Dokter & Petani

Dokter & Petani
Resah Hati


__ADS_3

Kyra telah selesai membersihkan badan dan keperluan lainnya, sementara ketiga sahabatnya sedang sibuk menata makanan dan minuman yang mereka bawa untuk makan malam.


“Kalian kok gak bilang-bilang sih kalau mau datang?” tanya Kyra sambil mengambil sepotong kue yang terhidang di meja makan.


“Biar kejutan kan say.” Sahut Ratna diiyakan kedua sahabatnya.


“Ngomong-ngomong Ra, cowok tadi siapa? Perhatian banget sama kamu.” Tanya Freya dan kembali diiyakan Ratna dan Elok.


“Mas Agus, penanggung jawab Ale’s Farm.” Jawab Kyra.


“Sedekat itu sama kamu?” cecar Elok.


“Bagaimana tidak dekat? Kita kenal sudah setahun lebih.” Dengan tenang Kyra menjawab.


 “Jawaban kamu seolah kita masih bayi saja Ra.” Sahut Ratna membuat Kyra tertawa.


“Gak begitu juga kali Na, gak tahu kenapa kami dekat saja.” Kyra belum berterus terang kalau mereka bahkan sudah jadian.


“Man teman, di iyakan saja.” Sahut Freya sambil menengok ke arah Ratna dan Elok.


“Makan dulu, nanti aku ceritakan.” Kata Kyra akhirnya, ia tidak mau menyembunyikan cerita indah hidupnya dari ketiga sahabatnya.


Lalu keempatnya mulai makan malan diselingi sedikit canda serta godaan sedikit tentang Kyra dan Agus.


Beberapa waktu kemudian mereka telah selesai dengan makan malam mereka, setelah selesai membereskan sisa makanan dan membersihkan segala keperluan makan malam mereka pun berbincang di ruang keluarga.


“Sekarang waktunya bercerita!” Perkataan Ratna seperti sebuah perintah dan menatap Kyra dengan tegas.


“Aku harus cerita apa sayangku semua?” Kyra pura-pura bertanya padahal sudah sangat jelas maksud para sahabatnya adalah tentang Agus.


“Kami rasa kamu sudah tahu apa yang kami maksud.” Jawab Ratna tanpa mengubah ekspresi menatapnya.


“Ya Tuhan, aku merasa jadi seorang terdakwa.” Kyra menghela panjang dan dalam nafasnya karena merasa tak berkutik dengan desakan sahabat-sahabatnya.


Bukannya Kyra enggan untuk bercerita, tetapi ada hal lain yang membuatnya tak ingin membagi kebahagiaan hatinya, karena ia ragu, apakah ini semua akan berakhir bahagia atau hanya kamuflase semata.


“Tadi itu mas Agus, dia penanggung jawab Ale’s Farm. Aku dan dia memang sangat dekat karena aku berlangganan segala kebutuhan dapur harianku dari sana, dan dia yang sering mengantar segala kebutuhan yang aku perlukan jadi tak ada yang salah kan kalau akhirnya kami begitu dekat?” Tanya Kyra mengakhiri cerita singkatnya tentang Agus.


“Kalian merasa ada yang aneh tidak teman-teman?” Elok yang biasanya pendiam melontarkan sebuah pertanyaan dan ketiga sahabatnya menatap penuh tanya.


“Kalian tahu kan bagaimana sikap ratu kita ini?” Terang elok menjawab tanya yang sahabat-sahabatnya lontarkan lewat tatapan mata mereka.


“Sikapku kenapa El?” Kyra tak mengerti maksud Elok.

__ADS_1


“Kalian berdua tidak mengerti juga?” Tanya Elok kepada Ratna dan Freya, dan keduanya hanya menggelengkan kepalanya.


“Rasa penasaran menutup kecerdasan kalian.” Kata Elok sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan senyum mengejek para sahabatnya.


“Kamu tumben banyak bicara banget sih El?!” seru Ratna yang sudah dikuasai rasa penasaran dengan memasang wajah kesalnya.


“Semakin buat penasaran orang saja kamu El.” Sahut  Freya.


“Jangan mengada-ada deh El!” Kyra ikut menimpali.


“ Wajah kalian lucu kalau penasaran.” Ejek Elok disertai senyum jahatnya.


“Elok!” Seru ketiga sahabatnya bersamaan.


“Apa?” tanya Elok sengaja memancing emosi.


“Sumpah nyebelin banget ini anak kali ini!” seru Ratna dengan gemas sambil mendekati Elok dan hendak menggelitiknya.


“Ampun Na, iya aku jelaskan!” seru Elok sambil membuka kedua tangan di depan badannya untuk melindungi diri dari serangan Ratna.


Mendengar Elok yang hendak menjelaskan, Ratna urung melancarkan aksi hendak menggelitiknya dan segera duduk kembali.


“Kyra itu tipe orang tertutup dengan orang yang tidak begitu dekat dengannya, ia juga susah untuk didekati apalagi lelaki yang mendekati, orang yang belum lama ia kenal, tetapi tadi sore kalian lihat sendiri bagaimana interaksinya dengan mas Agus? Dan satu lagi, panggilan Kyra padanya, mas Agus, baru kali ini aku dengar dia panggil cowok pakai embel-embel mas, biasanya panggil nama saja biarpun cowok itu usianya di atas Kyra.” Jelas Elok ditanggapi ekspresi terkejut tetapi mengiyakan dari Ratna dan Freya, sementara Kyra hanya menggelengkan kepala dan menyungging senyum di bibir indahnya karena teori yang Elok kemukakan.


“Aku malah gak berpikir sejauh itu loh.” Freya masih dengan ekspresi tidak percaya.


“El, gak usah sok berteori deh, mana ada aku gak pernah panggil orang di atasku tanpa embel-embel panggilan, kesannya aku gak bisa menghormati yang lebih tua.” Kyra membela diri.


“Beda cerita sayang, kamu pakai embel-embel kalau benar-benar sudah kenal dan juga kamu sama Dito bagaimana? Bukannya dia dua tahun di atasmu, kalian juga sudah kenal lama bahkan ada hubungan spesial, tapi...?” Kembali Elok menguraikan pendapatnya dan ditanggapi antusias oleh kedua sahabatnya, sementara Kyra hanya menyungging senyum tak percaya untuk menyembunyikan kenyataan.


“Ya sudahlah teman-teman jangan menyudutkan Kyra bila ia belum siap untuk terbuka, aku pribadi tidak masalah kalaupun Kyra ada hubungan khusus dengan mas Agus, mungkin Kyra masih butuh waktu secara dia belum lama putus dari yang dulu, tapi harapku jangan lama-lama menyembunyikan hal membahagiakan ini dari kami ya say.” Begitu bijaksana Freya menanggapi teori Elok dan sikap Kyra, kedua sahabatnya pun mengangguk mengerti maksud Freya, dan Kyra hanya tersenyum lega menanggapi pendapat Freya.


“Sudah-sudah, sekarang cerita hal lain saja!” Ratna mengalihkan pembicaraan supaya Kyra merasa nyaman dan tidak merasa bersalah kepada sahabatnya karena ia belum bisa terus terang kepada para sahabatnya.


***


Keesokan hari keempat bersahabat sudah siap naik puncak gunung yang pernah Kyra datangi bersama Agus, para sahabat Kyra begitu penasaran mendengar cerita Kyra.


Saat mereka telah siap berangkat, di luar gerbang rumah Kyra berhenti motor roda tiga, rupanya Agus datang membawa hasil kebun seperti biasa, apalagi Agus tahu kalau Kyra kedatangan tamu.


“Mas...! Kok banyak banget bawaannya?” seru Kyra sambil membuka pintu pagar saat dilihatnya Agus membawakan macam-macam bahan makanan mentah serta buah.


“Iya, kamu kan kedatangan tamu, biar nanti tinggal masak, kalau gak kalian bisa sambil nyemil buah sambil ngerumpi, lebih sehat daripada nyemil keripik.” Jelas Agus.

__ADS_1


“Waaahh.. terima kasih mas, puas deh pasti makannya!” Seru Ratna begitu gembira melihat bawaan Agus untuk Kyra dan kawan-kawan, dan Agus hanya tersenyum melihat kegembiraan Ratna sedang yang lain menahan malu dengan sikap Ratna, tapi mau bagaimana karena dia Ratna, si hobi makan segala dengan porsi banyak pula


“Kalian mau pergi?” tanya Agus melihat mereka sudah rapi.


“Iya, mereka penasaran ingin ke puncak.” Jawab Kyra.


“Hati-hati.” Pesan Agus dengan tatapan sendu, ada yang mengganjal di hati Agus bila belum jujur dengan kondisinya saat ini.


“Ok, terima kasih, diizinkan pergi bareng mereka.” Kata Kyra pelan agar para sahabatnya tidak mendengar. Sama halnya dengan Agus, Kyra pun sedang dalam kondisi hati tidak baik-baik saja.


Agus menatap Kyra begitu dalam, ada keengganan dalam diri Agus untuk melepas pandangan itu, begitu susahnya Agus akan keputusan serta kejujuran yang harus segera ia utarakan kepada Kyra. Hingga tiba-tiba...


“Maafkan aku Ra!” Agus memeluk Kyra tanpa sadar, membuat Kyra sangat terkejut juga khawatir karena ketiga sahabatnya melihat langsung kejadian yang sedang dialaminya saat ini.


“Kamu kenapa mas? Apa yang salah sampai kamu harus meminta maaf seperti ini?!” Kini Kyra khawatir dengan keadaan Agus, bukan lagu tentang dirinya, karena Agus memeluknya semakin erat seolah tak ingin melepaskan Kyra.


“Mas, tolong kendalikan diri kamu, tidak enak dilihat orang kalau seperti ini mas.” Kata Kyra pelan memperingatkan apa yang dilakukan Agus.


“Biarkan seperti ini dulu sayang, please.”  Agus mengiba, dan tetap memeluk Kyra, akhirnya Kyra pun membalas pelukan Agus bahkan mata Kyra mulai berkaca-kaca karena ada sesak dalam hatinya.


Agus merasakan tubuh Kyra bergetar,


“Kamu menangis?” tanya Agus sambil melepas pelukannya lalu dilihatnya wajah manis Kyra yang ia sembunyikan dibalik telapak tangannya.


“Mas, aku minta maaf, kapan waktu aku harus bicara sama kamu, secepatnya.” Ucapan Kyra begitu mengejutkan Agus.


“Aku yang harusnya minta maaf karena...”


“Cukup mas, kita butuh waktu khusus, maaf aku harus mengantar para sahabatku untuk menikmati panorama indah wilayah ini, jangan terlalu dipikirkan ucapanku tadi, aku hanya ingin minta maaf. Atau mas mau ikut bersama kami?” tawar Kyra.


“Maaf aku tidak bisa menemanimu saat ini Ra, aku terlalu canggung berada di sekitar gadis cantik ini beserta para sahabatnya.” Tolak Agus sembari menowel hidung bangir Kyra.


“Bisa saja kamu mas, ya sudah aku pergi, secepatnya luangkan waktu khusus buat kita.” Pesan Kyra sembari mengingatkan Agus.


“Ok, be careful honey.” Pesan Agus diangguki Kyra, lalu Agus menuju motornya, setelah Kyra memasukkan bawaannya lalu segera menyusul para sahabatnya yang sudah menunggu di luar pagar.


Kyra segera mengunci pintu pagar kemudian masuk ke mobil Freya, tak lupa ia lambaikan tangannya kepada Agus saat Freya menjalankan mobilnya.


Selepas kepergian Kyra dan para sahabatnya tinggallah Agus tercenung dengan pesan Kyra.


“Apakah Kyra sudah tahu semua tentangku dan rencana daddy? Oh my God, kuatkan hatiku!” gumam Agus lirih dan segera ia meninggalkan tempat itu dengan beragam pertanyaan di benak Agus.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2