Dia Wanitaku

Dia Wanitaku
Kesedihan Amel 2


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Amel hanya bisa menangis dan terus menangis. Bagas mencoba menenangkannya tapi tak dihiraukan oleh Amel.


"mel, udah dong kamu jangan nangis terus, kamu berdoa semoga tante Mirna ndak papa yyaa.... " ucap Bagas mencoba menenangkan Amel


"Gas.. bisa tolong lebih cepat lagikah gas bawa mobilnya" pinta Amel


Sedangkan di rumahsakit sudah ada mama Susan dan Fani. Fani adalah karyawan kepercayaan mama Mirna. Karna sebelum mama Mirna tak sadarkan diri, mama Susan sedang berkunjung kebutik mama Mirna.


Mama Susan memang sering mengunjungi butik mama Mirna. Karna mama Mirna satu-satunya sahabat mama Susan dan mama Mirna juga mama susan bekerja sama untuk mengelola butik itu.


Tidak lama Bagas dan Amel pun datang. Amel langsung berlari menuju IGD. Amel yang melihat mama Susan pun langsung menghampiri mama Susan dan memeluk mama Susan.

__ADS_1


"tante.. gimana keadaan mama tan?" tanya Amel dengan terisak yang sudah melepaskan pelukannya dari mama Susan


"dokter masih didalam sayang, kamu yang sabar ya sayang, kita sama-sama berdoa semoga mama kamu nggak papa yyyaa.... " jawab mama Susan sambil mengelus rambut panjang Amel


Bagas yang melihat Amel menangis tara karuan hanya bisa terdiam, tidak ada yang bisa dia lakukan. Dia tau bagaimana khawatirnya Amel.


Amel sangat takut kehilangan Mamanya. Hanya mamanya yang dia punya didunia ini. Papanya sudah meninggal saat dia masih duduk dibangku SMP. Sedangkan nenek dan kakeknya dari mama maupun papanya juga sudah tiada.


Setelah hampir satu jam menunggu, akhirnya dokter pun keluar. Melihat dokter keluar Amel langsung berjalan cepat menghampiri dokter.


"Dok.. bagaimana keadaan mama saya dok? tanya Amel khawatir

__ADS_1


"kami mohon maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Tuhan berkendak lain, kami tidak bisa menyelamatkan nyawa mama anda" jawab dokter yang kemudian berlalu


Seketika badan Amel menjadi lemas, Amel yang semula berdiri langsung terduduk tanpa kata. Amel hanya bisa menangis.


Melihat Amel yang sudah sangat lemas, Bagas segera menghampiri Amel dan mencoba menenangkan Amel yang terus menangis sesunggukan.


"mel.. yang sabar yyaa.. yang ikhlas, Allah lebih sayang tante Mirna, sekarang tante Mirna sudah gak ngrasain sakit lagi" ucap Bagas sambil mengelus rambut Amel dengan lembut


Mendengar ucapan Bagas, Amel hanya menganggukkan kepala, tapi air matanya terus mengalir.


Tak lama Rea, Rena dan Tanri datang kerumahsakit, mereka langsung memeluk Amel dan menguatkan Amel. Tapi lagi-lagi Amel hanya menganggukkan kepalanya saja.

__ADS_1


Mereka semua sedih melihat Amel yang sangat terpuruk. Karena yang mereka lihat selama ini Amel gadis yang ceria, periang dan mereka tidak pernah melihat Amel meneteskan air mata apalagi menangis seperti saat ini.


__ADS_2