
Gavin melototkan matanya, ia tak menyangka jika papanya dengan berani menyodokan senjata didepan umum, dan bahkan Aurell yang dijadikan sasaran, bagaimana Gavin tak terkejut. Gavin ingin menuju kearah Aurell, namun ia urungkan karena mendengar ucapan Aurell yang membuat tubuhnya menegang.
"Kenapa tuan! Apakah anda tak bisa mengakui semua itu? Jika anda adalah orang yang selalu menyeludupkan benda-benda berbau narkotika? Anda adalah orang yang terhormat, penuh kekuasaan tentu saja orang disekitar anda pasti sudah mengetahui perbuatan licik anda itu" ucap Aurell sambil mengangkat satu alisnya, keberanian Aurell itu membuat orang yang ada disana mengelengkan kepalanya, lantaran Aurell tak merasa takut sediktpun dengan senjata api yang ada dikeningnya itu.
Sagarr tak tahan melihat benda berupa pistol itu menempel dikenang wanitanya, ia menghampiri Aurell namun Aurell mencegahnya, Aurell memberi kode agar Sagarr tak mendekatinya.
"Kenapa Aurell..." lirih Sagarr.
"Tetap disitu, jika kau tak menuruti ucapanku maka aku akan marah padamu" ucap Aurell sedikit berbisik.
Sagarr menghela nafas dengan kasar, ia lalu mengambil benda pipihnya itu dan segera mengetik pesan pada asistennya.
¦Joy, kirimkan pasukan dengan jumlah yang banyak, kirim mereka kegedung Western, buat penjagaan yang ketat terutama disisi wanitaku.
¦Cepat! Aku tak ingin kau lama.
Sagarr mengirim pesan itu dengan tergesa, bahkan ia tak memberikan kesempatan pada asistennya untuk membalas pesannya itu.
Sagarr mencoba menetralkan wajahnya, ia memasang wajah datarnya dan mulai mewaspadai pada orang-orang disekitar Aurell, ia seperti memiliki feling jika sebagian tamu acara pesta kampus itu ada kemungkinan jika mereka suruhan Adhitama atau anggota komplotannya.
"Kenapa Joy lama sekali" gumam Sagarr dengan raut kesal.
Drttt.... Hanpone Sagarr bergetar, Sagarr pun segera melihat isi pesan itu.
¦Tuan, semua yang anda perintahkan sudah selesai, anggota kita sudah berjaga diarea kampus, semua berjumlah tiga ratus orang, saya membagi dua anggota, jadi anda tak perlu merasa khawatir lagi memikirkan masalah itu.
Sagarr tersenyum semirk. "Kerja bagus Joy" gumam Sagarr tersenyum senang, ia lalu melirik kearah sekitar, salah satu orang yang tak jauh dari keberadaannya memberikan kode pada Sagarr, Sagarr hanya menganguk menangapinnya.
'Aku tak akan membiarkanmu lecet sediktpun Aurell, jika hal itu terjadi maka akulah yang akan mencabik-cabik mereka dengan tanganku sendiri' gumam Sagarr dalam hati.
Eira yang mendengar perkataan Aurell itu merasa bingung, ia menarik lengan baju milik papanya.
__ADS_1
"Pah... Sebenarnya ada apa sih?" tanya Eira merasa sangat penasaran.
"Sudah kamu gak perlu tau Eira.. Lebih baik kamu cepat pergi dari sini, kamu liat sekarang keadaan makin berantakan" ucap Antoni pada Eira.
"Bagaimana Eira mau pergi pahh... Sedangkan disini banyak orang, Eira gak bisa lewat" gerutu Eira.
Antoni yang melihat tingkah putrinya itu berdecak kesal, ia sangat kerepotan dengan keadaan saat ini dan malah ditambah dengan putrinya yang sangat manja membuat kepalanya bertambah pusing.
Masih diposisi yang sama, Adhitama belum mengeluarkan sepatah kata pun dari mulutnya, ia seperti menghindari kenyataan bahwasanya ia merupakan anggota penyeludupan barang-barang yang sangat terlarang yaitu sabu-sabu narkotika.
Sinta selaku istri dari Adhitama itu merasa ketakutan sejak tadi. Ia tak mengerti arah pembicaraan mereka, terutama tentang suaminya yang terlibat hal yang sangat berbahaya itu.
Sinta menghampiri suaminya, salah satu pelayan yang mencegahnya untuk menghampiri suaminya itu kualahan dibuatnya, akhirnya Sinta lolos dan berjalan cepat kearah Adhitama.
"Suamiku" ucap Sinta memegang lengan Adhitama.
Adhitama tersentak, ia lalu melihat kearah istrinya. "Sinta, kenapa kamu kesini! Aku sudah bilang bahwa kamu harus tetap disana" ucap Adhitama.
Aurell yang melihat drama keluarga itu merasa lucu, ia tertawa namun bukan tawa kesenangan melainkan tawa jahatnya yang orang lain belum pernah melihatnya.
"Mit... Si Aurell ngeri banget ya, baru kali ini gue liat sifat aslinya, ternyata selain cantik dia kayak piscopat ya" ujar Sela dengan rasa merinding.
"Bener banget Sel... Padahal kita udah jahatin dia loh! Tapi dia gak pernah bales, takutnya nanti dia bales kita, secara kita udah buat dia dipermaluin didepan umum, gimana nih Sel... Gue takut banget" ucap Mita yang juga merasa takut.
"Gatau gue Mit... Jangan tanya gue" ucap Sela, setelah itu mereka berdua saling berpelukan dengan rasa takut yang membuncang.
"Keluarga yang sangat lucu" ucap Aurell sambil bertepuk tangan.
Sinta melihat kearah Aurell. "Siapa kamu sebenarnya!" ucap Sinta dengan suara diinggikan.
Aurell tersenyum semirk. "Anda tak tau siapa saya? Apa anda sudah lupa, atau pura-pura lupa?" tanya Aurell santai.
__ADS_1
"Apa maksud ucapanmu itu!" ucap Sinta merasa bingung.
"Sepertinya saya tak akan menjawab pertanyaannya anda hari ini, mungkin suatu saat anda akan tau kebenaran itu dengan sendirinya" jelas Aurell.
Aurell memegang pistol yang masih ada didepan kepalanya itu, ia menatap dingin pada seseorang yang tak lain adalah Adhitama.
"Saya tak ingin membuang-buang waktu, cepat serahkan diri anda sendiri kekantor polisi, atau... Saya yang menyeret anda secara paksa?"
Adhitama merasa geram. "Lebih baik kau jaga mulutmu itu, atau tidak! Aku akan menghilangkan nyawamu pada hari ini juga"
"Silahkan saja tuan, apakah anda tak merasa berdosa? Anda bahkan sudah terlibat dalam hal-hal yang terlarang" ucap Aurell menatap angkuh pada seorang Adhitama.
"Hemm... Apakah saya perlu menjelaskan, hukuman apa yang akan anda terima atas perbuatan anda itu? Oke saya akan menjelaskannya" ujar Aurell.
"Pertama! Anda telah melakukan peredaran narkoba, mungkin ribuan orang sudah menerima barang-barang anda, tidak! Mungkin miliyaran, anda pasti tau hukuman apa yang akan anda dapatkan setelah ini!" jelas Aurell tersenyum angkuh.
"Hukuman mati!"
Dor.... Suara nyaring itu berasal dari arah dimana Aurell berada, senjata api itu membuat semua orang berteriak heboh, semua pun saling berdesak-desakan ingin keluar dari ruangan itu, mereka merasa takut jika mereka terkena senjata mematikan itu.
Sagarr merasa gundah, ia mencari keberadaan Aurell yang entah kemana sudah menghilang pada saat bersamaan tembakan pistol itu diluncurkan.
"Dimana kau Aurell... Aku tak ingin kehilanganmu untuk kedua kalinya" gumam Sagarr mengusap rambutnya dengan kasar, merasa frustrasi.
Bersambung.
Penjelasan sedikit tentang narkoba/narkotika, Bahwa, Narkoba dapat menimbulkan kecanduan bila pemakaian berlebihan. Dalam UU Narkoba pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa, zat buatan ataupun yang berasal dari tanaman, dapat memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran serta menyebabkan kecanduan.
Sangsi bagi pengedar Narkoba golongan 1 tertera dalam pasal 111 sampai dengan 116 UU narkoba, dijerat hukuman penjara selama empat tahun dan maksimal pidana mati, serta denda paling sedikit Rp. 800.000.000 juta, dan paling banyak Rp. 10.000.000 Miliyar rupiah.
Jadi, jangan pernah main-main dengan yang namanya narkoba ya readerss💙
__ADS_1