Dia Wanitaku

Dia Wanitaku
Penyekapan


__ADS_3

"Periksa semua diruangan ini, jangan ada yang sampai terlewat, cepat!" perintah Sagarr dengan tegas pada semua anggota yang dikirim oleh asistennya itu.


Mendengar perintah dari atasannya itu, semua langsung menyebar Kepenjuru ruangan. Sementara itu polisi berdatangan, dikarenakan mereka mendapat informasi dari salah satu tamu acara pesta itu, semua polisi ditugaskan untuk mengevakuasi semua tamu yang ada diruangan itu.


Sagarr menghela nafasnya. "Dimana kau sebenarnya Aurell... Bagaimana pun juga aku akan menemukanmu, jika sampai ketemu maka dirimu tak akan pernah kulepaskan lagi, seperti tahun-tahun yang lalu" gumam Sagarr merasa frustrasi.


"Tuan.."


Sagarr menormalkan wajahnya menjadi datar, ia menengok kearah samping.


"Apa kau sudah menemukannya Joy?" tanya Sagarr.


"Maaf tuan, saya belum menemukannya" ucap Joy menundukkan kepalanya.


Lagi-lagi Sagarr menghela nafasnya.


"Tapi saya mengetahui jika wanita tuan tak jauh dari tempat ini" jelas Joy.


"Apa maksudku?" tanya Sagarr.


"Saya baru-baru mengecek ssctv disini tuan! Walau tak terlalu jelas tapi saya yakin jika itu adalah wanita tuan! Aurell dan juga beberapa anggotanya, mereka seperti membawa beberapa orang dengannya tuan"


"Jadi maksudmu, Aurell saat ini baik-baik saja?"


"Iya tuan, Nona Aurell saat ini baik-baik saja"


Ucapan Joy saat ini membuat hatinya merasa lega.


"Tapi apa maksudmu? Beberapa orang yang dibawa Aurell?" tanya Sagarr merasa bingung.


...----------------...


Disisi lain, Aurell tengah berada diruangan gelap namun menyisakan lampu kecil tapi tak terlalu terang.


Aurell memberikan kode pada Jek yang ada disampingnya.


"Bawa mereka kemari" titah Aurell.


Jek menganguk. "Baik Nona"


Aurell duduk disatu kursi, ditengah-tengah ruangan gelap itu, ia memejamkan matannya sejenak untuk mengusir rasa kantuknya yang terus-terus saja menyerangnya, karena Aurell akhir-akhir ini jarang sekali tidur, dikarenakan ia harus mengerjakan misinya untuk menangkap pelaku penyeludupan peredar narkoba itu.


Jek menyeret beberapa orang dengannya yang tak lain adalah Adhitama beserta istrinya, tak lupa Antoni dan beberapa kawananya yang bekerja sama dengan mereka, tantunya seorang kolega-kolega terkenal dari berbagai kota itu.


Jek langsung saja mendorong tubuh mereka dengan sekuat tenaga, sehingga menyebabkan mereka terjungkal tepat didepan Aurell berada. Tetapi Aurell masih belum membuka matanya ia dengan santainya duduk ditengah-tengah penyekapan itu.


Jek menghampiri Aurell, ia menepuk pelan bahu Aurell. "Nona" panggil Jek.


Aurell membuka matanya perlahan, ia langsung melihat kearah depan dan melihat beberapa orang yang menatapnya dengan tatapan yang berbeda.


"Mengapa kau menculik kami!" teriak Sinta yang tak tahan ingin melampiaskan amarahnya.

__ADS_1


Aurell belum menanggapi, ia ingin melihat pertunjukan didepan matannya itu.


"Jawab aku! Dasar wanita tak tahu diri! Wanita jala-"


Cplas... Tamparan panas tepat pada pipi mulus, milik istri dari Adhitama itu. Siapa lagi kalau bukan anggota Sharky yang melakukan itu.


Adhitama mengeram. "Beraninya kau melakukan itu pada istriku!" teriak Adhitama dengan lantangnya.


Aurell tersenyum semirk melihatnya. "Kenapa, kau marah? Tuan Adhitama.... Ternyata saya tak menyangka jika anda merupakan suami yang sayang pada istrinya, sungguh tak terduga" ucap Aurell diselinggi kekehan kecilnya.


"Siapa kau sebenarnya? Mengapa kau mengganggu kami? Apakah saya pernah berbuat salah padamu?" tanya Adhitama yang memang benar adanya bahwa ia tak mengetahui siapa Aurell sebenarnya.


Aurell tertawa, ia lalu beranjak dari duduknya dan berjalan berputar-putar mengintari mengintari mereka yang tengah disekap itu.


Aurell berhenti tepat didepan Adhitama. "Apakah anda memang tak mengetahui siapa saya?" tanya Aurell dengan suara dinginnya.


"Siapa kau! Aku tak pernah sekalipun berurusan denganmu" ucap Adhitama lantang.


Aurell memutar wajahnya jengah, ia mulai tak tahan dengan wajah yang menurutnya busuk itu.


"Bajingan!" umpat Aurell, setelah itu ia menginjak tangan Antoni dengan sepatu haknya yang membuat tulang tangan itu berbunyi, bisa dikatakan jika injakannya itu sangat keras.


"Akhhhhh..." teriak Antoni merasa kesakitan, rupa-rupanya tangan Antoni sengaja tak diikat karena Aurell ingin melakukan sebuah pertunjukan.


Antoni tak tahan, ia terus memukul kaki Aurell agar melepaskan tangannya itu.


"Lepaskan tangan... Ini sangat sakit, akhhhhh"


"Lepaskan tanganku, wanita j4l4g"


Bugg.... Tanpa aba-aba, Aurell langsung menendang wajah Antoni dengan sadisnya, Antoni yang belum siap itu terdorong sampai mengenai dinding beton itu, membuat kepalannya langsung mengeluarkan darah.


Tiba-tiba terdengar derap suara kaki dari arah pintu.


Brak.... Pintu dibuka dengan paksa, dan memperlihatkan tiga sosok manusia dari arah pintu itu. Yang tak lain adalah Eira beserta maminya istri dari Antoni dan juga Gavin.


Mereka sengaja dikirim, karena Aurell ingin memperlihatkan bagiman ia menyiksa orang yang begitu mereka bangakan itu.


Gavin mengeram ia menatap tajam kearah Aurell, ia sungguh tak menyangka jika Aurell yang ia kenal bisa melakukan hal kejam pada kedua orangtuanya itu.


"Aurell!" teriak Gavin mengema.


Aurell hanya diam, ia dengan santai melipat kedua tangannya dan menatap datar kearah Gavin yang sudah pasti tengah marah padanya.


"Apa yang kau lakukan pada kedua orangtua ku?" tanya Gavin dengan nada ditinggikan.


"Hemm? Maksudmu begini?" ucap Aurell santai sambil menendang kepala Adhitama.


Bugghhh...


"Akhh...." ringis Adhitama yang merasakan nyeri pada bagian kepalannya itu, dan tanpa sadar tendangan Aurell itu membuat kepala Adhitama mengeluarkan darah.

__ADS_1


Sinta terkejut. "Suamiku! Kepalamu berdarah" teriak Sinta.


Eira yang melihat kekejaman Aurell didepan matanya itu, menutup mulutnya tak percaya.


"Aurell!" teriak Gavin murka.


Sedangkan Aurell hanya tertawa senang melihat raut kemarahan dari Gavin itu.


Bersambung.


Bonus Visual😍👇 Maaf jika tak sesuai dengan imajinasi kalian ya...


Aurellia Austerlitz


Tinggi : 170 cm


Umur : 25 Tahun


Kebangsaan : Jerman



Sagarra / Arzan Johnson


Tinggi : 190 cm


Umur : 27 Tahun


Kebangsaan : Inggris, China



Gavin Adhitama


Tinggi : 188 cm


Umur : 26 Tahun


Kebangsaan : Indonesia, Italia



Eira Florenza


Tinggi : 160 cm


Umur : 25 Tahun


Kebangsaan : Amerika


__ADS_1


__ADS_2