Dia Wanitaku

Dia Wanitaku
Marahnya Gavin


__ADS_3

°°°°


Alunan musik menyertai, semua orang mulai berdansa begitu pula dengan Aurell yang berdansa dengan Sagarr, ia tak menyangka jika Sagarr lah yang menjadi pasangannya malam ini.


"Bagaimana Aurell, apakah cara berdansaku cukup baik untuk mu?" ucap Sagarr, sambil menatap mata Aurell.


Aurell menatap balik mata Sagarr. "Lumayan" ujar Aurell, yang ditanggapi senyuman oleh Sagarr.


Sedangkan Gavin, yang tak berada jauh dari tempat dansa itu mengepalkan tangannya kala melihat Aurell dan Sagarr begitu intim dimatanya. Salah ia sendiri karena tak mau ikut dalam permainan itu, sedangkan tunangannya Eira sudah asyik sendiri berdansa dengan pasangannya yang tak lain adalah Jek.


Eira tampak menikmati acara dansa itu, dikarenakan permainan dansa dari Jek membuatnya seperti ketagihan. Jek begitu lincah dalam berdansa, karena hal itu sudah biasa baginya. Tentunya hal biasa itu yaitu  ia sudah banyak sekali berdansa dengan berbagai wanita cantik yang pernah ia temui. Bukan hanya sekali dua kali, itu sebabnya jika orang mengenal sifatnya maka orang akan beranggapan jika ia adalah seorang playboy, atau pemikat wanita.


"Bagaimana nona? Apakah nona menyukain" ucap Jek bertanya pada Eira.


Eira tersenyum. "Ya! Aku menyukainya" jawab Eira.


"Bagaimana dengan tunanganmu? Mengapa ia tak berdansa denganmu nona?" tanya Jek lagi.


Eira melirik Gavin. "Aku ajak dia, tapi dia tak mau" ucap Eira cemberut.


Jek terkekeh melihatnya. "Tak apa nona, anda bisa berdansa denganku sepuasnya" kata Jek memandang Eira.


Eira tersenyum simpul. "Tolong jangan panggil aku nona, tapi panggil aku Eira" ucapnya.


"Hemm, baiklah Eira" jawab Jek.


...----------------...


Disisi lain, Sagarr saat ini tengah asyik meliuk-liukkan badan Aurell. Sungguh hebat sekali permainan Sagarr itu, membuat para tamu yang ada disana bertepuk tangan kagum, mereka bukanya ikut berdansa malah menonton permainan Sagarr dan juga Aurell.


Sagarr memutar-mutar Aurell dengan elegannya, ketika Aurell menjauh, Sagarr segera menariknya dan memepetkan dirinya pada Aurell dengan cara memegang pinggang ramping itu. Kini mereka tak ada jarak, membuat degupan didada Sagarr menjadi kencang. Segera ia melanjutkan dansanya kembali.

__ADS_1


Semua momen itu tak lupu dari penonton, tak ayal Gavin pun juga melihatnya. Dan hal itu membuat rahangnya semakin mengetat, Gavin sungguh tak tahan sekali melihat keintiman Aurell dengan Sagarr, ingin sekali ia menghentikan acara itu. Namun ia tak bisa, karena acara itu diadakan oleh orangtua Eira, jika ia melalukan itu maka ia akan mempermalukan orang tuanya didepan para tamu.


"Sial! Ternyata aku benar-benar kecolongan, siapa sebenarnya Sagarr itu, mengapa ia begitu berani merebut wanitaku! Jika aku tau akan begini, maka aku akan segera menjauhkannya dari Aurell" ucapnya bernada kesal.


Gavin tak sadar jika ibu Eira datang menghampiri Gavin. "Gavin!" panggil Mona ibu Eira.


Gavin tersentak, langsung saja ia menengok kesamping, terlihatlah wanita berpenampilan glamor yang masih awet muda, ternyata wanita itu tak sendiri, disampingnya terdapat feronika mama Gavin yang juga terlihat awet mudanya.


"Eh! Iya tante?" ucap Gavin, merasa gugub jika ucapannya tadi dengar oleh mama Eira.


"Kamu kenapa gak ikut berdansa?" tanya Mona.


"Oh! Enggak tante, saya merasa lelah hari ini" jawab Gavin, merasa lega.


Mona menganguk. "Kamu tak liat Eira, dia sepertinya asyik sekali berdansa, bahkan melupakan tunanganya disini, memang anak itu ya! Tante jadi merasa bersalah deh sama kamu Gavin" ucapnya sambil menepuk bahu Gavin.


Gavin melihat Eira, ia lalu beralih memegang tangan Mona lalu mengelusnya. "Tak apa tante, biarkan Eira berenang-senang" ucap Gavin sambil tersenyum manis.


"Kamu tak cemburu melihatnya?" tanya Mona.


"Yaampun anak kamu jeng, manis sekali ya" ucap Mona sambil mengeluh pipi Gavin, Gavin hanya tersenyum menangapinya.


"Haha... Iya dong, anaknya siapa dulu" ucap Feronika mama Gavin.


"Anak kamu dong, beruntung aku dapat mantu sabar kayak anak kamu jeng"


"Aduh jeng... Kamu bisa aja" jawab Feronika.


"Yaudah Gavin kamu kesana dulu ya, kamu jangan duduk diem aja! Cobalah berenang-senang" ucap Mona.


"Iya tante" jawab Gavin.

__ADS_1


Setalah itu Mona dan Feronika berlalu meninggalkan Gavin disana.


...----------------...


Acara berdansa sudah selesai, kini para tamu sudah duduk dikursinya, mereka semua tengah menikmati hidangan sebelum mereka meninggalkan acara pertunangan itu, karena acara sudah selesai pertunangan pun berjalan dengan baik, kini hanya bagian penutup saja untuk melengkapi acara itu.


"Oke para hadirin, saya selaku pembawa acara ini, ingin mengucapkan sebagai perwakilan dari tuan dari acara pertunangan ini, beliau berpesan bahwa beliau mengucapkan terimakasih sekali atas kehadiran para tamu sekalian pada malam ini, itu saja yang ingin disampaikan terimakasih banyak saya pamit undur diri" ucapnya dan mendapat tepuk tangan sebagai jawaban.


Semua orang bangkit dari duduknya karena sudah menyelesaikan makanya, mereka pamit untuk pulang, begitu pula dengan Aurell, Jek, Sagarr, Doni dan kedua sahabatnya.


Gavin yang melihat Aurell pergi itu, bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan Eira tanpa pamit.


Eira yang melihat Gavin meninggalkannya itu berteriak. "Gavinnn.. Mau kemana kamu, kok aku ditingalin" teriak Eira, namun tak didengar oleh Gavin.


Gavin berjalan cepat kearah Aurell, ketika sampai pada tujuannya, ia langsung saja menarik tangan Aurell dan membawanya kesuatu tempat.


Keempat pria yang ada disana itu mengerutkan keningnya kala melihat Aurell yang ditarik paksa oleh Gavin itu.


"Gavin, mau bawa Aurell kemana dah?" tanya Gustin.


"Entah" jawab Erlan mengedikan bahunya.


Disinilah Gavin membawa Aurell, dimana tempat itu terlihat sepi jarang orang datang ketempat itu, tempat itu adalah tangga darurat tak jauh dari parkiran.


Aurell melepas paksa tangannya. "Mengapa kau menarikku?" ucap Aurell tanpa embel-embel.


Gavin yang mendengar ucapan ketus dari Aurell itu kesal, lalu ia mencengkram tangan Aurell kembali.


"Mengapa kamu tak menjawab telfonku kemarin Aurell! Dan mengapa kamu tadi tak datang kekampus?" ucap Gavin.


"Aku ada urusan" ucap Aurell singkat.

__ADS_1


Gavin yang tak puas dengan jawaban dari Aurell itu mengeram.


Bersambung.


__ADS_2