Dia Wanitaku

Dia Wanitaku
Bab 16


__ADS_3

Pagi hari dikampus Amel, semua mahasiswa sudah pada heboh. Minggu depan ulang tahun kampus mereka dan akan ada acara. Semua sudah mendaftar untuk menunjukkan bakat yang mereka miliki. Tak terkecuali band yang dinaungi Bagas dan teman-temannya. Itu yang membuat suasana kampus menjadi semakin heboh terutama untuk kaum wanita.


Bagas dan teman-temannya memang idaman kaum hawa. Ganteng dan kaya, wanita mana coba yang enggak nolak jadi kekasihnya.


Sedangkan disana dikantin kampus, seperti biasa Amel dan teman-temannya tengah menikmati makanan yang mereka pesan. Entahlah dari mana datangnya Didit tiba-tiba dia sudah berada dibelakang Amel, seketika Amel langsung tersedak karna dikagetin Didit.


"Didit loe mau Amel mati ya?" bentak Rea, merasa bersalah Didit langsung meminta maaf sama Amel


"Amel... aku minta maaf yaa aku gak bermaksud...." ucap Didit


"Gue gak papa" saut Amel sebelum Didit menyelesaikan ucapannya


"Oh yyaa.... Mel, ulang tahun kampus loe mau sumbang apa?" tanya Didit


"Gue sumbang doa" jawab Amel


"Suara loe bagus Mel, kenapa loe gak mau nyanyi?" tanya Rena


"Loe tau kan gue itu gak pede, so gue mau jadi penonton aja"


Sedangkan Bagas dan teman-temannya sudah mulai sibuk latihan, mereka ingin memberikan yang terbaik karna ini adalah tahun terakhir mereka dikampus ini.


"Gas, loe ikut nyanyi yyaa tar?" pinta Doni


"Kagak, loe aja yang nyanyi" tolak Bagas


"Pengusaha muda ayolah, ini kan tahun terakhir kita disini masak loe tetap gak mau sumbangin suara merdu loe" ucap Doni berusaha merayu, Bagas hanya tersenyum dan langsung pamit sama teman-temannya.

__ADS_1


"Guys gue cabut dulu yyaa...."


"Loe mau kemana sih buru-buru amat" ujar Rian teman Bagas


"Ada urusan gw" jawab Bagas singkat


"Paling juga urusan cewek" celetuk Doni


"hahahaha tau aja loe" ujar Bagas dan langsung pergi


Amel sedang menunggu taksi tapi entah kenapa hari ini taksi susah sekali, sedangkan Rea dan yang lain sudah pulang duluan. Tak sengaja Bagas melihat Amel, dia menghentikan mobilnya pas didepan Amel.


"Mau pulang?" tanya Bagas setelah menurunkan kaca mobilnya


"Iya.." jawab Amel singkat


"Siapa perempuan itu, apa hubungan dia sama Bagas, kenapa Bagas sampai mau mengantarnya" Gumam Karin "Loe udah ambil Bagas dari gue maka akan gue buat perhitungan sama loe" lanjutnya


Disana didalam mobil, entah kenapa mereka tak seperti biasanya, kalau biasa mereka ngobrol receh, bercanda tapi kali mereka macam canggung, entah kenapa. Amel yang biasanya lebih cerewet kini dia diam seribu bahasa sambil menatap luar dari kaca mobil.


"Eehheemm..." dehem Bagas "Tumben loe diam?" tanya Bagas mencoba maencairkan suasana


"Eh.. enggak gak papa" jawab Amel "Oh yyaa.... aku kemarin lihat kakak pelukan diparkiran kampus, apa dia pacar kakak?" tanya Amel pelan dan ragu


"Kenapa? apa kamu cemburu?" tanya Bagas yang masih fokus menyetir


"Enggak... bukan begitu"

__ADS_1


"Begitu juga gak papa kok, aku malah senang" ucap Bagas


Seketika Amel langsung tersenyum geli mendengar jawaban Bagas, "Ge'er" ucap Amel "Aku cuma gak enak aja tar dikira aku perebut pacar orang lagi" ucap Amel mencoba menjelaskan


"Dia memang begitu Mel, gue risih dikejar-kejar terus sama dia, gue gak suka cewek kayak gitu" ujar Bagas dan Amel hanya mengangguk sebagai jawaban mengerti "Oh yyaa... gue boleh mampir kerumah loe ya?" pinta Bagas


"Ngapain?" tanya Amel sedikit bingung


"Gue rindu masakan loe" kata Bagas sambil menatap Amel dan kembali fokus melihat jalan


"Ya udah, kamu mau dimasakin apa?" tanya Amel


"Capcay aja" jawab Bagas


"Ya udah kita singgah di supermarket sebentar ya, kita beli sayur dulu"


"Siap adik cantik"


Tanpa mereka sadari ada mobil yang mengikuti mereka bahkan ketika mereka belanja pun gadis itu tetap mengikutinya. Rasanya sakit, melihat orang yang kita cintai jalan sama wanita lain. Tapi tidak, dia masih terus mengikutinya, dia tidak memperdulikan rasa sakitnya rasa penasarannya mangalahkan rasa sakitnya.


Amel dan Bagas belanja bak sepasang suami istri. Amel yang memilih sayur dan Bagas yang mendorong trolinya, sambil sesekali mereka bercanda. Tak jarang Bagas menggoda Amel. Setelah selesai belanja meraka langsung kembali pulang.


Tak lama mereka sampai di rumah Amel, Bagas langsung mengambil belanjaan yang tadi mereka beli dan membawanya kedalam. Bagas meletakkannya didapur, sedangkan Amel, langsung masuk kekamarnya untuk membersihkan diri. Tanpa polesan make up Amel kembali kebawah karena dia tidak mau Bagas menunggunya terlalu lama.


Bagas hanya bisa melongo menatap Amel menuruni tangga. Dia tidak pernah melihat Amel sesegar ini. Ya... wajahnya lebih segar setelah selesai mandi, bahkan tanpa make up pun dia terlihat amat cantik.


"Maaf membuatmu menunggu" ujar Amel setelah sampai dibawah, seketika ucapan Amel menyadarkannya

__ADS_1


"iya gak papa" jawab Bagas


__ADS_2