
°°°
Drt... Drt... Suara hanpone Sagarr berbunyi, Sagarr yang sehabis mandi itu berjalan kearah hpnya berada.
Sagarr melihat nama yang tertera, dan ternyata asistennya lah yang menghubunginya.
"Ya, apa kau sudah mendapatkannya Joy?" ujar Sagarr langsung pada intinya.
"Ya tuan... Saya sudah menemukan beberapa informasi yang akan membuat anda senang tuan, dan juga informasi pria yang bersama dengan wanita tuan itu" ucap Joy.
Sagarr yang mendengar ucapan 'wanita tuan' dari asistennya itu, entah mengapa ia merasa senang. Seakan ia sudah menjadikan Aurell sebagai miliknya. Sagarr tersenyum sendiri, ia lalu berdehem menetralkan wajahnya itu.
"Cepat kirimkan informasi itu lewat email, jangan buat aku terus penasaran" ucap Sagarr.
"Baik tuan" ucap Joy, setelah itu mematikan telfonnya.
Tring... Pesan masuk dari akun email milik Sagarr. Sagarr lalu membukanya dan membaca beberapa tulisan yang terkait dengan Aurell dan Jek. Ia terus membacanya sampai membuat keningnya berkerut.
"Sharky?" gumam Sagarr sambil memikirkan sesuatu.
Tring... Pesan masuk lagi dari benda pipih yang dipegang oleh Sagarr itu. Namun pesan itu muncul dari whatsapp pribadi Sagarr.
Ia membuka pesan dari asistennya itu.
¦Tuan saat ini, wanita tuan Aurell tengah berada di Bar Clup, tempat tuan menyamar menjadi pelayan disana.
¦Wanita tuan bersama pria yang ia bawa dipesta pertunangan itu.
Sagarr mengengam erat hp miliknya, ia lalu berjalan kearah lemari dan mengambil jaket tebal miliknya. Setelah itu ia berlalu meninggalkan apartemennya itu.
...----------------...
Bar Clup, tempat yang saat ini sangat ramai dikunjungi orang, tentu saja tempat itu ramai, jika tak ramai maka tempat itu tak akan seru.
"Pria itu benar-benar kemari? Apa dia yang menyuruhnya datang kemari?" ucap Doni, yang saat ini duduk bersebelahan dengan Aurell.
__ADS_1
"Mengapa kau tak memberitahu ku Aurell? Jika pria itu datang kesini" ujar Doni bertanya pada Aurell.
"Kemarin malam dia baru sampai dibandara, aku juga baru tau jika dia sampai kesini" ujar Aurell sambil menyesap jusnya.
"Apa pria itu memberi suatu rencana untuk menyelesaikan masalah itu?"
"Tidak, semua rencana ada padaku, aku tak ingin melibatkan seorang pun, biar semuanya kutangung sendiri" ucap Aurell.
Doni menatap sahabat lamanya itu dengan perasaan iba, ia tak tau apa yang ada diisi kepala Aurell itu. Tak ada hari dimana masalah terus saja berdatangan pada Aurell, Doni ingin membantu namun Aurell menolaknya, beberapa kali juga ia selalu menawarkan diri namun tetap saja Aurell tolak. Alasannya Aurell tak mau orang terdekatnya mengalami masalah karena dirinya, jika itu terjadi maka ia tak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.
Tiba-tiba saja seorang pelayan pria mendatangi mereka.
"Halo nona... Kita berjumpa lagi disini" kata pria itu yang tak lain adalah Sagarr, siapa lagi kalau bukan dia. Yang dengan beraninya mengangu Aurell terus saat Aurell datang kebar itu.
Doni menatap lamat pria yang memakai seragam pelayan itu, sepertinya Doni tak mengenali jika itu Sagarr, karena penampilan Sagarr terbilang sangat berbeda dengan Sagarr yang saat ini menyamar sebagai pelayan bar itu.
"Apa kau mengenalnya Aurell?" tanya Doni.
Aurell menyesap jusnya, lalu menatap Sagarr. "Tidak" jawab Aurell datar.
Sagarr terkekeh dalam hati. 'Sungguh! Wanitaku ini sangat jahat sekali, tapi sangat menarik' gumam Sagarr dalam hati. Menyebut Aurell sebagai wanitanya, sepertinya Sagarr sudah mengklaim bahwa Aurell adalah miliknya.
"Dia hanya pria gila yang beberapa kali bertemu denganku, dan mengusik kenyamanku" ucap Aurell gamblang, hal itu membuat Sagarr mendelik dalam hati.
Doni malah bertambah bingung. "Pria gila? Apa maksudmu Aurell, aku tak mengerti" ucap Doni.
"Sudahlah jangan bahas dia, itu tidak penting" kata Aurell acuh.
Sagarr berdehem. "Maaf tuan, kami memang pernah bertemu beberapa kali disini, dan kami juga sempat mengobrol empat mata, mungkin nona ini sedang lupa atau benar-benar tak lupa" ucap Sagarr dengan nada menyindir.
Aurell yang mendengar ucapan Sagarr itu, langsung menatap tajam kearah pria yang saat ini hanya tersenyum tak jelas.
Sagarr terkekeh. 'Manis sekali' ucap Sagarr dalam hati dengan pandangannya yang terus menatap Aurell.
Doni pusing sendiri mendengarnya, ia tak tau apa yang sedang dibicarakan oleh Aurell dan Sagarr itu.
__ADS_1
"Kalian itu bicara apa? Jangan membuatku pusing" kata Doni.
"Jika anda pusing, saya akan memberikan minuman yang akan membuat anda merasa segar" ucap Sagarr, setelah itu membawa botol dan menuangkan kedalaman gelas kosong untuk diberikan kepada Doni.
Sagarr menyerahkan menimunan itu kepada Doni. "Minumlah tuan" ujar Sagarr.
"Ya, nanti aku minum" jawab Doni.
Tiba-tiba saja Jek datang menghampiri mereka, dengan kedua wanita berpakaian ketat dibelakangnya yang mengikuti dirinya itu.
"Halo guys, lagi ngobrolin apa nih?" ucap Jek sambil merangkulkan tangannya pada pundak Aurell dan juga Doni.
Doni mengerutkan dahinya. "Hum.. Bau alkohol" ucap Doni sambil menutup hidungnya.
"Ayolahhhh... Kenapa kalian tak bersenang-senang, kita ini ada dibar loh! Setidaknya kalian minum sedikit untuk merasakan kesenangan itu" ucap Jek.
"Hei! Kamu pelayan kan? Cepat siapkan dua alkohol untuk kedua temanku ini" kata Jek sambil menatap kearah Sagarr.
Sagarr yang disuruh itu hanya menatapnya malas. 'Sialan pria gila ini' gerutu Sagarr dalam hati.
"Hei! Kenapa kau hanya menatapku? Cepat siapkan" ucap Jek dengan nada ditingikan.
Sagarr tak menjawab, ia lalu berlalu dari sana dan membawa dua gelas berisikan minuman, namun yang satunya bukanlah minuman, melainkan jus khusus diberikan untuk Aurell.
"Ini untukmu tuan!" kata Sagarr memberikan gelas minuman pada Jek.
"Dan ini untukmu nona" ucap Sagarr sambil tersenyum manis kearah Aurell, namun Aurell tak membalasnya.
"Tunggu! Tunggu! Mengapa kamu memberikan jus? Bukanya anggur?" tanya Jek menatap kearah Sagarr.
Sagarr menghela, ia benar-benar malas sekali berhadapan dengan pria yang ada didepannya itu.
"Karena nona ini tidak bisa meminum alkohol itu tuan" jawab Sagarr santai.
"Memangnya kau tau apa tentang temanku ini? Apa kau mengenalnya?" tanya Jek pada Sagarr.
__ADS_1
Bersambung.
Komen yang banyak-banyak, biar othor semangat up, jangan pelit komen lah wahai readers🙆♂️