
°°°°°
Setelah puas bermain ditaman, Sagarr saat ini membawa Aurell kesebuah hotel yang memang sudah dipersiapkan olehnya ketika ia mengajak Aurell berkencan.
Hari pun mulai gelap, jam sudah menunjuk angka 19:20. Dan malam ini gedung yang sudah dipijaki oleh mereka berdua itu tampak luar biasa mewahnya, apalagi nuansanya ketika malam maka akan sangat bersinar terang dan membuat para pengunjung terus berdatangan.
Aurell berjalan tenang mengikuti langkah Sagarr dari belakang, dirinya sesekali mengalihkan pandangannya menatap orang-orang yang berlalu lalang. Sampai ia tak melihat, jika para segerombolan lelaki berjalan kearah sampingnya.
Pandangan Aurell yang tadinya teralih kesamping kanan, kini ia alihkan kembali menatap kedepan. Dan tepat saat ia menengok, salah satu lelaki paling depan, disegerombolan itu menabrak Aurell karena lelaki itu yang tengah asyik melihat handphonenya bersama dengan temannya, sehingga tak melihat kearah depan.
Brukk...
Hanpone lelaki itu terjatuh ketika menubruk tubuh Aurell, Aurell yang tak tahu akan terjadi bertabrakan itu, tubuhnya sedikit oleng.
Lelaki berkulit putih dengan rambut yang sedikit keriting itu, mengumpat kala melihat hanponenya yang retak saat berbenturan dengan lantai keras itu.
"****! Hp mahalku! Rusak, Padahal harga hp ini sangat mahal!" gerutunya kesal, sambil mengambil hanponenya kembali.
Lelaki itu kemudian mengalihkan pandangannya menatap Aurell yang masih dengan gestur biasa, dua tangan yang diselipkan disaku celana, beserta raut wajah yang selalu datar menghiasi wajah cantiknya itu.
"Hei nona! Apa kau tak punya mata ketika berjalan, hah?!" ucapnya dengan nada meninggi.
Dan alhasil semua orang yang berlalu lalang itu mendengarnya, dan membuat Aurell yang masih diam nan santai itu menjadi pusat perhatian. Begitu pula dengan Sagarr, tadinya ia tak tau jika Aurell tertinggal dibelakangnya, namun ketika mendengar suara bentakan itu. Ia pun baru mengetahui jika wanitanya tak ada dibelakangnya, dan malah menangkap sosok wanitanya dikerumunan orang.
Sagarr pun tak mau berlama-lama berdiri disana, ia pun segera menghampiri kerumunan itu bertujuan untuk menyusul Aurell.
Ketika sudah sampai tepat dibelakang Aurell, dirinya yang ingin memanggil Aurell tiba-tiba ia urungkan. Kala melihat seorang pria muda yang berada tepat dihadapan Aurell dan tengah memlototi wanitanya.
"Hei nona! Kenapa kau diam saja? Kau tak bisa bicara, bisu? Apa kau tak tau jika hpku ini sangat mahal dan jarang dijual disemua tokoh, dan kau malah membuat hpku jadi rusak dan tak bisa berfungsi seperti ini. Aku butuh pertangung jawaban, kau harus mengganti hpku!" ucap lelaki itu dengan suara menekan.
Aurell masih diam, ia tampaknya malas meladeni pria muda yang ada didepannya. Mengapa dikatakan pria muda? Karena lelaki yang berteriak didepan Aurell itu masih menggenakan seragam SMA.
Lelaki itu bertambah kesal, ketika tak mendapat tanggapan dari Aurell. "Hei! Kau mengabaikanku? Hah! Dasar wanita tak tau diri, sudah dikasih kesempatan malah berani mengabaikanku." ia yang kesal, langsung manarik tangan Aurell yang masih terselip disaku celananya itu, tentu saja hal itu dilihat oleh Sagarr. Dan membuat pria dewasa itu langsung mengeram saat melihat tangan wanitanya disentuh oleh lelaki lain.
"Hei! Singkirkan tangan-"
__ADS_1
"Akhhh..."
Ucapan Sagarr terputus saat melihat adegan didepannya, saat Aurell dengan santainya memelintir tangan lelaki berseragam SMA itu.
"Aduh.. Aduh, tanganku...... Lepaskan tanganku sialan!" teriaknya sambil mencoba melepaskan tangannya dari tangan Aurell.
Namun Aurell masih diam tanpa ekspresi. "Sebaiknya kau jaga sopan santunmu didepan orang yang lebih tua darimu bocah! Siapa yang mengijinkanmu untuk menyentuhku?" Aurell berkata dengan raut santai.
Lelaki itu mulai ketakutan, ketika melihat raut Aurell yang dingin itu. "A-apa? Kenapa kau malah melakukan ini padaku? Kau yang salah, karena kau yang menabraku. Tapi kenapa kau malah memutar tanganku, ini sakit dasar sialan."
"Bukankah kau sendiri, juga tak melihat jalan kedepan? Kenapa kau malah menyalahkan orang lain atas kesalahanmu sendiri?" Aurell mengangkat satu alisnya, setelah itu ia melepaskan cekalanya lalu beralih melipat kedua tangannya didepan.
"Ap-apa maksudmu? Kau menuduhku hah? Bisa-bisanya kau mengatakan hal omong kosong seperti itu." ia mulai kelagapan, lantas dirinya melihat kearah orang-orang yang tengah mengerubuninya dan baru mengetahui jika sekarang ia tengah menjadi pusat perhatian.
Salah satu lelaki yang berseragam sama sepertinya, menghampiri dirinya."Udahlah.... Gak usah diperpanjang, lu juga kan yang salah gak ngeliat jalan kedepan. Jadi gak usah dibesar-besarin... Mending kita cabut aja disini... Malu tau banyak orang yang lihat." ia berbisik tepat ditelinga temannya.
"Gak mau gue, sebelum hp gue diganti ama yang baru." kuekehnya.
"Tapi hp lo kan hp bekas, kw lagi." bisikannya lagi.
Temannya sendiri itu hanya bisa mengeleng saja, ia sudah memperingatkan namun tak didengarkan.
"Ayo ganti hpku ini! Kau sudah merusaknya! Jika kau tak mau ganti, maka aku akan melaporkanmu pada polisi." tekannya dengan nada mengancam, namun lagi-lagi Aurell tak merasa takut dengan ancaman itu.
"Hei! Kenapa kau hanya diam saja?!" teriaknya.
Namun tiba-tiba Sagarr maju menghampiri lelaki berseragam SMA itu, Sagarr lalu mendekatinya lalu berdiri tepat didepan lelaki itu.
"Ka-kau siapa?" gagapnya ketika melihat Sagarr yang jauh lebih tinggi darinya. Dan mau tak mau, ia harus mendongakkan kepalanya ketika melihat, wajah Sagarr.
"Kau mau hp baru?" Sagarr berucap, namun tak lupa tangannya yang juga terselip disaku celananya.
Lelaki yang didepan Sagarr itu, mengangguk.
Sagarr tersenyum tipis sebentar, "Kemarilah!"
__ADS_1
Semua orang dibuat bingung atas ucapan ambigu dari Sagarr itu.
"Ya tuan!" tibalah Joy yang menghampiri Sagarr.
"Bawalah bocah-bocah ini! Dan masukan kekantor polisi, agar orangtuanya bisa menjemput mereka."
Bak tersambar petir, para lelaki muda yang berseragam SMA itu dibuat terkejut dan ketakutan.
"Baik tuan! Sesuai perintah anda." jawab Joy dengan menundukkan kepalanya sejenak.
Joy lalu beralih menatap para bocah SMA itu, "Mari anak-anak, ikutilah dengan kakak."
"Hah? Kenapa kami harus mengikutimu? Aku meminta dia untuk ganti rugi! Bukan untuk dimasukkan dipenjara...." teriak lelaki itu ketika Joy menggiring segerombolan anak SMA itu dengan paksa.
"Hei! Lepaskan kami!" teriaknya lagi, yang sudah menjauh dari jangkauan Sagarr dan Aurell.
Sagarr tersenyum sebentar melihat keributan itu, lalu ia kembali membalikkan badannya dan menatap wanitanya dengan tatapan ceria, bak merasa tak punya dosa ketika ia berbuat licik kepada anak-anak remaja, beberapa menit yang lalu itu.
"Bereskan?" tanyanya dengan cengiran.
Aurell membalasnya dengan senyum miring, "Kau patut dijadikan panutan."
Sagarr tertawa kencang mendengarnya, ia lalu merangkul pundak Aurell.
"Baiklah... Sekarang urusannya sudah selesai. Lebih baik kita lanjutkan kembali perjalanan kita tadi." tutur Sagarr dengan menatap mata Aurell dengan tatapan lembut.
Aurell mengangkat satu alisnya, "Dengan kau merangkulku seperti ini?"
Sagarr mendekatkan bibirnya pada daun telinga Aurell, "Agar kau tak disentuh lagi oleh pria lain." bisiknya, dengan senyum miring dibibir tipisnya.
Aurell seketika menggigit bibirnya, pipinya dibuat panas ketika mendengar bisikan itu.
Bersambung.
Mapkan Author ya.. Men temen, Author telat up lagi, soalnya gak punya kuota hehe. Semoga kalian masih betah baca novel Author yang gak terlalu seru ini, ya... 🙈😗
__ADS_1