Dia Wanitaku

Dia Wanitaku
Bab 12


__ADS_3

"Nanti pulang tunggu aku ya, kebetulan aku hari ini lagi kosong, aku pengen ngajak kamu jalan-jalan" send, be begitulah isi pesan Bagas ke Amel


"Makasih kakak tampan, alangkah baiknya kalau kakak tampan pulang duluan soalnya Amel masih ada tugas sama teman-teman" send


Kakak tampan, iyokah? gumam Bagas, walaupun Bagas kecewa tapi dia mengerti kalau tugas kampus memang lebih penting daripada sekedar jalan-jalan.


Setelah membaca pesan dari Amel, Bagas langsung cabut, sebenarnya masih ada satu mata kuliah lagi tapi Bagas ijin karena gak enak badan. Bukan karna gak enak badan sih sebenarnya tapi Bagas lagi kurang mod aja.😆


Sedangkan disana_ Amel sudah selesai jam kuliahnya hari ini dan dia langsung cabut sama Rea. Mereka hanya ingin jalan-jalan karna sudah lama mereka gak jalan bareng.


Dipusat perbelanjaan di Ibu Kota Rena sama Tantri sudah menunggu Amel sama Rea, kebetulan Rena sama Tantri hari ini gak ada jam kuliah jadi kesempatan dong mereka bisa kumpul, kapan lagi coba bisa kumpul begini. Amel sudah rindu sama kedua temannya itu karna akhir-akhir ini mereka jarang bertemu.


Mereka jalan-jalan, bermain dan tak lupa juga shoping. Yyyaa begitulah perempuan. Setelah puas mereka singgah kesebuah restauran yang ada disitu.


"Kalian nginep dirumah gue yyaa?" pinta Amel setelah mereka duduk di restauran sambil menunggu pesanan yang mereka pesan.


"Gimana Re, Tan kalian bisa gak?" tanya Tantri "Kalau gue sih oke-oke aja Pumpung malam Minggu jadi kita bisa malam mingguan dirumah Amel" lanjut Rena


"Oke deh kita nginep dirumah loe" lanjut Tantri diikuti Rea yang mengganggukan kepalanya tanda menyetujui.


"Makasih yaa ggaaeess kalian emang sahabat terbaik gue".




"Tumben kamu malam Minggu dirumah sayang?" tanya Mama


__ADS_1


"Lagi malas keluar Ma" jawab Bagas singkat



"Kamu gak temenin Amel? tanya Mama ulang "kasihan lhow sayang dia pasti kesepian dirumah sendiri"



"Ada temen\-temennya Ma jadi gak mungkin dia kesepian"



"Apa kamu gak ada perasaan sayang sama Amel?" tanya Mama pelan



Bagas hanya tersenyum mendengar pertanyaan Mama, dia juga bingung dengan perasaannya. Dia merasa nyaman ketika berada didekat Amel, yyaa rasa nyaman itu yang membuat dia bingung. Rasa nyaman karna cinta atau rasa nyaman karna yang lain.




"Om Bagas..." teriak anak kecil itu dan langsung berlari kearah Bagas, Bagas yang sadar ada yang memanggilnya langsung berdiri dan membalas pelukannya anak kecil itu dan langsung menggendongnya.



"Hhaaii putri kecil om Bagas sudah besar sekarang" ujar Bagas setelah menggendong keponakkannya itu.


__ADS_1


"Sayang... Salim dulu dong sama Oma" ujar Dion kakaknya Bagas



"Maaf Oma" ucap gadis kecil itu meminta maaf ke omanya dan langsung menyalami omanya diikuti Dion dan Lisa.



"Kenapa kalian gak ngabarin Mama kan Mama bisa jemput kalian dibandara" ujar Mama lembut



"Kiara, Mama sama Papa mau kasih kejutan sama Oma" jawab Kiara yang membuat semuanya langsung tertawa



"Cucu Oma sudah pintar yyaa..."



Mereka mengobrol diruang tengah, Mama melepas rindu kepada Dion karna hampir dua tahun mama tak berjumpa anaknya. Tak lama Bagas pamit untuk membawa Kiara kekamarnya.



"Ma, kak aku bawa Kiara kekamar aku" pamit Bagas dan langsung menggendong Kiara



"Om Bagas mana Tante cantik? tanya Kiara polos "katanya kalau Kiara kesini lagi om Bagas mau ngenalin Kiara sama Tante cantiknya om Bagas" lanjut bocah kecil itu dengan lugu, mendengar pertanyaan keponakannya itu Bagas langsung menghentikan langkahnya dan mencubit hidung bocah kecil itu.

__ADS_1


"Besok om Bagas kenalin sama Tante cantiknya yyaa" jawab Bagas asal dan Bagas langsung membawa keponakannya itu kekamar.


__ADS_2