Dokter & Petani

Dokter & Petani
Pertemuan Julia Dengan Dito


__ADS_3

Beberapa hari sudah Alex menghandle kerjaannya dari rumah, dan pekerjaan Julia pun sudah selesai tanpa harus ada Alex di sana, karena Alex jelas-jelas menolak dengan alasan berlebihan bila ia harus ikut turun tangan langsung, tetapi bila itu bukan Julia mungkin Alex tidak mempermasalahkannya.


Urusan kerja sama dengan agensi yang menaungi artis Julie Aurora dan perusahaan Alex telah selesai, kini pihak agensi telah kembali ke negaranya.


Sementara Julia yang mendapat kelonggaran waktu sekitar satu minggu yang dimintanya dengan alasan ingin istirahat sebentar dari rutinitas dan kesibukan kerjanya serta ingin temu kangen dengan keluarganya masih tinggal di negara ini bersama manajernya serta satu orang bodyguardnya.


Kesempatan cuti yang di berikan pihak agensi tidak di sia-siakan oleh Julia, dia bertekad akan merebut kembali hati Alex apapun caranya.


Julia yang mengetahui kalau Alex tidak masuk kantor karena sengaja menghindarinya kini bertekad menemui Alex kembali setelah pertemuan terakhirnya beberapa hari yang lalu di Ale's Farm dengan hasil yang mengecewakan karena Alex memilih menghindarinya bahkan meninggalkannya tanpa pamit.


Bahkan karena kenekatannya kabur dari pengawasan manajer dan bodyguardnya Julia mendapat teguran keras dan mendapat ancaman akan dibatalkannya beberapa proyek kerja yang sudah di sepakati bila Julia nekat kabur kembali.


Untuk itulah kenapa Julia terlihat menurut dengan tidak mengedepankan ego pribadinya dan dengan sekuat tenaga menahan sementara keinginanya untuk menemui Alex.


Kini setelah dia terbebas sementara dari pekerjaannya, Julia tak lama-lama menyia-nyiakan kesempatan itu. Diajaknya kedua orang kepercayaannya itu untuk mencari Alex.


Pertama Julia mencari Alex di kantornya tetapi nihil karena Alex masih belum masuk kerja, lalu ia mencoba menemui Alena untuk menanyakan keberadaan Alex karena di rumah utama keluarga Agam juga tidak di ketahui tanda-tanda adanya Alex di sana.


Tetapi ternyata saat sampai di ruangan Alena, adik Alex itu sedang bersiap untuk rapat khusus divisi keuangan yang entah sampai kapan selesainya, kemudian Julia bertekad mencari Alex ke Ale's Farm kembali.


Saat Julia keluar dari ruangan Alena tak sengaja ada mata yang terpesona dengan kecantikan Julia, dengan penuh penasaran orang itu menghentikan langkah Julia yang saat ini tidak sedang bersama manajer dan bodyguardnya yang menunggu Julia di lobi kantor.


"Permisi nona." Sapa lelaki itu yang tak lain adalah Dito.


"Anda menyapa saya?" tanya Julia sambil celingukan melihat sekitar barangkali ada orang selain dia.


"Iya benar nona, ehm... Sepertinya saya pernah melihat anda tetapi saya lupa di mana." kata Dito sambil berusaha mengingat wajah perempuan di hadapannya itu.


"Maaf, kalau hanya mau bicara tidak penting saya akan pergi." kata Julia dengan wajah judes yang mulai terlihat karena merasa kehadiran Dito telah menghambat waktunya.

__ADS_1


"Jangan galak-galak begitu nona, nanti kecantikan di wajah kamu ini akan hilang tertutup dengan galak kamu itu." Dito berusaha mengakrabkan diri dengan Julia.


"Hah! Rayuan basi!" seru Julia dengan wajah angkuhnya.


"Maaf nona, bukan maksud saya seperti itu di pertemuan pertama kita ini. Ehm., maaf, apakah nona Alena tidak berada di ruangannya? karena saya lihat anda belum lama masuk langsung keluar ruangan lagi." tanya Dito dengan sopan agar Julia tidak memperlihatkan Judesnya lagi.


"Apa kamu juga mau bertemu dia? Dia sedang bersiap mau rapat khusus divisi dia, tak bisa di ganggu katanya." Julia akhirnya masih meladeni pertanyaan Dito.


"Ooh begitu? Memang tadinya saya mau bertemu dengan nona Alena, tetapi karena anda bilang sedang tidak bisa di ganggu ya sudah saya temui beliau nanti saja." bohong Dito.


"Ya sudah aku mau pergi dulu, masih banyak urusan yang harus ku selesaikan." pamit Julia terlihat agak ketus lagi.


"Sebentar nona, bolehlah saya kenalan dengan anda?" tanya Dito sambil mengulurkan tangannya untuk mengajak salaman Julia sebagai tanda perkenalan mereka. Dan dengan mantap Julia menyambut uluran tangan Dito dan lelaki itu pun menyebutkan namanya.


"Ardito, manajer lapangan perusahaan ini." kata Dito dengan penuh bangga.


"M-maksud anda?" Dito sangat terkejut dengan pengakuan Julia.


"Saya rasa telinga anda masih sangat normal kan bapak Ardito? Jadi saya tidak perlu mengatakannya lagi." ketus Julia.


"Iya saya tahu nona Julie. Ehm..sebentar, saya ingat. Apakah anda model yang baru saja menyelesaikan pemotretan yang bekerja sama dengan perusahaan ini?" tanya Dito dengan binar tidak percaya akan bertemu model kelas luar negeri walau belum begitu populer di negeri ini.


"Ya, begitulah." jawab Julia bangga dan semakin angkuh.


"Maaf kalau boleh tahu, sejak kapan anda menjadi kekasih bapak Alex? Karena beliau kan sudah mempunyai seorang istri, apalagi pernikahan mereka belum genap satu tahun, dan pasti sedang mesra-mesranya hubungan mereka." Jiwa ingin tahu Dito meronta-ronta karena jika itu benar maka itu akan menjadi skandal besar di perusahaan ini bahwa direktur utama mereka telah berselingkuh, walaupun di akhir perkataannya ada kesedihan yang ia rasa karena teringat akan Kyra.


Dan jika apa yang di katakan Julia tersebut benar adanya maka Dito bertekad akan merebut hati Kyra kembali.


"Apa yang anda katakan bapak Ardito? Mesra? Sama sekali tidak! Karena yang aku lihat saat itu mereka jauh dari kata mesra dan aku melihat mereka bukanlah pasangan yang serasi, masa iya Alex mau sama perempuan kurus kerempeng dengan suara cempreng seperti dia? Gak habis pikir aku sama pilihan Alex, apa karena dia putus asa sama aku sampai punya istri saja sedapat-dapatnya." Dito malah di buat bertanya-tanya denga cerita Julia, karena sosok istri Alex yang Julia ceritakan sangat bertolak belakang dengan sosok Kyra.

__ADS_1


"Maaf sekali lagi nona Julie, apakah anda berpacaran dengan bapak Alex dari sebelum beliau menikah?" tanya Dito lagi untuk memastikan.


"Ya, begitulah. Dulu dia begitu cinta mati sama aku, bahkan dia rela tersingkir dari keluarganya demi mempertahankan aku, karena dia di paksa untuk di jodohkan." cerita Julia dengan antusias, dan kini Dito mengerti kalau Alex tidak berselingkuh setelah menikah.


"Oh begitu, berarti dengan hadirnya anda saat ini bapak Alex pasti menyesal karena tidak sabar menunggu anda kembali ke negara ini dan akhirnya memilih menikahi gadis lain." pancing Dito agar Julia mengeluarkan semua unek-uneknya.


"Entahlah, mungkin iya mungkin tidak, aku tidak bisa membaca apa yang sedang Alex rasakan saat ini, karena dia tidak terlihat bahagia dengan kehadiranku, tetapi ia juga tidak memperlihatkan raut kebahagiaan saat istrinya datang dan marah-marah kepadaku." jelas Julia kembali menghadirkan berbagai tanya di benak Dito, siapa sebenarnya perempuan yang di kira Julia istri dari Alex, karena seingat dia, ciri perempuan yang Julia maksud justru adalah ciri dari Sari yang pernah beradu mulut dengannya.


"Mungkinkah saat nona Julie menemui Alex saat itu Sari yang ada di rumahnya ya? secara kekasih Sari adalah pekerja di farm itu." batin hati Dito merasa geli.


"Apakah anda ingin merebut hati bapak Alex kembali nona?" tanya Dito dengan wajah serius.


"Itu yang sangat aku harapkan, apakah kamu bisa membantuku?" tanya Julia begitu antusias.


"Kita bisa bekerja sama untuk memisahkan mereka berdua nona, karena istri dari bapak Alex adalah mantan kekasih saya, dan saya menyesal telah menyia-nyiakan dia dulu, dan kalau anda berhasil merebut hati bapak Alex kembali, maka peluang saya untuk mendapatkan hati mantan kekasih saya akan lebih mudah." pengakuan dan penuturan Alex sungguh membuat Julia tertawa geli, karena tidak menyangka seorang Dito mau merebut kembali perempuan kerempeng dengan suara cemprengnya itu.


"Ha...ha...ha...! Pak Dito, pak Dito, perempuan dan lelaki di dunia ini lebih banyak perempuan, tetapi kenapa anda malah ingin kembali dengan model perempuan seperti istri Alex itu? Begitu cinta matikah anda dengan perempuan itu? Ha...ha...ha..." Julia tertawa sambil menerawang membayangkan Sari.


"Jangan menganggap remeh sesuatu yang belum tentu kebenarannya nona, karena bisa jadi tawa anda akan berubah menjadi tangis penyesalan yang tak berkesudahan." nasihat Dito terdengar ambigu di telinga Julia.


"Aku tak mengerti apa yang anda katakan bapak Dito, tapi menarik juga ajakan kerja sama anda walau nanti pastinya saya akan sering tertawa saat melihat istri dari Alex itu, atau mungkin malah emosi ya, karena saat aku ketemu istri Alex dia hanya buatku emosi, dan yang aku heran dia tidak marah kepadaku atau Alex saat aku terang-terangan ingin merebut Alex dari tangannya, dan dia malah pergi mencari lelaki lain yang bekerja di farm tersebut." jelas Julia dan Dito sekarang sangat yakin kalau Julia telah salah orang.


Akhirnya kedua orang yang ingin merebut kembali kekasih di masa lalunya itu sepakat kerja sama untuk memisahkan Alex dan Kyra. Setelah itu Julia pamit kepada Dito hendak mencoba menemui Alex di Ale's Farm kembali.


Sementara Dito berpikir tidak akan terang-terangan memprovokasi Kyra dengan kehadiran Julia, karena ia masih sayang dengan pekerjaannya yang belum tentu ia dapatkan di tempat lain jika ia sampai di keluarkan dari perusahaan keluarga Agam kalau ketahuan memprovokasi istri direktur utamanya.


...****************...


Terima kasih sudah membaca, janga lupa like komen serta giftnya yaa 🥰

__ADS_1


__ADS_2