
Malam hari waktu menuju jam 19:04, itu berarti acara pertunangan akan segera dimulai. Semua mahasiswa dan mahasiswi yang ada dikampus Western University itu berkumpul digedung apartemen super mewah milik orang tua Eira, bukan hanya Junior yang datang keacara disana namun para senior pun turut hadir diacara pertunangan itu.
Bisa dilihat bahwa banyaknya tamu undangan yang datang dari sana, mungkin tak semua penghuni kampus itu datang, karena tak semua siswa memiliki waktu sengang.
"Aurell masih belum ada kabar don?" tanya Gustin, yang juga sudah ada diacara itu, bersama dengan Erlan, Doni dan Sagarr.
"Belum" jawab Doni sambil mengeleng.
"Huft... Tuh si Aurell kemana sih? Ngilang gitu aja tanpa jejak" ucap Gustin.
"Emang Aurell apaan? Pake ngomong jejak segala" tutur Erlan.
"Yaa.. Yang namanya sahabat, kalau sahabat satunya ngilang pasti khawatir lah lan, emang lu gak khawatir?"
"Ya, khawatir tin" jawab Erlan.
"Selamat malam semuanya, mohon perhatiannya dulu" ucap seorang pembawa acara pertunangan itu. Semua orang yang tadi riuh kini tenang menyaksikan didepan panggung yang sudah disediakan itu.
"Pertama-tama saya selaku pembawa acara malam ini mau menyampaikan bahwa, acara pertunangan antara putri dari kolega besar dikota ini yaitu tuan Antoni yang akan ditunangkan dengan putra pembisnis terkenal tuan Adhitama, akan segera dimulai, beri tepuk tangan dong"
Prok.. Prok.. Prok.. Semua pun bertepuk tangan, menanggapi pembawa acara tersebut.
"Oke... Terimakasih semua, atas partisipasinya, saya akan mempersilahkan tuan Antoni untuk membuka acara, silahkan tuan Antoni" ucap pembawa acara itu, mempersilahkan ayah Eira untuk naik kepangung.
"Selamat malam semuanya" ucap Antoni.
__ADS_1
"Malam" jawab serempak mereka.
"Saya selaku orang tua dari Eira putri saya! Mengucapkan terima kasih banyak kepada kalian semua yang menyempatkan datang keacara sederhana ini" kata Antoni sambil menampilkan senyum wibawanya.
"Sederhana coy katanya, sultan mah beda yak!" celetuk Gustin.
"Udah tin, jangan dipikirin nanti lo iri, trus nanti ngiler" ucap Erlan menanggapi perkataan Gustin itu.
"Apa hubungannya coba? Gak nyambung lu" kata Gustin melirik sinis sahabat laknatnya itu.
"Udah! Jangan buat masalah disini, liburin dulu acara perdebatan kalian, kayak anak kecil saja" ucap Doni melerai.
"Si Erlan tuh yang mulai don" gerutu Gustin.
Gustin kesal. "Sialan lo don" gerutu Gustin.
Erlan yang melihat itu tertawa cekikikan. "Sukurin"
"Terimakasih untuk para kolega disini dan juga teman putri saya yang sudah menyempatkan datang kemari, hanya itu yang ingin saya sampaikan terimakasih! Dan nikmatilah hidangan yang sudah kami siapkan" ucap Antoni menutup pembicaraanya dan berlalu menuju meja untuk para keluarga besar. Tentunya disana juga sudah ada orang tua dari Gavin.
Pembawa acara itu, naik lagi keatas panggung. "Oke semuanya, langsung saja tak usah berbasa-basi haha, beri tepuk tangan sekali lagi kepada tuan Antoni dan sekaligus menyambut kedua pasangan yang akan menjadi pemeran utama pada acara malam ini, beri tepuk tangannya yang meriahhh"
Semuanya memberi tepuk tangan yang sangat meriah tak seperti sebelumnya, dua sepasang yang merupakan tokoh utama diacara itu berjalan sambil menautkan tangan mereka. Semua orang terkagum-kagum melihat penampilan mereka yang seperti pangeran dan putri dari negeri dongeng, pasalnya mereka berdua mengenakan baju couple berwarna putih nan elegan.
Semua orang memberi tepuk tangan kembali, kala melihat kedua sepasang insan Gavin dan juga Eira saling bertukar cincin diatas panggung itu.
__ADS_1
"Oke semuanya, sekarang kedua kekasih ini sudah resmi menjadi tunangan, bagi teman-teman yang ingin mengucapkan selamat, bisa naik keatas pagung ini" kata pembawa acara itu, mempersilahkan tamu untuk memberikan ucapan selamat kepada Gavin dan Eira.
Bukanya memberi selamat, semua orang sibuk sendiri dengan ocehan mereka. Semua pandangan mata bukan tertuju pada sepasang tunangan itu, melainkan mereka melihat seseorang yang baru datang yang membuat mereka tak bisa mengalihkan pandangannya.
"Eh! Eh! Kayak gak asing deh sama wajah itu, kayak pernah liat, siapa ya! Aku lupa" kata Sela yang merupakan teman sekomplotan Eira, rupa-rupanya ia juga datang keacara itu tentunya ia datang dengan Mita temannya.
"Kayak Aurell... Deh, tapi masa iya! Aurell secantik itu" kata Mita mengamati penampilan yang menjadi pusat perhatian bagi semua orang itu.
Sedangkan Gustin yang tak jauh dari sana, ikutan menjadi heran. "Eh! Don, itu si Aurell kan?" tanya Gustin.
"Iya itu Aurell" jawab Doni, yang memang sudah mengenali Aurell walau Aurell merubah penampilannya.
"Trus.. Siapa yang sama Aurell itu? Jangan-jangan..." kata Gustin yang melihat Aurell tak sendiri, Aurell datang dengan seorang pria asing yang tidak dikenali oleh semua orang yang ada disana.
Semua orang mulai ricuh dan berbisik-bisik.
"Eh! Eh! Itu si Aurell ya? Gilak penampilannya beda banget sama yang gue liat pas dikampus"
"Bener... Gue kayak gak percaya kalau itu si Aurell, tapi itu cowok yang ada disampingnya siapa? Bule loh, ganteng banget lagi"
"Bener banget, Aurell mantap juga ya! Putus dari Gavin dapet lagi yang lebih bening"
Bisik demi bisik terdengar oleh Aurell, semua orang nampak membicarakannya dengan heboh, namun ia tak ambil pusing, ia tetap berjalan santai menuju panggung dimana Gavin dan Eira berada, ia berjalan sambil menyelipkan tangannya pada lengan milik pria yang ada disampingnnya itu.
Bersambung.
__ADS_1