
Sagarr sampai pada tujuan, yaitu tempat dimana Aurell dan beberapa rekan Aurell berada. Bisa dilihat bangunan tua yang ada didepan Sagarr itu sangat gelap, tak ada tanda-tanda kehidupan dari bangunan tua itu.
Beberapa mobil dan kendaraan sepeda motor datang, salah satu pintu mobil yang paling depan itu terbuka, memperlihatkan Joy selaku asisten pribadi Sagarr juga turut datang mengikuti atasnya itu, tentu saja atasnya itu lah yang mengerahkan mereka semua untuk datang. Bahkan jumlah pasukan yang mereka bawa itu terbilang sangat banyak, seperti orang yang ingin melakukan adu tarung.
"Tuan, kami datang" ucap Joy saat sudah berada dekat dengan atasnya itu.
Sagarr menyelipkan kedua tangannya. "Bagus"
Tampilan Sagarr saat ini👇
Sagarr mengganti jasnya yang tadinya berwarna hitam, kini menjadi jas berwarna hijau tua yang sangat cocok melekat pada tubuh tingginya itu. Selain itu, walau disana gelap sekalipun, ketampannya tak akan pernah pudar. Membuat beberapa anggota pasukannya merasa minder dengan tubuh proposal dan wajah tampan milik atasnya itu.
"Bos kita tampannya kebangetan ya? Aku yang lakik aja ngerasa minder kalo disandingkan dengan sibos" ujar salah satu anggota itu berbicara pada temannya yang ada disampingnya.
Temannya itu menganguk. "Bener apa kata kamu! Yang namanya atasan pasti semuanya glowing ya? Kecuali kalo atasnya itu buncit dan pendek" ucapnya sambil tertawa.
"Wah... Kalo itu jijay banget" jawabnya yang ikut tertawa.
"Kalian berdua! Jika kalian ingin bercanda! Pergilah ketemuan bermain anak-anak, jika kalian masi ingin disini, maka seriuslah!" ucap Joy dengan suara yang tegas dan lantang.
Dua orang pria itu langsung bungkam dan menegakkan tubuhnya.
"Galak bener" gumam pria itu.
Sagarr yang melihat asistennya itu tersenyum bangga, ia lalu menepuk bahu Joy. "Memang tepat aku memilihmu sebagai kaki tanganku" ucap Sagarr berbisik. Namun Joy hanya tersenyum miring sebagai jawaban, ia masih tak merubah ekspresinya walau mendapat pujian sekalipun, karena Joy merupakan asisten yang kompeten pada pekerjaannya. Serius dan tak pernah main-main.
"Bersiaplah kalian semua! Kita akan masuk sekarang" ucap Sagarr dengan suara yang ditinggikan dan lantang.
"Baik tuan!" jawab mereka serentak.
Saat Sagarr ingin melangkahkan kakinya, tiba-tiba saja ada orang yang memanggilnya dari arah berlawanan.
"Sagarr"
Sagarr menengok kesamping, ia melihat Doni yang ternyata dialah yang memanggilnya. Doni tak sendiri, ia bersama dengan dua sahabatnya Erlan dan Gustin yang setia membuntutinya kemana saja.
"Sagarr! Kenapa kau ada disini?" tanya Doni bingung.
"Lantas, kenapa kau juga ada disini?"ucap Sagarr yang malah bertanya balik.
"Yee... Ditanya kok malah nanya balik" bukan Doni yang menjawab, tapi Gustin yang super cerewet itulah yang menjawabnya.
"Mungkin tujuan kalian kesini, sepertinya sama dengan tujuanku" ucap Sagarr yang masih menyelipkan kedua tangannya kedalaman saku celana miliknya.
__ADS_1
"Hah? Maksud kamu?" tanya Doni bingung.
"Aku kesini untuk menemui Aurell... Aurell menghilang begitu saja dari pandanganku, itu sebabnya aku ingin menemuinya disini" ucap Sagarr dengan nada santai.
"Dari mana kau tau, jika Aurell ada disini?" tanya Doni.
"Instingku yang membawanya kesini" ucap Sagarr dengan bangga, padahal mah ia tau keberadaan Aurell berkat pasukannya itu.
"Eleh... Gak mungkin, pasti pengawalmu itu kan yang kasih tau kau" celetuk Erlan dengan muka songongnya.
"Benar apa yang anda katakan" jawab Joy menimpali, membuat Sagarr memelototkan matanya.
"Kenapa kau buka kartu sih..." bisik Sagarr kesal. Sedangkan Joy tak menanggapi, ia masi setia dengan wajah datarnya yang tak merasa bersalah itu.
Gustin yang melihat interaksi Sagarr dan Joy itu mengerutkan alisnya, terutama saat melihat wajah bening milik asisten pribadi Sagarr. Kalian pasti menyangka! Jika asisten bernama Joy itu adalah laki-laki, tidak! Walau namanya menyerupai laki-laki bukan berarti ia berjenis lelaki, melainkan ia adalah seorang perempuan dengan wajah khas kebangsaan kore Selatan, cantik, imut, dan tegas. Itu sebabnya untuk pertama kalinya Gustin terpana dengan kecantikan alami yang dimiliki asisten Joy itu.
Gustin terus menatap Joy dan membuat matanya hampir lepas, jika Erlan tak menyadarkannya itu.
"Woy... Ngapa lo? Melongo bae tuh mata, kayak liat setan aja" ucap Erlan yang membuat Gustin berjingkrat kaget.
"Apa sih lu! Ngagetin gue aja" gerutu Gustin kesal, membuat wajahnya merah karena malu.
"Ya lo sendiri sih, ngeliatin orang kok sampe ngiler" ledek Erlan.
Gustin kesal ia pun langsung menjitak kepala Erlan. "Mulut lu, kudu disumpel ya" kesal Gustin.
"Serah lu, lah" ucap Gustin acuh dan beralih kembali menatap asisten Joy.
"Sagarr.... Itu cewek cantik, disampingmu siapa ya?" ucap Gustin bertanya pada Sagarr dengan wajahnya yang dibuat malu-malu. Sedangkan Erlan yang melihat itu ingin muntah rasanya.
Sagarr menengok kesamping dimana hanya ada asisten Joy disana. "Dia?" tunjuk Sagarr yang ditanggapi angukan kepala oleh Gustin.
"Dia asisten pribadiku, Joy namanya, Joy! Kenalkan mereka teman-teman Aurell, sekaligus teman-temanku" ujar Sagarr pada Joy.
Joy mengganguk paham. "Perkenalkan nama saya Joy, asisten pribadi tuan Sagarra" ucap Joy memperkenalkan diri sambil menyodorkan tanggannya.
Gustin dengan cepat menerima jabatan tangan itu, ia lalu tersenyum manis kearah Joy. "Gustin, yang paling ganteng diantara para lelaki ini" ucap Gustin menyombongkan diri.
Erlan yang mendengar itu langsung menonyor kepala Gustin. "Belagu lu kadal!"
Gustin mengelus kepalanya. "Apaan sih lu?" kesal Gustin namun Elang mengabaikannya.
"Erlan" ucap Erlan yang juga ikut memperkenalkan diri.
Joy melihat kearah Doni yang sepertinya tak mau memperkenalkan dirinya. Erlan yang tau itu, langsung menyengol siku Doni.
__ADS_1
Doni mengalihkan pandangannya kearah Joy, namun dengan wajah datarnya itu. "Doni" ujar Doni singkat dan langsung mengalihkan pandangannya kembali.
Joy yang melihat itu hanya acuh saja, tak perduli.
"Jangan terlalu lama disini, aku sudah tak sabar ingin menemui Aurell, kita masuk sekarang" ucap Sagarr yang lebih dahulu melangkahkan kakinya.
Doni mengerutkan keningnya merasa bingung, dengan ucapan ambigu dari Sagarr itu.
'Apa maksud ucapannya itu?' gumam Doni dalam hati.
Bersambung.
Jangan Lupa komen....
Tambahan Visual👇
Doni Alrson
Umur: 26 Tahun
Tinggi: 188 Cm
Joy Alexa
Umur: 25 Tahun
Tinggi: 177 Cm
Gustin
Umur: 26 Tahun
Tinggi: 185 Cm
Erlan
Umur: 26 Tahun
Tinggi: 186 Cm
__ADS_1