
°°°°°
Saat ini Gerland membawa Adhitama beserta istri Adhitama, Sinta dan juga Antoni kerumah sakit. Rupanya hati nurani Gerland masih ada dan tetap berjalan, walaupun ia tau jika keluarga Adhitama membuat hidupnya menderita sekaligus merenggut hidup istri tercintanya.
Gerland memasuki ruangan dimana keluarga Adhitama itu berada, kebetulan Gavin juga ada diruangan itu menemani orangtuanya yang masih terbaring lemah itu.
Gavin yang melihat keberadaan Gerland, langsung berdiri dari duduknya.
"Apa kamu yang namanya Gavin?" tanya Gerland membuat Gavin sedikit terkejut, lantaran tanpa diduga Gerland mau berbicara dengan Gavin keturunan dari Adhitama.
"Iya, saya Gavin." jawabnya.
"Apa kamu putra dari Adhitama?" tanya Gerland lagi.
Gavin menganguk sebagai jawaban.
Gerland berjalan mendekati Gavin, ia lalu menepuk kedua bahu Gavin. "Kamu memang anaknya, tapi jangan pernah mengikuti jejak orangtua mu. Kamu tau kan? Jika orangtua mu saat ini tengah menjalankan bisnis obat-obatan terlarang, semua penghasilan dari orangtua mu selama ini adalah hasil dari menipu dan juga pengedar narkoba." jelas Gerland, membuat Gavin kembali terkejut.
"Apakah anda juga merupakan korban dari penipuan orangtua saya?" tanya Gavin sedikit menundukkan kepalanya.
Gerland menghela nafas. "Ya, saya juga merupakan korban mereka" jawaban dari Gerland membuat Gavin semakin menundukkan kepalanya, merasa bersalah.
"Saya tidak menyangka, jika orangtua yang selama ini kuangap seperti malaikat, bisa berbuat sekejih itu. Bahkan aku anaknya sendiri tak pernah tau akal busuk mereka" ujar Gavin sambil melihat kearah orangtuanya yang tengah terbaring lemah.
"Jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri, orangtua mu memang sangat bersalah. Tapi jangan pernah membenci mereka atas perbuatan mereka saat ini, mereka tetap orangtua mu, orang yang membesarkan mu. Jadi jangan pernah mengatakan kata-kata yang akan membuat hati orangtua hancur, karena sesungguhnya kebahagian anak adalah kebahagian orangtua juga, jadi kalau kau mengatakan jika kau membenci mereka, maka orangtua mu akan merasa hancur dan sakit hati" jelas Gerland membuat Gavin menatapnya tak percaya.
"Tentunya saya mengatakan ini, karena saya pernah merasakannya. Kamu tau itu! Jika Aurell adalah putri saya, satu-satunya anak yang aku cintai, melihatnya membenciku saja sudah membuat hati orangtua ini sangat sakit dan sedih" lanjutnya dengan raut yang sendu.
Gavin mencerna semua perkataan Gerland, ia memang sedikit membenci orangtuanya. Karena mengetahui fakta yang bahkan ia sendiri tak tahu, dan melupakan fakta bahwa Aurell adalah teman semasa kecilnya.
__ADS_1
Gavin tak bisa berbuat apa-apa, orangtuanya saat ini tengah terbaring lemah seperti tak ada tanda-tanda kehidupan. Gavin tak bisa terlalu membenci orangtuanya, karena orangtuanya yang membesarkannya dan membiayainya selama ini.
"Terimakasih atas ucapan anda tuan, saya memang sempat ingin membenci orangtua saya. Tapi saya ingat, saya ini hanya anak sekaligus manusia yang tak luput dari segala kesalahan, begitupun dengan orangtua saya"
"Jadi, atas nama orangtua saya! Saya memohon maaf kepada anda, mengenai kesalahan orangtua saya yang selama ini berbuat jahat kepada anda dan keluarga anda" ucap Gavin dengan bersunguh-sunguh dan membungkukan badannya.
"Sudah-sudah, jangan seperti ini. Saya sudah memaafkan orangtua kamu, tapi kesalah tetaplah kesalahan, orangtua mu tetap harus menjalankan hukuman dan juga setelah ini aset keluargaku tak akan selamat. Yang mana artinya semua harta orangtua mu akan habis untuk membayar semua kesalahan orangtua mu" jelas Gerland, mengangkat tubuh Gavin kembali berdiri tegak.
"Saya mengerti tuan, dan saya sendiri yang akan mengantar mereka kepenjaran untuk melakukan hukuman atas kesalahan mereka" jelas Gavin.
Gerland tersenyum mendengar ucapan Gavin itu, ia lalu menepuk kembali bahu Gavin. "Kamu adalah anak yang pintar dan cerdas, ingat satu hal! Jangan pernah mengikuti jejak orangtua mu. Kejarlah impianmu yang kamu inginkan, karena itu merupakan jalan yang lebih baik"
Setelah mengatakan itu, Gerland lalu berjalan keluar dari ruangan itu.
"Terimakasih banyak tuan Gerland, anda merupakan orang yang berhati mulia" gumam Gavin.
...----------------...
Setelah diseret oleh anggota dari Gerland itu, kini Aurell tengah melamun diruangan utama. Bisa dikatakan Aurell saat ini tengah berada diapartemen mewah milik papanya itu.
Tukk....
Tiba-tiba saja pipinya menjadi dingin, seperti ada benda yang menempel pada wajahnya itu.
Aurell menengok kesamping, dan tiba-tiba saja terlihatlah seorang pria berprawakan tinggi tengah tersenyum kearahnya.
"Halo nona" sapanya, Ya! Orang itu tak lain dan tak bukan adalah Sagarr seorang. Siapa lagi kalau bukan dia?
Aurell hanya bisa menghembuskan nafasnya, ia lalu mengalihkan pandangannya kedepan.
__ADS_1
"Kenapa melamun saja?" tanya Sagarr lalu meletakkan kota susu yang ia bawa itu kemeja yang ada didepannya.
"Kenapa kau kesini? Siapa yang mengijinkanmu kesini" ucap Aurell yang mengacuhkan pertanyaan Sagarr.
"Eh.. Kok malah nanya balik sih, aku kesini ya atas izin papa mertua lah" jawab Sagarr dengan gamblangnya.
Aurell langsung saja menatap sinis kearah Sagarr. "Siapa yang kau bilang mertua itu hah? Dasar pria tak jelas, banyak omong kosongnya" ujar Aurell tersulut emosi. Sepertinya emosinya saat ini belum sepenuhnya reda, karena tujuannya belum sepenuhnya terwujud itu.
"Tentu saja papamu sendiri, siapa lagi? Masa papaku sih, kan aneh" ledek Sagarr.
Aurell menatap datar kearah Sagarr, lalu tanpa diduga ia langsung mengambil kotak susu itu dan melemparnya tepat diwajah Sagarr. Tentu saja membuat sang empun merem melek, karena terkena cipratan isi dari kotak susu itu.
"Oh, nona... Kau benar-benar" geram Sagarr mencoba menahan kekesalannya.
Bersambung.
Maap ya guys gak bisa up kemarin😔 kemarin author kecapean jadi gak bisa up, jadi baru bisa sekarang author upnya...
Setelah membaca jangan lupa tinggalkan jejak💋
Inilah dia, cogan-cogan berkumpul🤨
Sagarr❤️Gavin❤️Doni
__ADS_1