
Masih berada ditaman, Aurell dengan cepatnya menghabiskan es krim pisangnya itu dan menyisakan tangkai dari es krim tersebut.
"Cepat katakan." ucap Aurell tiba-tiba.
Sagarr yang masih belum menghabiskan es krimnya itu, langsung mengerutkan alisnya. "Apanya?" tanya Sagarr bingung.
Aurell menghela nafas sejenak, ia memejamkan matanya. Dan beralih menatap Sagarr yang ada disampingnya itu. "Jangan pura-pura bodoh! Cepat katakan, mengapa kau membawaku kesini?" tanyanya lagi.
"Oooo soal yang tadi." jawab Sagarr menjeda perkataannya, dan mulai melahap semua es krim yang ia pegang itu.
"Habis deh..." ucap Sagarr dengan mengelap sisa es krim ditangannya itu pada bajunya.
Aurell yang melihat itu bergidik jijik. "Dasar jorok, seperti anak kecil." ujar Aurell.
Sagarr mengalihkan pandangannya dan menatap mata Aurell begitu dalam.
Aurell menautkan satu alisnya, "Kenapa kau?" tanya Aurell.
"Bisakah kamu melihat kearah sana!" ucap Sagarr menunjuk arah dengan jari telunjuknya kearah depan, namun ia masih belum melepaskan tatapannya pada Aurell.
Aurell lagi-lagi mengerutkan alisnya, namun ia menuruti perkataan Sagarr dan membawa arah pandangnya kearah depan. Aurell begitu bingung, yang ditunjuk Sagarr itu adalah sepasang kekasih yang tengah bercumbu mesra dengan menempel-nempelkan bibir mereka, hal itu membuat Aurell kembali bergidik jijik.
"Apa yang coba kau tunjuk? Kau mau memperlihatkan sepasang manusia yang sedang berciuman hah? Dasar mesum sekali." ketus Aurell merasa kesal, dan menghadapkan tubuhnya kedepan sambil menekuk wajahnya merasa sangat kesal.
Sagarr mengangkat satu alisnya. "Bukan itu yang ku maksud, cobalah lihat laki-laki yang ada disamping mereka." jelas Sagarr. Dan membuat Aurell lagi-lagi melihat kearah depan, dan ya! Disamping sepasang manusia itu terdapat laki-laki dewasa yang penuh dengan jenggot berewoknya, tengah menghabiskan es krim yang ada ditangan kanan dan kirinya. Aurell terus menatap pria dewasa itu, dan satu hal yang membuat ia kaget. Ia melihat pria berewok itu tengah menjilat es krim dan sesekali menjilat tangannya yang penuh dengan lumeran es krim itu.
Aurell lagi dan lagi, bergidik jijik. "Isshh" decih Aurell langsung mengalihkan pandangannya kesembarang arah.
"Bagaimana? Bahkan pria dewasa dan tua seperti dia pun bisa melakukan hal yang kekanak-kanakan." ujar Sagarr masih dengan menatap Aurell yang ada disampingnya.
__ADS_1
Aurell kembali menatap Sagarr dengan tatapan tatapannya. "Dasar, kau itu sama saja seperti orang itu. Sama-sama dewasa tapi tingkahnya seperti anak kecil." sungut Aurell.
Sagarr yang menahan tawanya itu, langsung disemburkan begitu saja. Ia begitu tak tahan ketika melihat wajah wanitanya yang ada disampingnya itu menaha kekesalan, sungguh sangat.... Begitu mengemaskan dimatanya.
"Buffftt... Hahahaha, kenapa kamu lucu sekali sih? Aku tuh gumuss." ucap Sagarr yang tak tahan langsung mencubit kedua pipi Aurell dengan gemasnya.
"Akkkkhhh... Jangan menyentuh asetku, ini sakit bodoh!" teriak Aurell tak lupa menyingkirkan tangan Sagarr dari pipinya itu.
Sagarr masih tertawa dengan girangnya, membuat kedua sudut matanya mengeluarkan air mata. Bahkan ia sampai terbatuk-batuk.
Sedangkan Aurell menatap jengah kearah Sagarr, bukannya merasa terpesona saat melihat tawa dari Sagarr. Ia malah makin menekuk wajahnya dengan raut yang sangat kesal itu. Ditambah lagi dengan pekikan girang para wanita yang tak jauh dari keberadaannya itu, sungguh membuat Aurell ingin segera menengelamkan Sagarr saat ini juga, mumpung ada danau ditaman itu.
"Hentikan tawa jelekmu itu. Lihatlah para wanita disebelah mu, mereka sangat mengganggu ketenanganku." ketus Aurell.
Sagarr menghentikan tawanya saat mendengar ucapan Aurell barusan itu. Ia pun mengalihkan pandangannya kesamping, dan ya... Ucapan Aurell memang benar. Kini ada beberapa wanita yang tengah menatap Sagarr itu.
Aurell memutar matanya malas,"Dasar pria aneh.." ucapnya lalu bangkit dari duduknya itu.
Sagarr dengan cepat mencekal tangan Aurell. "Mau kemana?" tanyanya.
Aurell mendengus. "Jangan halangi aku. Aku malas melihat wajahmu!" ketus Aurell, yang malah membuat Sagarr menerbitkan senyumnya.
"Eiyyy... Nona.. Jangan-jangan kamu merasa kecemburuan ya?" ucap Sagarr sambil menarik turunkan alisnya.
Aurell mendengus kesal, ia kembali mencoba melepaskan tangannya dari Sagarr. Namun sayang, tangannya malah tak kunjung lepas dari gengaman kuat itu.
"Lepaskan tanganku bodoh..." teriak Aurell. Namun tiba-tiba ia limbung dan terduduk kembali dikursi itu, karena ulah Sagarr yang menariknya begitu saja.
"Jangan pergi dulu... Aku belum menjelaskan sesuatu padamu. Jadi tetaplah disini..." ucap Sagarr dengan suara lembutnya.
__ADS_1
"Disini banyak orang yang tengah melihat kita, aku sungguh tak nyaman dengan hal itu." ujar Aurell pada akhirnya.
Oke, Sagarr mulai paham. Ia pun menengok kesamping, dimana para wanita yang masih menatapnya itu.
"Nona, nona!" panggil Sagarr pada wanita yang tak berada jauh darinya.
Para wanita itu, terpekik kaget sambil kegirangan dan berjalan menghampiri Sagarr.
"Ya, kakak... Apa anda memanggil kami." ucap salah satu dari para wanita itu.
Aurell memutar matanya malas ketika mendengar kata 'kakak' yang terucap pada wanita yang menghampiri Sagarr, tepatnya Sagarr lah yang memanggil mereka. Aurell ingin pergi dari sana, namun ia tak bisa karena tangannya terus digengam erat oleh Sagarr. Seolah ia tak boleh pergi dari sana.
"Kalian jangan terus melihatku ya." ujar Sagarr, membuat mereka bingung.
"Kenapa kak? Kenapa gak boleh? Kita kan seneng ngelihatin kakak yang tampan ini." ucap wanita itu, lalu para wanita itu tertawa bersama.
Sagarr yang awalnya terlihat santai itu, tiba-tiba merubah rautnya menjadi datar. "Kalian tidak boleh melihat wajah tampanku ini! Hanya kekasihku yang boleh melihatnya!" tekan Sagarr sambil mengangkat tangannya dengan tangan Aurell yang masih ia genggam.
Aurell yang mendengar itu, entah mengapa ada getaran aneh dibagikan tertentu pada tubuhnya. Tapi ia merasa tak terganggu sama sekali, sebaliknya, ia malah merasa nyaman dengan getaran tersebut. Dan juga gengaman tangan Sagarr yang terasa hangat ditangannya itu.
**Bersambung**.
**Maafin author ya guys, bila ada typo bertebaran☺️**
**Jangan lupa komennnnnnnn**..........
**Bonus foto sebagai pemanis👇**
**Aurell💜Sagarr**

__ADS_1
