Dia Wanitaku

Dia Wanitaku
Sang Penyelamat


__ADS_3



"Apa semua itu benar Eira?" tanya Gavin mengulangi perkataannya kembali, ia seolah tengah memastikan jika yang ia dengar itu tidaklah benar. Sebenarnya Gavin tau jika suara yang ia dengar adalah suara dari Eira.



Eira memegang lengan Gavin, dan mengelengkan kepalanya."Enggak Gavin... Mana mungkin aku melakukan itu, itu semua hanya fitnah... Kamu percaya kan sama aku?" kata Eira yang saat ini tengah berbohong, sepertinya ketakutan tengah melanda dirinya.



"BOHONG!"



Bukan! Bukan Gavin lah yang mengatakan itu, melainkan seseorang yang tengah berjalan dengan santai menghampiri kerumunan itu.



Seseorang itu berjalan mendekat dimana Gavin dan Eira berada. Ia menghentikan langkahnya saat sudah sampai pada tujuan, ia lalu menatap Gavin sebentar, lalu beralih menatap Eira dengan remeh.



"Apa maksudmu? Apa kau tau semua masalah ini?" tanya Gavin pada sosok pria itu.



Dia terkekeh pelan, lalu menatap Gavin dengan sombongnya. "Gavin... Gavin... Sepertinya dirimu sudah dibutakan oleh kesetianmu, pada tunanganmu itu." ucapnya meremeh.



"Berhenti mengatakan omong kosong! Cepat jawab pertanyaan ku barusan! Apa kau tau semua masalah ini." ujar Gavin dengan penuh penekanan.



"Jika aku tau kenapa? Apa kau masih belum percaya dengan apa yang kau dengar tadi.... Oh.... Apa kau masih perlu bukti lagi hemm?" ucapnya bertanya.



Gavin tak menjawab, ia mengeram dengan mengepalkan kedua tangannya.



"Oke, aku akan memberimu satu bukti... Tolong redakan dulu emosimu setelah melihat bukti ini." setelah mengucapkan itu, ia beralih menatap seorang lelaki yang setia dibelakangnya.



"Joy!" panggilnya pada asistennya itu.



"Ya tuan Sagarr!" jawab Joy, yang ternyata Sagarr lah dibalik semua itu. Dan dia sendiri lah yang mengungkap kebenaran itu.


__ADS_1


"Beri buktinya, agar semua orang tau siapa wanita licik ini." titah Sagarr tak lupa menatap Eira dengan tatapan meremeh.



Sedang Eira saat ini tengah begitu kalut, ia tak tau apa yang tengah direncanakan oleh Sagarr itu. 'Sial! Sebenarnya apa yang mau dia tunjukkan, bisa-bisa semua rencanaku jadi kacau!" umpatnya benar-benar tak tau harus berbuat apa.



"Gavin... Jangan dengar omongannya, mungkin dia hanya membual. Yuk, kita pergi aja dari sini. Kamu tau kan? Aku lagi kesakitan saat ini." ucap Eira yang sengaja mengajak Gavin pergi dari sana, dengan terus menarik lengan Gavin.



Namun hal tak terduga yang didapatkan oleh Eira, Gavin dengan perasaan acuh menyentak tangan Eira yang tengah menarik tangannya.



"Jangan menganguku Eira! Jika kau ingin pergi. Pergi saja sendiri."



Eira begitu terperangah mendapati Gavin yang sangat berbeda pada sebelumnya. "Gavin... Ada apa denganmu? Kenapa kamu jadi kasar begini?" ujar Eira dengan mengubah wajahnya menjadi sendu.



Gavin tak menanggapi perkataan Eira, ia lalu beralih menatap Sagarr. "Cepat berikan apa yang kau katakan tadi, aku tak tau jika omong kosong mu itu benar atau tidak." ucap Gavin pada Sagarr.



"Haha... Kau benar-benar tak sabar ya? Oke, oke aku akan menunjukannya." jawab Sagarr.




Joy menganguk mengerti. "Baik tuan."



Setelah itu Joy melakukan apa yang disuruh oleh Sagarr, ia membawa semua benda kota entah itu apa. Setelah itu Joy menancap sebuah kabel pada benda itu dan muncul lah sebuah gambar seseorang terpampang didinding itu.



Semua orang yang menyaksikan disana, betul-betul merasa terkejut. Mereka melihat didalam sebuah toilet wanita terdapat Eira dan juga kedua temannya itu yang tak lain Mita dan Sela, Aurell pun juga berada disana.



Gambar itu berupa vidio yang memperlihatkan kelakuan Eira yang menyiram air kotor pada dirinya sendiri, setelah itu ia menyobek bajunya dan mulai berteriak meminta tolong pada semua orang. Dividio itu menjelaskan jika Aurell tak melakukan apa-apa, Aurell justru bingung dengan apa yang Eira lakukan. Setelah melakukan rencana itu semua orang mulai berdatangan dan semua orang mulai menyudutkan Aurell, hingga Aurell pingsan dilantai. Dan hal itu semuanya perbuatan Eira.



Dirasa sudah cukup, vidio itu dimatikan oleh Joy.



Sagarr kembali menatap Gavin, dan semua orang yang ada disana. "Bagaimana? Kalian sudah tau kan, siapa pelakunya? Apa kalian masih membutuhkan bukti lagi? Jika iya, maka aku sendiri yang akan menjukannya." ucap Sagarr dengan angkhunya.

__ADS_1



Semua orang terdiam, tak ada yang menjawab. Yang tadinya tengah mencemoh Aurell kini berbalik menundukkan diri mereka masing-masing, seperti merasa bersalah atas kelakuan mereka selama ini.



Sangarr yang melihat keterdiaman mereka itu tertawa, apalagi yang melihat Gavin yang hanya diam dengan tatapan kosongnya.



Eira menarik kembali tangan Gavin. "Gavin... Jangan percaya ya? Itu pasti hanya akal-akalan mereka buat jebak aku. Pasti vidio itu hanya editan." ucap Eira kembali membuat alasan.



Lagi-lagi Gavin menyentak tangan Eira, ia lalu menatap Eira dengan tatapan tajam. Kobaran api kemarahan terlihat begitu jelas pada matanya.



"Ternyata kau benar-benar wanita licik! Eira, sungguh! Berapa banyak kau sudah membohongiku? Selama ini kau mengadu dombaku sama Aurell agar aku tak bisa lagi dekat dengan Aurell kan? Jawab Eira!" teriak Gavin, membuat Eira tersentak.



Eira mengeluarkan air matanya."Hiks... Enggak Gavin... Aku enggak seperti itu."



Gavin tak mengubris ucapan Eira, ia malah mengacuhkannya dan kembali menatap Aurell dengan tatapan bersalah.



"Gak nyangka gue, kalo Eira yang selama ini berbuat salah. Dan ngefitnah Aurell." bisik seorang siswi pada temannya.



"Gue juga gak nyangka, sekaligus ngerasa bersalah... Ternyata Aurell yang selama ini dituduh."



Semua orang mulai berbisik-bisik, dan memutar kesalahan yang tadinya pada Aurell, kini berbalik pada Eira.



"Woooo... Ternyata temen kampus kita ada tukang fitnah guys! Gak nyangka gue, biang keroknya juga lagi-lagi si Mita sama si Sela. Bener-bener si tukang rususss, mending usir aja mereka dari sini! Woooooo... " teriakan itu membuat semua orang kembali mendemo, mereka semua berbalik menyudutkan ketiga gadis itu. Membuat ketiga gadis itu menjadi ketakutan, rasa angkuh dan sombong mereka pun hilang seketika.



Benar-benar..... Takdir, dan kebenaran itu sangatlah luar biasa.



**Bersambung**.



**Jangan lupa komennnnnnn**.......

__ADS_1


__ADS_2