Dia Wanitaku

Dia Wanitaku
Sharky


__ADS_3

°°°°


Pesta itu berjalan dengan lancar, tentu saja semua orang menikmatinya, hingga sudah sangat larut pun mereka masi berada dipesta tersebut.


Beberapa pejabat dan ceo perusahaan turut hadir dalam pesta itu, tak terkecuali orangtua Eira dan juga Gavin ikut serta, karena mereka juga mendapat undangan dari pemilik kampus terbesar dindonesia itu. Bisa dibayangkan jika acara party malam itu sungguh meriah, hingga bisa mengalahkan acara artis papan atas sekali pun.


Orang tua Gavin sungguh sangat dihormati oleh pemilik kampus itu, dikarenakan tuan Adhitama merupakan salah satu donatur besar diWestern Universty. Itu sebabnya semua penghuni kampus pasti tak ada yang mengenali sosok tuan muda Adhitama yang sangat disanjungi oleh kaum hawa berkat ketampanannya yang sungguh rupawan itu.


"Halo tuan Adhitama, apa kabar, sepertinya kita sudah lama tak berjumpa ya?" sapa pemilik kampus itu yang bernama Sanjaya.


"Halo pak Sanjaya, kabar baik! Sepertinya kita berdua disibukan oleh urusan masing-masing, itu sebabnya kita tak punya waktu untuk mengobrol sebentar"


"Wah... Benar sekali tuan, saya juga akhir-akhir ini sangat sibuk mengurus bisnis saya yang ada dibandung, itu sebabnya saya juga jarang datang kekampus ini, tapi untungnya kampus ini berjalan dengan baik, itu juga berkat bantuan tuan Adhitama" ujar Sanjaya.


Adhitama yang mendengar pujian itu tersenyum. "Tidak perlu terlalu memuji saya pak--"


Ucapan Adhitama terhenti kala mendengar suara ricuh sekaligus suara pecahan kaca dari arah yang tak jauh dari keberadaannya itu.


Prang... Suara pecahan kaca dari salah satu meja itu membuat beberapa orang yang ada didekat sekitar terpekik kaget.


"Ada apa ribut-ribut disana?" tanya Sanjaya merasa terganggu.


"Maaf tuan... Sepertinya ada beberapa orang yang memakai topeng dan membuat keributan dari arah sana" ucap salah satu pelayan yang ada disana.


Sanjaya mengerutkan keningnya. "Siapa gereanga yang melakukan keributan itu?" gumam Sanjaya merasa bingung.


...----------------...


Disisi lain Eira yang tengah ketakutan itu memeluk erat tubuh Gavin.


"Gavin... Aku takut" ucap Eira yang berada didekapan Gavin itu.


"Tenang Eira... Aku akan menjagamu disini" ujar Gavin sambil mendekap erat tubu Eira, sebenarnya ia juga merasa bingung dengan kumpulan orang-orang bertopeng menggunakan tampilan serba hitam itu, yang tiba-tiba saja muncul ditengah-tengah acara.


Aurell menatap sendu punggung Gavin yang tengah memeluk Eira itu, ia tepat berada dibelakangnya, tapi sepertinya keberadaannya tak terlihat oleh Gavin itu.


'Sampai akhirpun, dirimu memilih wanita lain Gavin' batin Aurell dalam hati.


'Sepertinya jika aku menjauhimu adalah pilihan yang tepat' batinnya, setelah itu ia memasang wajahnya yang tadi sendu kini ia rubah menjadi wajah datar nan dingin, wajah itulah yang jarang ia perlihatkan bagi orang-orang yang mengenalinya.


Salah satu orang berpakaian hitam menghampiri Aurell, Aurell berdiri dengan tenang saat orang itu memberikannya secarik kertas.

__ADS_1


Aurell membukanya.


'Saatnya.. '


Tertanda; Sharky


Aurell meremas kertas itu, namun tanpa sadar senyum semirknya muncul dibibir cantiknya itu.


Aurell berjalan kearah kerumunan dan menghilang tanpa orang sadari.


"Tetap berada disisiku Aurell, jangan pergi kemana-mana" ucap Sagarr, saat ia berbalik namun Aurell sudah tak ada disampingnya.


"Aurell?" panggil Sagarr namun sang empun sudah tak ada.


"Dimana Aurell?" gumamnya bingung.


"Sial" umpat Sagarr setelah itu ia merogoh sakunya dan mengambil benda pipih miliknya itu.


"Joy! Cepat cari keberadaan Aurell" ucap Sagarr tanpa basa-basi, setelah itu ia menutup telfonnya secara sepihak.


"Sialan! Aku benar-benar kecolongan, sebenarnya siapa dirimu Aurell?" gumam Sagarr yang merasa pusing dengan sosok Aurell, yang terkesan misterius itu.


Sosok misterius dengan berjumlah sepuluh orang itu, tengah mengepung para pentinggi yang berada dimeja tamu, khusus pentinggi itu.


"Sayang.. Siapa mereka semua? Mengapa orang-orang itu sangat aneh?" kata Sinta yang merupakan ibu kandung dari seorang Gavin Adhitama.


"Tenang sayang... Aku juga tidak tau, tetaplah berada dibelakangku" ucap Adhitama kepada istrinya itu.


"Hei! Siapa kalian sebenarnya? Mengapa kalian membuat keributan disini!" ucap Sanjaya pendiri acara sekaligus pemilik kampus itu.


Mereka tak menjawab, namun tiba-tiba salah seorang lelaki berprawakan tinggi maju dengan langkah angkuhnya itu, ia muncul dari arah kerumunan namun tak disadari oleh orang-orang yang ada disana.


Lelaki itu menyelipkan kedua tangannya disaku celananya, senyum semirknya tak pernah lepas dari bibir seksinya itu.


"Wel... Wel.. Wel.. Halo tuan-tuan! Lama tak pernah berjumpa ya?" ucapnya diselingi senyuman yang membuat orang disekitarnya merasa merinding.


"Ka-kau!" ucap Antoni sambil menunjuk jarinya kearah pria yang ada dihadapannya itu.


Sedangkan Eira yang ada disebelah Gavin itu, menutup mulutnya.


"Bukankah itu Jek?" gumam Eira bingung.

__ADS_1


Gavin merenung, seperti ada hal yang ia pikirkan saat ini.


"Bagaimana kau bisa ada disini?" tanya Antoni merasa terkejut.


Pria berpakaian serba hitam yang tak lain adalah Jek itu tengah mengetuk-ngetuk dagunya dengan jarinya itu.


"Hemm, entah lah" jawab Jek dengan nada santai.


Adhitama yang sedari tadi diam itu melepaskan tangan istrinya yang memeluknya dan berjalan maju, menghadap tepat didepan Jek.


"Ada urusan apa kau ada disini" ucap Adhitama dengan intonasi dinginnya.


"Jangan berlagak sok tak tau, tuan! Anda pasti tau tujuan saya tiba-tiba datang kesini" ucap Jek masih dengan nada santainnya dengan senyum seolah meremehkan.


Antoni berjalan mendekati Adhitama, ia lalu berbisik.


"Bagaimana ini tuan?" tanya Antoni yang seperti ketakutan itu.


Jek melipat tangannya. "Eiyyy.. Simpan dulu rasa terkejut kalian itu, aku masih ada kejutan spesial untuk kalian, jadi simpan itu baik-baik ya" kata Jek diiringi tawa kecilnya.


"Apa maksudku?" tanya Adhitama mengejutkan keningnya.


Sedangkan Sagarr yang masih mencari keberadaan Aurell itu, tiba-tiba mendapat pesan dari asistennya.


¦Tuan, ada hal penting yang harus anda ketahui.


Sagarr mengerutkan keningnya kala membaca pesan dari Joy asistennya.


"Apa maksud Joy?" gumam Sagarr.


Namun satu pesan muncul lagi dari Joy, dan tanpa disadari Sagarr melototkan matanya.


¦Sebenarnya Aurell adalah orang yang anda cari tuan, dia merupakan putri dari keluarga AUSTERLITZ, ayahnya merupakan pemimpin dari anggota Sarky, dan penerusnya saat ini tak lain adalah putrinya sendiri.


Seketika nafas Sagarr tercekat, ia tak percaya jika Aurell lah yang selama ini ia cari, teman kecilnya dan sekaligus cinta pertamanya. Sungguh! Sagarr tak benar-benar tak menyangka takdir mempertumakan Aurell dengan cara yang membuatnya tak bisa berkata-kata lagi.


Sagarr memutar tubuhnya dan berjalan cepat kearah kerumunan, sudah dipastikan jika Aurell akan muncul ditengah kerumunan itu, dan dugaannya benar, Aurell sudah tepat didepan para petingi yang membuat mereka tercengang, diam membeku.


Bersambung.


Nahh.... Terungkaplah identitas Aurell... Huhu, yang kalian tunggu-tunggu selama ini, rasa penasaran kalian yang membuat kalian greget selama ini^_^ sudah tercapai semua, terimakasih sudah menunggu dengan sabarnya wkwk, maappin othorrr yang selalu membuat kalian penasaran.....

__ADS_1


Okee, jangan lupa komennya ya...


__ADS_2