Dia Wanitaku

Dia Wanitaku
Pemakaman Mama Amel


__ADS_3

Sesampainya dirumah Amel terus memandangi jenazah mamanya, air matanya terus mengalir dari mata indahnya. Bagas yang berada didekat Amel terus menenangkan Amel.


"mel... udah ya jangan nangis lagi, kasihan tante mirna kalau kamu tangisin terus" ucap Bagas lembut


Amel hanya menganggukan kepalanya saja. Bagas makin cemas melihat Amel yang lebih banyak diam. Teman-teman Amel juga khawatir melihat keadaan Amel. Mata Amel sudah sangat sembab wajahnya juga kelihatan pucat. Mama Susan tidak terlalu Memperhatikan Amel Karna Mama susan sibuk mengurus pemakaman mama mirna.

__ADS_1


Dari dokter menyatakan mamanya meninggal Amel memang lebih banyak diam. Tak sepatah katapun keluar dari mulutnya. Hanya air mata yang mewakili perasaannya. Batapa hancurnya hati Amel, satu-satunya orang dia punya pergi meninggalkannya.


[......]


Ketika selesai jenazah mama Amel dimakamkan, satu persatu orangpun pulang. Dipemakaman tinggal Amel, Bagas dan Mama Susan. Amel belum mau beranjak pergi, Amel terus menatap pusaran mamanya, sembari memegang batu nisan mamanya.

__ADS_1


"Amel... kamu tidak boleh bicara seperti itu ya sayang, masih ada tante, ada Bagas yang akan selalu ngejaga Amel yyaa... " ucap mama susan menahan tangis


Bagas yang mendengar ucapan Amel, seketika hatinya hancur, wanita yang mulai dia cintai itu kini hatinya sedang remuk, dan tanpa dia sadari air matanya juga sudah mulai ikut menetes.


[......]

__ADS_1


Bagas dan mama Susan tidak langsung pulang kerumahnya. Mereka menginap dirumah Amel sampai selesai acara tujuh harian mamanya Amel, karena Amel memang sudah tidak punya siapa-siapa lagi.


Sesampainya dirumah Amel langsung masuk kamar dan mandi untuk membersihkan dirinya. Begitu juga dengan mama susan dan Bagas, mereka langsung masuk kekamar tamu untuk membersihkan diri.


__ADS_2