Dia Wanitaku

Dia Wanitaku
Kedatangan Gerland


__ADS_3

Sosok pria asing, khas keturunan Jerman baru saja turun dari jet mewah, tentu saja itu miliknya.


Pria berbadan tegap itu berjalan kearah mobil yang memang dipersiapkan untuknya.


"Kita jalan sekarang" titahnya.


"Baik tuan" setelah pria itu memasuki mobilnya, mobil itu melaju cepat kesuatu tempat yang hanya ia yang tau.


Sesampainya ditempat, ia bersama dengan pengawalnya berjalan dengan santai memasuki gedung yang sudah lama tak terpakai itu. Samar-samar saat ia berjalan memasuki ruangan itu, ia melihat banyaknya orang yang menghalangi tujuan utama. Namun ia mengerutkan keningnya kala melihat sosok pria yang tak asing dimatanya.


"Jek?" gumamnya. Ya! Jek lah yang ia lihat itu, sosok pria yang merupakan kaki tangannya, atau anggota Sharyk kepercayaanya.


"Sedang apa kalian!" ucapnya, yang membuat semua pasang mata melihat kearahnya.


Jek membukukan badannya. "Anda datang tuan.." jedanya. "Gerland!" lanjutnya.


Sosok pria berdarah Jerman itu berjalan mendekat kearah Jek. Ia menepuk bahunya.


"Tunjukkan, dimana putriku berada!" ucap Gerland langsung pada intinya.


Jek tersenyum. "Mari, putri anda ada didalam tuan, nona sedang menangani mangsanya" ucap Jek dengan nada santainya.


"Ucapan mu tak ada berubahnya Jek, selalu saja kasar" ujar Gerland.


Jek terkekeh pelan. "Anda sangat tau itu tuan, mari saya antar kearah nona" kata Jek sambil menggiring Gerland masuk kedalaman ruangan dimana Aurell berada.


Sedangkan Sagarr masih terdiam bingung dengan situasi yang ia lihat itu, apalagi mendengar ucapan pria asing yang baru saja datang itu.


"Joy! Kau tau siapa pria barusan itu?" tanya Sagarr pada asistennya.


Joy menganguk. "Ya tuan, pria itu Gerland! Ayah dari nona Aurell" jawab Joy.


Sagarr menganguk. "Hemm, ternyata calon mertua ya" gumam Sagarr dengan senyum anehnya.


"Kenapa tuan?" tanya Joy yang sedikit mendengar gumaman Sagarr.


"Tidak, tidak ada, ayo kita masuk sekarang aku sudah tidak sabar ingin menemui Aurell" ucap Sagarr yang langsung masuk mengikuti Jek dan Gerland yang sudah lebih dulu masuk keruangan itu.


...----------------...

__ADS_1


Sesampainya diruangan, Gerland dan juga Sagarr disuguhi pemandangan yang bisa dibilang sangat mengerikan dimata. Dikarenakan ruangan itu hampir tertutup oleh bercak darah, sekaligus rintihan kesakitan dari suara Antoni membuat suasana itu jadi lebih mengerikan.


Sagarr mengelengkan kepala. "Astaga.. Ruangan ini, seperti ruangan pembunuhan saja" ia lalu melirik Aurell yang tengah fokus pada pistolnya.


"Dan apa itu? Mengapa wanitaku itu membawa benda kasar itu? Itu tak cocok dengannya, seharusnya ia membawa gelas alkohol saja karena itu lebih cocok dengan wajah hotnya itu" oceh Sagarr tak jelas, membuat Joy yang ada disampingnya menghela nafas merasa jengah dengan sifat atasannya itu.


"Aku akan menghampirinya, dan membuang benda bangsat itu" ucapnya bersungut-sungut, namun saat ia ingin melangkah, suara bariton milik Gerland membuat dirinya menghentikan langkah kakinya itu.


"Berhenti Aurell!" teriak Gerland pada Aurell, yang membuat Aurell menghentikan aksinya.


"Ouhh... Kau datang, untuk melihatmu ya ayah!" ucap Aurell lalu berjalan mendekat kearah Gerland.


Aurell tiba-tiba saja langsung membungkukan badannya. "Selamat datang tuan Gerland!" ucap Aurell memberikan salam kehormatan, seperti yang dilakukan anggota Sharky padanya.


Gerland yang melihat putri semata wayangnya itu, mengela nafas berat. Ia sudah lama tak melihat putrinya itu, tapi kenapa! Bukanya Aurell rindu padanya, Aurell malah semakin menunjukan sikap dinginnya padanya, seperti halnya hanya menganggap atasan dan bawahan saja.


"Aurell... Sudah jangan terus membungkuk, aku tak mau melihatmu seperti itu" ujar Gerland berkata lembut.


Aurell menegakan kembali tubuhnya. "Kenapa? Bukannya bawahan harus memberi hormat pada atasan ya?" tanya Aurell santai.


"Aku ini papamu bukan majikanmu" terang Gerland.


"Papa?" tanya Aurell, Aurell lalu mengeleng dan tersenyum remeh. "Bukan! Bukan papa, melainkan ayah pengecut, papaku yang ku bangakan sudah hilang sejak dia meninggalkan aku dan mamaku" lanjutnya, membuat hati Gerland terenyuh sakit mendengar penuturan Aurell.


"Maaf tuan Gerland! Jangan menganguku dulu, aku ingin menyelesaikan hama disini, jadi! Jika ingin mengajak diskusi maka nanti saja, setelah aku membereskan semuanya" jelas Aurell santai dengan nada datarnya, lalu berjalan kearah dimana Gavin dan orangtua nya berada.


Aurell lalu bersiap kembali ingin menodokan pistolnya kearah Sinta.


Namun pergerakannya lagi-lagi terhenti, kala dua pengawal Gerland menangkap Aurell dan menarik pistol itu dari tangan Aurell.


"Apa yang kalian lakukan? Lepaskan aku!" teriak Aurell memberontak dengan kencangnya. Dua anggota pengawal itu hampir kesusahan menangani Aurell yang tenaganya cukup besar itu, namun untung saja tenaga mereka bisa mengibangi Aurell.


"Maafkan papa Aurell... Papa tak mau kamu bertindak terlalu jauh, cukup sampai disitu saja Pembalasan dendam mu, sebagian yang tersisa adalah urusan papa.. Jadi lebih baik kamu mengistirahatkan tenagamu, karena misimu sampai disini saja" jelas Gerland berkata bijak.


"Apa kau bilang? Sampai disini saja katamu? Aku belum puas dengan ini semua... Sebelum mereka mati! Aku ingin mereka mati! Agar mereka bisa merasakan apa yang mamaku rasakan!" teriak Aurell tak terima.


"Lepaskan aku brengsekkkk!" Aurell terus memberontak, sepertinya emosinya sudah menutupi kesadarannya itu. Sehingga ia terus saja ingin melanjutkan aksinya itu.


"Bawa Aurell pergi dari sini! Jek, kau temani putriku" titah Gerland.

__ADS_1


Jek menganguk."Baik tuan"


"Mari ikut saya nona!" ucapnya lalu membawa Aurell bersama dengannya.


"Lepaskan aku... Lepaskan..." lagi-lagi Aurell terus berteriak walau sudah dibawa pergi dari ruangan itu.


Gerland mengela nafas lelah. "Kalian semua! Bawa mereka keluar dari bangunan ini"


"Baik tuan"


Setelah itu, para anggota Sharky membawa keluarga Gavin dan Eira keluar dari ruangan itu, entah mau dibawa kemana. Yang pasti, hanya Gerland yang tau.


Saat Gerland ingin melangkah pergi, Sagarr segera saja menghentikannya.


"Tuan!" panggil Sagarr.


Gerland menengok kearah Sagarr. "Ya?" tanya Gerland bingung.


Sagarr tersenyum. "Apakah saya boleh ikut bersama tuan?" ucap Sagarr yang membuat para anggota Sagarr menganga.


"Ikut bersamaku? Apa alsanya?" tanyanya bingung.


"Alasannya tidak ada, saya ingin ikut bersama anda hanya menyangkut tentang Aurell" ujar Sagarr dengan tenang.


"Kenapa dengan putriku? Apa hubungan mu dengan Aurell?" tanya Gerland semakin bingung.


Lagi-lagi Sagarr tersenyum. "Karena saya adalah kekasih putri anda" ucap Sagarr dengan percaya dirinya, padahal ia bahkan belum menyatakan perasaannya pada Aurell.


Ucapkan Sagarr itu membuat Gerland seketika menganga. 'Apa iya? Putriku punya kekasih? Tapi mengapa, aku tak pernah tau akan hal itu? Bahkan orang-orang ku tak pernah mengatakannya saat mereka mengawasi puriku? "gumam Gerland dalam hati, yang sedang memikirkan sesuatu yang sangat membingungkan dan hal itu disebabkan oleh Sagarr seorang.


Bersambung.


Hehe Sagarr gitu loh😆


Yuk, jika suka episode ini jangan lupa dukung authorr agar makin semangat ngetiknya.


Pict foto, sebagai pemanis💋


Aurellia❤️Sagarra

__ADS_1




__ADS_2