kalian dapat" jelas pembawa acara itu.


Semua orang pun riuh kembali, pasalnya ada yang tak setuju dengan ide itu dikarenakan mereka ingin berdansa dengan pasangannya sendiri. Namun sebagian ada yang setuju karena dari sebagian itu ada yang single atau tak punya pasangan.


"Wah keren banget tuh, kesempatan gue nih bisa dapet cewek cantik" celetuk Gustin.


"Itu mah mau lo, dasar jomblo" ucap Erlan.


"Lu juga jomblo, sialan!" umpat Gustin kesal.


"Oke, semuanya hahahah.... Pasti sebagian dari kalian tidak ada yang setuju, saya tau itu, tapi ini akan jadi lebih seru jika kita memainkan permainan dengan cara yang berbeda, jadi jika kalian tidak mau, kalian bisa duduk saja dimeja kalian, dan jika ada yang mau maka kalian bisa mengikutinya" jelas pembawa acara itu.


Semua orang bersorak mendengarnya.


"Jadi! Apakah ada yang mau? Silahkan maju jika kalian ingin" kata pembawa acara itu.


"Woww! Nona ini sangat luar biasa ya? Kasi tepuk tangan dulu dong buat nona cantik yang pemberani ini"


Semua orang memberikan tepuk tangan.


"Buset si Aurell, gencar banget ya... Wahh gue demen nih kalo kayak gini" ucap Gustin mengebu-gebu, pasalnya melihat Aurell yang maju terlebih dulu ketika orang tengah ricuh.


Aurell mengambil satu kertas, dan ia lihat kertas itu berisi huruf B.


"Oke! Selanjutnya jika ada yang mau, bisa mengambil sendiri didepan, dan jika sudah maka kalian bisa melihat isi kertas itu" ucap pembawa acara itu.


Semua orang satu per satu datang mengambil kertas itu, seperti semua orang tertarik dengan permainan itu.


Jek, Sagarr dan juga Erlan mengambil kertas itu sedangkan Gustin tengah merayu Doni yang tak ingin mengikuti permainan itu.

__ADS_1


Eira melirik Gavin yang ada disampingnya. "Gavin! Kamu gak mau ikut juga?" tanya Eira.


"Kamu saja, aku sedang malas hari ini" jawab Gavin, sepertinya moodnya saat ini tengah tak baik dikarenakan ia melihat kedekatan Aurell dengan Jek.


Eira merenggut. "Yaudah deh... Terserah kamu aja, aku mau ikut kalau kamu gak mau yaudah" ucap Eira kesal, setelah itu bangkit menuju kotak kertas itu.


"Oke semua.... Apakah kalian sudah kebagian kertas undinya?"


Semua orang menjawab serempak, bahwa mereka sudah dapat kertas itu.


"Oke jika kalian sudah dapat, kalian bisa mencari pasangan kalian dengan menggunakan kertas itu"


Semua orang riuh mencari kesana kemari, sedangkan Aurell hanya duduk bersantai tak ingin mencari, ia ingin pasangannya itu sendiri menghampiri dirinya.


"Aurell" panggil seorang pria, Aurell mendongak untuk melihat, terlihat sosok pria cupu dihadannya dan tak lain adalah Sagarr.


Aurell mengerutkan keningnya kala melihat Sagarr hanya berdiri diam dihadannya. "Kenapa?" tanya Aurell.


"Apa kamu pasanganku?" ucap Sagarr malah bertanya balik.


Aurell lagi-lagi mengerutkan keningnya. "Kenapa kau sangat percaya diri?"


Sagarr terkekeh. "Aku bukannya percaya diri, tapi aku tau jika kamu pasanganku"


"Memang apa buktinya?" tanya Aurell.


"Lihat! Semua orang sudah memiliki pasangan, hanya aku dan kamulah yang belum" kata Sagarr, Aurell yang mendengar itu mengedarkan pandangannya, dan benar saja ternyata dirinya lah yang belum dapat.


"Kamu masih belum percaya?" tanya Sagarr.


"Jika kamu tidak percaya, lihat isi kertasku" tambahnya, lalu menunjukan kertas itu.


Aurell melihat, dan benar saja isi kertas itu berisi huruf B.


"Sekarang kamu percaya kan? Jadi apakah nona ingin berdansa denganku?" ucap Sagarr menggoda.

__ADS_1


Aurell yang mendengar kata 'Nona' itu jadi teringat akan sosok pria yang pernah ia temu di Bar Clup, karena pria itu juga memanggilnya dengan sebutan itu.


Tbc.


__ADS_2