
"Saya lihat memang begitu pak. Maaf sebelumnya pak, kalau memang anak kita ada kedekatan sebagai lawan jenis, bagaimana kalau kita memainkan sandiwara perjodohan, saya akan memaksa Alex untuk menerima perjodohan ini dengan alasan usia dia yang sudah lebih dari pantas untuk berumah tangga.
Aah! saya ingat dulu istri saya ditolong oleh seorang dokter muda perempuan waktu istri saya hampir sekarat karena kehilangan banyak darah akibat kecelakaan korban tabrak lari, dia sangat berharap dokter itu menjadi menantunya, kalau tidak salah namanya Kyra. Tetapi ia takut membuat Alex marah lagi jika di singgung masalah perjodohan.
Tetapi dengan saya mendengar hal ini, saya bisa membujuk istri saya untuk membujuk Alex agar mau menerima perjodohan ini, dan pastinya Alex dan putri anda akan sangat terkejut saat kita perkenalkan mereka nanti." bapak Abimanyu begitu bersemangat merencanakan sandiwara perjodohan untuk anak mereka.
"Memang benar anak gadis saya bernama Kyra pak, dan kebetulan juga dia baru saja putus dengan kekasih pilihannya waktu kuliah dulu, tetapi saya sangat bersyukur anak saya berpisah dengan kekasihnya, karena semakin kesini kekasih Kyra seperti memperlihatkan gelagat yang kurang baik, saya tidak suka dengan tabiat orang yang cenderung sombong pak.
Saat melihat nak Agus yang saat itu saya ketahui maaf 'hanya' seorang petani, tetapi saya lihat dari tutur bicaranya yang sopan serta bahasa tubuhnya yang sangat menghormati orang yang lebih tua darinya, saya tidak keberatan jikalaupun nantinya Kyra putri saya akan menjalin hubungan serius dengannya. Saya bukan tipe orang tua kolot yang mengharuskan anak saya mendapat pasangan yang minimal sederajat dari segi pendidikan maupun materi.
Dan sekarang saya jujur sangat terkejut saat anda bilang kalau Agus adalah Alex putra anda bapak Agam." Bapak Hadinata tidak bisa menyembunyikan kekagumannya pada sosok Agus yang saat itu dia ketahui hanya sebagai pekerja Ale's Farm.
"Jadi anda setuju untuk menjodohkan anak kita pak Hadinata?" tanya bapak Abimanyu antusias.
"Saya sangat setuju pak, biarpun saya harus menanggung resiko jika anak saya akan marah dan kecewa dengan saya." jawab bapak Hadinata.
"Kekecewaan itu akan hilang jika mereka telah bertemu dan melihat langsung siapa yang di jodohkan dengan mereka." Bapak Abimanyu membesarkan hati bapak Abimana dan sangat yakin dengan kejutan yang akan mereka berikan saat perkenalan kelak.
"Ahh! benar juga kata anda bapak Agam, saya akan bicarakan ini kepada anak saya, dan tentunya saya akan sangat butuh waktu untuk membujuk anak saya agar mau menerima perjodohan ini. Saya akan kabari anda saat saya telah berhasil membujuk anak saya pak." kata bapak Hadinata dengan binar penuh pengharapan.
Setelah mereka berdua setuju dengan kesepakatan perjodohan akhirnya mereka segera pergi dari tempat tersebut untuk kembali ke kantor masing-masing.
Flashback selesai.
__ADS_1
***
"Papa sejahat itu sampai buat aku nangis-nangis demi tidak dibilang anak durhaka." sahut Kyra memanyunkan bibirnya setelah mendengar cerita papa dan juga daddy mertuanya.
"Sekarang sudah nangis bahagia kan?" goda papa Hadi.
"Terimakasih kejutannya pa, dad." kata Kyra dengan antusias.
"Sama mommy enggak terimakasih? Kalau mommy enggak membujuk Alex tersayang, pasti dia sudah kabur lagi entah kemana." kaya mommy Sandra memprotes Kyra dengan logat eropanya yang sangat kental.
Dengan serta merta Kyra menghambur ke pelukan mertuanya untuk berterima kasih akan rencana indah yang sangat menggerus perasaan ini.
Tak lupa Kyra memeluk erat kedua orang tuanya dan juga mencium punggung tangan daddy Abimanyu dengan takzim untuk semua kejutan yang sangat tak terduga ini.
"Tapi kalian pasti tidak tahu kalau kami sempat ragu-ragu apakah perjodohan ini akan tetap berlanjut, karena saat perkenalan kalian tampil seperti itu, jujur daddy ingin tertawa saat itu, tapi untung daddy bisa menguasai diri, juga bapak Haryadi dan istrinya bisa menahan diri untuk tidak tertawa, hanya kami sangat terkejut saat melihat penampilan kalian waktu itu." Jelas daddy Abim.
"Itu memamg papa benar-benar sakit, tidak mungkinlah papa berpura-pura sakit, itu sama saja sebuah pengharapan." jawab papa.
"Tapi kalau saat itu papa mama yang mendampingi kamu, penyamaran kalian pasti akan langsung terbongkar, karena nak Agus sudah pernah melihat papa mama berkali-kali." imbuh papa.
"Dan kalau hari itu papa mama yang mendampingimu, hari ini tidak ada drama seperti tadi." Sahut Krisna menimpali, mengingat betapa muramnya wajah Agus saat akan menjalani akad, dan langsung berubah seratus delapan puluh derajat sangat bahagia begitu melihat nama calon istrinya dan melihat wali nikah pengantin perempuan.
Dan adiknya yang terus menangis dan menyembunyikan wajah cantiknya yang sembab di balik kerudung pengantinnya, tapi berubah menjadi tangis bahagia begitu di beri tahu para sahabatnya siapa lelaki yang telah sah menjadi suaminya.
__ADS_1
"Kalau hari itu mama papa bisa datang, tidak akan ada kenang foto seperti ini." sahut daddy Abimanyu sambil tersenyum melihat layar ponselnya demi melihat foto Agus dan Kyra saat menyamar agar mereka tidak saling tertarik.
Tetapi kenyataannya mereka tetap dipaksa mau menerima perjodohan itu walaupun mereka sangat muak membayangkan wajah calon pasangan mereka.
"Jujur aku tiap hari menangis, kerja tidak fokus saat mengetahui wajah calon suamiku seperti itu, mentalku langsung terjun bebas, aku seperti ditertawakan dengan balutan dukungan. Aku yang saat itu cuma tidak ingin jadi anak durhaka optimis kalau wajah bisa diperbaiki dengan perawatan kalau perlu operasi plastik." Jujur Kyra tidak menutupi apa yang ia rasakan setelah melihat wajah calon suaminya waktu itu.
"Aku pun berpikir seperti itu, aku bisa saja melawan daddy dan melarikan diri dari perjodohan ini, tetapi melihat mommy yang juga sangat berharap akan perjodohan ini, mau tak mau aku hanya bisa pasrah, aku tidak bisa kalau harus buat hati mommy kecewa. Tapi sekarang aku sangat berterima kasih pada mommy karena memaksaku tetap bertahan." jelas Agus mengutarakan isi hatinya waktu itu sambil menggenggam jemari Kyra begitu erat.
"Kita harus berterimaksih pada semua karena sudah membuat kita terpuruk, buat kita tidak fokus kerja, buat kita down, tapi akhirnya buat cerita bahagia untuk kita berdua." kata Kyra kepada Agus, lalu mereka kembali memeluk orang tua mereka juga saudara mereka.
"Akhirnya impianku juga mommy menjadikan mbak Kyra sebagai anggota keluarga kami jadi kenyataan." Kata Alena sambil memeluk Kyra dengan erat dan dibalas pelukan tak kalah erat dari Kyra.
"Jes pingin jalan-jalan lagi sama om ganteng sama aunty pakai mobil kerennya om ganteng!" Seru Jesse yang baru bangun dari tidurnya di sela keharuan dan kebahagiaan yang tengah keluarga mereka rasakan.
Mendengar seruan Jesse membuat mereka tertawa, dan dengan serta merta Agus mendekati Jesse dan menggendongnya.
"Boleh, tapi tanya dulu sama aunty kamu." kata Agus, lalu Jesse menatap Kyra penuh harap.
"Boleh, tapi jangan sekarang ya, besok kita pergi jalan-jalannnya, sekarang kita makan-makan di sini sambil ngobrol bareng oma-opa. Lihat, Jesse punya oma opa lagi lho, itu papa mama om ganteng, berarti opa oma Jesse juga, kan kasihan oma opa baru kalau kita tinggal jalan-jalan." Begitu pintarnya Kyra mengambil hati Jesse agar tak merengek dan setuju untuk pergi esok hari.
Mendengar perkataan Kyra, Jesse meminta turun dari gendongan Agus dan berjalan menuju daddy Abimanyu dan mommy Sandra untuk berkenalan dan mencium tangan mereka.
Dan selanjutnya mereka menghabiskan hari itu untuk makan bersama juga saling berbincang tentang Agus dan Kyra lagi.
__ADS_1
...****************...
Semangati otor dengan like dan komen kalian ya readers tercinta 🤗😘