
Sampai dirumah setelah jalan sama Bagas tadi Amel masih selalu kepikiran dengan omongan Bagas. Amel selalu mencoba melawan omongan Bagas dari dalam pikirannya. Tapi semakin dia lawan semakin terngiang-ngiang dipikirannya.
"aadduuhh.. gw kenapa kepikiran omongan si playboy tengik itu terus sih" gumam Amel sambil menggaruk-garuk kepalanya
"tapi ada benernya juga sih omongan Bagas"
"enggak-enggak gw harus yakin kalau dia di sana juga setia sama gw, iya dia setia sama gw" ucap Amel meyakinkan dirinya.
Waktu menunjukkan pukul 02:00 tapi Amel masih juga belum bisa tidur. Hatinya resah dan pikirannya gelisah.
Begitupun dengan Bagas, entah kenapa akhir-akhir ini Bagas lebih sering memikirkan Amel. Bagas begitu khawatirnya sama Amel, Bagas takut kalau Amel tersakiti.
Mungkinkah Bagas mulai mencintai Amel?????
Keesokan harinya ketika dikampus, Bagas melihat Amel duduk melamun sendiri ditaman kampus dan tanpa pikir lama Bagas pun langsung menghampiri Amel dan duduk disebelah Amel.
"sendirian aja non? " sapa Bagas yang membuat Amel kaget "temen lu mana? " tanya Bagas
"nggak masuk" jawab Amel kurang semangat
"mel... dinner yuk? " ajak Bagas
"kenapa lu gak ajak cewek lu? " tanya Amel
"gw lagi kosong mangkanya gw ngajak lu" jawab Bagas santai
"hahahaha.. seorang Bagas jomblo" ledek Amel tak percaya
__ADS_1
"gimana? mau nggak? " tanya Bagas
"boleh.. tapi lo jemput gw yya..... " pinta Amel
"ssiiiaappp"
"ya udah gw kekelas dulu" pami Amel
Pandangan Bagas hanya tertuju pada Amel. Bagas terus memperhatikan Amel sampai Amel benar-benar hilang dari pandangannya.
Entah kenapa hati Amel tiba-tiba dagdigdug. Tidak seperti biasanya, mungkin karna ini kali pertama dia diajak dinner Bagas.
Amel kelihatan sangat anggun dan cantik malam ini. Dres yang ia kenakan sangat pas dibandannya ditambah sedikit polesan make up, semakin melihatnya aura kecantikan Amel.
Bagas sengaja menunggu Amel didalam mobil karena dirumah Amel sedang tidak ada orang makanya Amel menyuruh Bagas menunggunya dimobil.
"Gas... ayyuukk keburu malam lhow" ajak Amel
"oohhh.. iya iya ayuukk" jawab Bagas tersadar dan langsung melajukan mobilnya.
Diperjalanan Amel lebih banyak diam begitu juga dengan Bagas. Entah apa yang terjadi dengan mereka, tidak seperti biasa Amel tidak bisa berkata-kata didepan Bagas. Karna malam ini Bagas juga sangat tampan.
"Mel..... " panggil Bagas
"iya.... " jawab Amel sambil lalu menoleh ka Bagas dan menatapnya
"yaa.. tuhan kenapa aku baru sadar kalau ternyata Bagas benar-benar tampan" ucap Amel dalam hati sambil terus menatap Bagas
__ADS_1
"lo kenapa natap gw seperti itu? " tanya Bagas
"aahh.. oohh... enggak, nggak papa" jawab Amel terbata-bata
"Amel... coba lo belum punya pacar mungkin gw udah jadiin lo istri gw" ucap Bagas dalam hati yang masih fokus menyetir sambil sesekali melirik Amel
"gas... lo kenapa sih diam trus dari tadi? " tanya Amel
" lo cantik malam ini sampai gw enggak bisa berkata-kata" jawab Bagas mamuji Amel
Amel yang mendengar pujian Bagas hanya tersipu tersenyum malu, karena memang selama ini Bagas tidak pernah memujinya.
Ketika mereka lagi diperjalanan dan asyik ngobrol tiba-tiba ponsel Amel bunyi.
"halo.... "
[...........]
Amel menutup telponnya dan air matanyapun tak dapat terbendung lagi. Bagas yang melihat Amel menangis dengan tiba-tiba pun langsung kaget dan bertanya.
"kenapa mel? " tanya Bagas bingung
"Mama aku gas... mama aku serangan jantung" jawab Amel sambil terisak
"kita kerumah sakit! " ucap Bagas
Bagas pun langsung memutar arah mobilnya dan langsung menuju rumahsakit dimana mama Amel dirawat.
__ADS_1