
"Jangan biasakan Kiara tidur denganmu nanti dia jadi manja padamu" ucap Dion ketika berpapasan dengan Bagas ditangga, tapi Bagas tak menghiraukan ucapan Kakaknya dia berlalu menuruni tangga begitu saja.
"Sampai kapan kau terus-terusan memusuhiku?" tanya Dion sedikit berteriak, seketika pertanyaan Dion menghentikan langkah Bagas. Tapi Bagas hanya membalikan badan kearah Dion tanpa berkata-kata, Bagas hanya menatap tajam Dion. Mata kakak beradik itu saling bertemu. Bukan tatapan dendam. Tatapan penyesalan dari Dion dan tatapan rindu dari Bagas.
"Papa, om Bagas...." teriakan Kiara memalingkan tatapan keduanya.
"Papa... Kiara nanti boleh ya jalan-jalan sama om Bagas dan juga Tante cantik?" ucap anak kecil itu meminta ijin papanya
"Kiara sayang, Kiara dirumah saja ya kasihan om Bagasnya, dari semalam Kiara kan sudah sama om Bagas" ucap Dion memberi pengertian
"Gak mau... Kiara mau ikut om Bagas" rengek Kiara sayang, Kiara istirahat dulu ya sayang, kan Kiara semalam baru sampe, nanti om Bagas ajak Tante cantiknya kesini ya..." bujuk Bagas
"Ya udah.. tapi om Bagas janji yaa...." ucap Kiara
"Janji..." balas Bagas sambil menunjukkan jari kelingkingnya dan dibalas dengan Kiara
Sedangkan disana dikediaman Amel, Amel dan yang lainnya sudah selesai sarapan. Teman-teman Amel belum mau pulang, mereka masih ngerumpi, biasa lah yyaaa perempuan 😆. Mereka mengobrol hal yang penting sampai hal yang tak penting. Dan pertanyaan Rena membuat semuanya langsung terdiam.
"Oh ya Mel.. gimana hubungan loe sama pacar jarak jauh loe?" celetuk Rena
"Gue udah putus sama dia" jawab Amel sedikit bete
"Putus..." ucap Rena sedikit berteriak karena kaget "serius Mel? kenapa?" tanya Rena memastikan dan penasaran
__ADS_1
"Gue ditinggal kawin" jawan Amel singkat
"Maafin gue ya Mel, gue gak tau"
"it's ok" jawab amel, "tapi loe jangan omongin dia lagi" lanjut Amel
"kalian tau gak Amel sekarang sedang dekat sama siapa?" tanya Rea mencoba memperbaiki suasana
"Siapa?" tanya Tantri penasaran
"Sama kak Bagas cowok paling tampan dikampus kita" jawab Rea antusias yang langsung membuat Rena dan Tantri langsung memelototkan matanya karena terkejut.
"Serius?" tanya Rena dan Tantri bersamaan
"Tapi kalau kak Bagas sukanya sama loe gimana?" tanya Tantri
"Gak mungkinlah dia suka sama gue" elak Amel
"Tapi kalau gue lihat Mel ya kayaknya kak Bagas ada rasa deh Mel sama loe" ujar Rea
"Sota loe Re" ucap Amel
Sedangkan disana Bagas masih bingung, siapa yang mau dia ajak menemui keponakannya, Bagas tau persis watak keponakannya kalau sudah dijanji pasti dia akan menagih terus. Risa... gak mungkin dia ngajak Risa, dia gak mau Risa jadi geer. Amel... ya dia teringat Amel, Bagas mencoba menelpon Amel tapi Amel tak menjawab telponnya. Bagas mengirim pesan tapi cuma centang dua belum ada tanda biru dan itu tandanya Amel belum membaca pesannya.
__ADS_1
10menit
20menit
30menit
Sampai satu jam belum ada balasan dari Amel dan masih sama, tanda centang dua masih berubah menjadi warna biru. Amel kemana aja sih Lo gerutu Bagas dalam hati.
Amel memang tidak memegang hpnya dari semalam karna dia terlalu asyik ngobrol, bercanda sama teman-temannya.
Dan setelah teman-temannya pulang Amel baru ngecek hpnya. Ya... 10 kali panggilan tak terjawab dari Bagas dan Amel langsung menghubungi balik Bagas tanpa membaca pesan Bagas karna takut ada yang penting.
"Iya kak ada apa?" tanya Amel setelah Bagas menjawab telponnya
"Lagi repot yyaa?" tanya Bagas
"Enggak... maaf tadi masih bikin tugas sama teman-teman" ujar Amel beralasan, gak mungkinkan dia bilang lagi ngerumpi sama teman-temannya. "ada apa ya kak?" tanya ulang Amel
"Mama mau ketemu kamu, nanti aku jemput yyaa?" ujar Bagas berbohong supaya Amel tak menolaknya
"Oh... ya udah kalau begitu aku siap-siap dulu"
"Ya udah... tar jam tiga aku jemput kamu"
__ADS_1
"ok.." jawab Amel dan mengakhiri telponnya