Dia Wanitaku

Dia Wanitaku
Terungkap


__ADS_3

°°°°°


"Aku tak menyangka Aurell... Jika sifat aslimu seperti ini, kukira kamu itu hanya gadis pendiam dan baik. Tapi apa..." Gavin menghentikan ucapannya dan mengelengkan kepalanya, seolah sangat membenci dengan sifat Aurell itu.


"Sudah bicaranya?" ucap Aurell sambil menyilangkan kedua tangannya dan menatap Gavin, dengan tatapan santainya.


"Aurell...." geram Gavin, "Bukan kamu meminta maaf pada Eira... Tapi kamu malah dengan santainya berbicara seperti itu?"


"Minta maaf?" ulang Aurell dengan kekehanya. "Sory Gavin... Aku tak akan sudi mengucapkan kata maaf pada wanita berwujud tikus itu."


"Hah.." Eira menutup mulutnya, seolah-olah terkejut dengan perkataan Aurell.


"Aurell! Jaga ucapanmu!" teriak Gavin.


"Sudah, sudah Gavin... Biar saya yang akan mengurus masalah ini" jelas dosen itu melerai.


"Pak... Mending Aurell dikeluarin aja dari kampus ini pak..." ucap salah satu mahasiswi mulai mengompori.


"Betul pak, mending Aurell laporan aja kekantor polisi. Kan perbuatannya itu sudah diluar batas, jadi melaporkan dipihak yang berwajib itu sudah tindakan yang benar." tipal salah satu teman mahasiswa itu.


"Bener itu pak, bener.."


"Iya pak, cepet dilaporin aja. Kita jadi gak tenang kalo ada cewek pembuly disini."


"Iya pak betul itu."


"Stop!" teriak dosen itu menghentikan ucapan mereka, semua orang yang ada disana terus menyudutkan Aurell, bahkan tak ada satu pun yang membelanya.


"Kalian ini malah ribut disini, saya masih ada disini! Cobalah hormati dosen kalian. Bener-bener tak tahu malu ya kalian." ujar dosen itu sambil mengelengkan kepalanya, melihat tingkah anak muda jaman sekarang.


Semua orang diam, tak ada yang bersuara ketika mendengar teguran dari dosen itu.


"Dan kamu Aurell." tunjuk dosen itu pada Aurell. "Sifat kamu benar-benar tak bisa ditoleransi. Saya minta untuk besok, suruh orangtua kamu datang kesini. Saya akan memberitahu semua kelakuan kamu pada orangtua kamu itu."


"Tapi pak? Bukannya Aurell tidak punya orangtua? Saya denger-denger katanya Aurell hanya punya ibu, dan ibunya pun sudah lama meninggal." jelas siswi itu.


"Mungkin itu karma buat ibunya, karena sudah godain suami orang..." celetuk Mita yang tiba-tiba bersuara.


"Wah bener banget tuh.."

__ADS_1


Kembali... Semua orang mulai menuduh ibu kandung Aurell dengan dalih jika ibunya merupakan wanita pengoda, padahal itu sama sekali bukanlah hal yang benar.


Aurell benar-benar merasa geram, ia sekuat tenaga menahan emosinya yang semakin memuncak. Tangannya terus terkenal, membuktikan jika dirinya sangat tidak terima atas tuduhan mereka.


Aurell mulai mengamati satu persatu orang-orang yang ada disana, dari mulai Mita, Sela, Eira dan berhenti pada sosok Gavin yang tengah menhawatirkan tunanganya itu. Gavin bahkan sama sekali tak membela dirinya.


"Memang dimana ayah kandungmu Aurell? Bukankah ayah mu masih hidup?" tanya dosen itu.


Ketika Aurell ingin menjawab, tiba-tiba suara mikrofon menghentikan dirinya dan membuat semua orang menghentikan kegaduhan mereka.


"Cek... Apa kalian mendengar suara saya.."


"Oke, jika kalian semua mendengarnya... Izinkan saya memberi kejutan bagi anda semua yang masih ada diare kampus ini."


Semua orang tentu merasa bingung dengan ucapan, yang barusan mereka dengar itu.


"Kejutan apa sih?"


"Gue juga gak tau... Apa sih sebenarnya, orang iseng kali ya?"


Bibb...


Suara mikrofon mulai diputar kembali.


Seketika Mita membekap mulutnya, ia ingat betul jika itu adalah suaranya. Tapi yang membuatnya bingung mengapa suaranya ada disana.


"Wah ide bagus itu Mit, gue mah setuju banget, kalo kamu gimana Eira?"


Sela tak kalah terkejutnya jika suaranya juga terdengar keras dimikrofon itu.


Sedangkan Eira, ia mulai ketakutan jika suaranya juga akan muncul.


Bib...


"Trus.. Rencana sekarang apa Mit?"


"Tenang aja, gue udah punya rencana paling bagus, pasti manjur banget ini"


Bibb...

__ADS_1


Ketiga gadis itu mulai ketar-ketir, ketakutan. Bagaimana tak ketakutan jika suara mereka muncul begitu saja dan didengar oleh banyak orang.


"Siapa sih yang ngelakuin ini?" tanya Sela.


"Gue juga gak tau.." jawab Mita sambil menggigit tangannya.


Bibb...


"Hey cewek miskin, gue peringatkan ya! Lo jangan pernah bermimpi buat dapetin Gavin, Gavin itu milik gue, sebentar lagi kita mau tunangan, sebaiknya lo jauh-jauh deh sama Gavin."


Bibb...


"Apa yang kau lakukan!"


Terdengar suara Aurell berteriak.


"Haha... Ini buat loh yang selalu sok dekat sama Gavin, lihat Aurell perhatikan baik-baik."


Bibb....


"Tolong... Hiks, tolong aku... Siapapun tolong aku."


"Hei Eira... Apa yang kau lakukan."


"Ini hukumanmu Aurell... Bersiaplah untuk menderita."


Bibb.. Bibb..


"Sudah dengar kan guys? Ya.... Itulah pertunjukannya, kalian pasti tau suara siapa itu."


Semua orang yang ada disana mulai gaduh kembali, mereka mulai berbisik-bisik dan melirik Eira dengan tatapan sininis.


Eira mengalihkan tatapannya kearah Gavin, "Gavin... Aku bisa jelasin."


Gavin tak menjawab, ia malah melepas tangannya yang tadi tengah merangkul Eira.


Gavin memandang kedepan dengan wajah datarnya, kemudian ia menatap Eira dengan tatapan tajamnya.


"Apa semua itu benar Eira?" tanya Gavin.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa komennnnn.....


__ADS_2