
Aurell berjalan melamun menyusuri koridor, setelah Gavin memutuskan pergi bersama Eira, Aurell seperti kehilangan arah, sepertinya beban pikirannya menjadi bertambah.
"Rell" panggil Sagarr sambil menepuk bahu Aurell.
Aurell menengok kearah Sagarr. "Kenapa?" tanya Aurell.
"Engak... Aku cuman pengen sama kamu aja" ucap Sagarr sambil tersenyum manis.
Aurell hanya menghela melihat tingkah aneh Sagarr. "Jangan menganguku" ujar Aurell.
"Aku gak mengangumu tuh" ucap Sagarr santai.
Aurell berjalan cepat, Sagarr yang kecolongan itu ikut berjalan cepat. Aurell membelokan arahnya Sagarr pun ngintil dibelakang Aurell.
Aurell menghela nafas kasar. "Jangan mengikutiku" ucap Aurell berada kesal, dan hal itu membuat Sagarr terkekeh senang pasalnya Aurell memperlihatkan ekspresi yang belum pernah ia lihat.
"Kamu lucu sekali Aurell... Baru kali ini aku melihat wajahmu seperti itu" kata Sagarr yang masih tertawa itu.
"Tidak lucu! Dasar pria aneh" ucap Aurell sedikit keras, entah mengapa jika berhadapan dengan pria yang diangapnya aneh semakin membuatnya kesal. Dan itu terjadi saat bersama Sagarr.
"Hahaha.. Yaampun Rell, sering-sering aja kamu bikin ekspresi kayak gitu" tawa Sagarr yang masih saja belum berhenti.
Aurell mendengus, ia lalu menginjak kaki Sagarr dengan kencang setelah itu ia meninggalkan Sagarr disana.
"Aww.. Astaga sakit sekali, sepertinya kaki wanita itu terbuat dari baja" ucap Sagarr sambil memegang kakinya yang terkena maut yang diberikan oleh Aurell itu.
Sagarr tersenyum tiba-tiba. "Dan itu membuatku semakin tertarik padanya" gumam Sagarr, setelah itu menyusul Aurell yang sudah pergi terlebih dahulu.
...----------------...
__ADS_1
Sagarr sudah sampai ditempat ia tuju yaitu tempat dimana Aurell berada, dan ternyata Aurell sudah berada diparkiran kampus itu.
Sagarr berlari dan hap... Ia mencekal tangan Aurell ketika Aurell ingin naik motor ojek online yang Aurell pesan.
Aurell mendengus lagi. "Lepaskan tanganku pria aneh.." kata Aurell sambil menarik-narik tangannya, namun tak terlepas.
"Hei! Namaku Sagarra bukan pria aneh" ucap Sagarr sambil membuat-buat wajahnya menjadi ekspresi kesal.
"Aku tak peduli cepat lepaskan tangan ku" kata Aurell yang tak sadar ia berucap kata aku bukan saya atau gue.
"Wah.. Wah.. Ada yang bilang aku kamu nih" goda Sagarr.
Aurell terdiam. "Cepat lepaskan tanganku" ucap Aurell mengabaikan perkataan Sagarr.
"Wah gak dijawab nih, pasti malu ya?" goda Sagarr lagi.
"Pria aneh" gerutu Aurell.
"Mba! Mas! Kalau mau ribut jangan disini, saya disini mau cari rejeki, bukan malah ngeliatin kalian pacaran, dasar anak muda jaman sekarang, pacaran gak tau tempat" ucap tukang ojek itu sambil mengeleng, pasalnya tukang ojek itu seperti tak diagap oleh kedua sepasang insan yang sedari tadi berdebat itu.
Mereka menghentikan aktivitasnya kala mendengar suara dari tukang ojek itu.
"Yaampun, mas ojeknya masih ada disini ternyata, aku sampe gak sadar" kata Sagarr cegegsan.
Tukang ojek itupun mengeleng lagi. "Yaampun, disini saya seperti dianggap makhluk gaip ya... Udah lah kalau mbanya gak jadi pergi, mending mbanya cepat turun dari motor saya"
"Saya jadi pergi pak" ucap Aurell.
"Pergi gimana? Orang pacar mbanya aja gak ngebolehin mbanya pergi, liat tu tangannya aja narik motor saya dari belakang, gimana saya mau jalan coba" kata tukang ojek itu.
__ADS_1
Aurell melihat kearah belakang, dan benar saja Sagarr saat ini memegang bagian belakang motor itu.
Aurell menghela nafas lagi, entah berapa kali ia menghela nafas sepertinya berkali-kali, dan hal itu disebabkan oleh Sagarr.
"Cepat lepaskan tanganmu" kata Aurell sambil menatap tajam Sagarr.
Bukanya takut Sagarr malah tertawa. "Ngak mau" ucap Sagarr.
Sagarr menarik tangan Aurell agar turun dari motor itu, Aurell refleks turun dari motor itu.
"Nih bang, aku kasi bonus karena abang udah mau nungguin kami dengan sabar, masnya boleh pergi sekarang" ucap Sagarr sambil memberikan uang dua ratus ribu pada tukang ojek itu.
Tukang ojek itupun menerima dengan senang hati. "Tadi mas, sekarang bang, trus abang yang bener dong masnya kalo panggil orang kan saya jadi pusing dengernya" kata kang ojek itu. Padahal umur dari tukang ojek itu sudah terbilang cukup tua atau berkisaran lima puluh tahun, namun ia cukup humor menanggapi pelanggannya dan tak pernah menggunakan nada kasar.
"Haha, yaa gak papa lah bang, biar eksis gitu" ucap Sagarr.
"Eksis dari mananya? Eksis kok begitu, tapi Yaudah lah saya juga makasi sudah dikasi bonus, semoga mas dan mbanya langen terus"
"Amin" jawab Sagarr, yang membuat Aurell menengok kearahnya seketika.
"Yaudah kalau gitu saya pamit dulu" kata kang ojek itu, setelah itu berlalu meninggalkan mereka berdua.
"Apa yang kau lakukan" ucap Aurell.
"Apanya?" tanya Sagarr, sambil tersenyum seperti orang yang tak berdosa.
"Kenapa kau terus menganguku" ucap Aurell sambil melipat tangannya.
"Aku tak mengangumu tapi aku lagi menolong mu, buktinya kamu sudah tak galau lagi kan?"
__ADS_1
Aurell tersadar, ternyata apa yang dibilang Sagarr itu benar, Aurell melupakan masalahnya sejenak, namun tidak dengan hatinya yang masih sama ketika Aurell melihat kemersaan Gavin dan Eira didepan matanya itu.
Bersambung.