Dokter & Petani

Dokter & Petani
Terungkap


__ADS_3

Waktu berlalu, empat bulan sudah Alex melaksanakan proyeknya di sebuah desa berdekatan dengan rumah nenek yang dikenalnya waktu itu, dan selama itu pula Alex semakin akrab dengan nenek Halimah, nenek yang mempunyai cucu sangat mirip dengan Kyra, tetapi Alex sangat susah untuk lebih dekat dengan cucu nenek Halimah yang bernama Ayu.


Tetapi Alex suka diam-diam memperhatikan wanita yang sedang mengandung itu, kini perutnya sudah sangat besar di banding saat ia bertemu pertama kali dahulu, tetapi selama hampir empat bulan Alex kenal, dia belum pernah sekalipun melihat suami Ayu yang katanya sedang merantau itu pulang.


Hari itu Alex sedang berada di tempat proyek kerjanya. Seperti biasa ia selalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah nenek Halimah. Saat itu ia melihat Ayu sedang menyirami tanaman sayuran yang ditanam di belakang rumahnya.


Alex tidak jadi melanjutkan langkahnya dan bersembunyi di balik pohon untuk diam-diam memperhatikan Ayu yang sangat mirip dengan Kyra.


Saat itu ia sangat merindukan istri tercintanya hingga tanpa terasa air mata telah menetes di pipinya. Namun ia segera tersentak dari lamunannya saat dilihatnya ayu jatuh terpeleset tanah basah karena genangan air di kebun sayurnya.


Alex pun dengan segera berlari ke tempat di mana Ayu jatuh terduduk. Diangkatnya tubuh Ayu sambil berteriak-teriak memanggil nenek Halimah.


"Nek, nenek Halimah! Ayu jatuh nek!" teriak Alex sambil mengangkat tubuh perempuan yang sedang hamil tersebut dan saat ini tengah meringis sambil memegangi perutnya.


Dengan jalan yang agak lambat, nenek Halimah membuka pintu rumah bagian depan karena terdengar suara Alex di halaman depan.


"Kenapa teriak- te... Astaga, Ayu kenapa cu?!" tanya nenek Halimah terlihat gusar, apalagi terlihat Ayu seperti sedang merasakan kesakitan. Alex membawa Ayu masuk ke dalam rumah dan membaringkannya di sofa.


"Kita harus segera membawa dia ke klinik terdekat nek, takut terjadi apa-apa dengan kandungannya." saran Alex.


"Baiklah cu, ayo segera kita bawa dia." sahut nenek Halimah menyetujui saran Alex.


"Aku telpon sopirku dulu untuk membawa mobilnya ke sini nek." kata Alex meminta waktu untuk telpon dan diangguki oleh nenek.


Saat menunggu panggilannya yang tidak segera diangkat, ada sebuah mobil yang masuk ke halaman rumah nenek Halimah yang cukup luas itu.


"Itu kan..?" Alex tidak jadi melanjutkan panggilannya dan bergegas keluar menemui pemilik mobil yang sedang keluar dari mobilnya.


"Pak Dito! Tolong pinjami saya mobil anda, atau kalau tidak tolong antarkan saya ke klinik terdekat." kata Alex dengan penuh cemas, dan terlihat Dito sangat terkejut dengan keberadaan Alex di tempat itu.


"Oh, boleh pak Alex, mari saya antar anda ke klinik terdekat" kata Dito sambil membukakan pintu belakang mobilnya.


"Tunggu sebentar Pak Dito bukan saya yang akan ke klinik, tapi Ayu." kata Alex sambil berlalu ke dalam rumah.

__ADS_1


"Ayu? Ada apa dengan Ayu?" . Dito terlihat khawatir saat nama Ayu disebut, dia pun ikut masuk ke dalam rumah, tetapi belum sampai ia di depan pintu Alex telah keluar membopong Ayu keluar.


Ditopun segera berlalu menuju mobilnya dan membukakan pintu mobil bagian belakang. Alex segera mendudukkan Ayu di jok belakang mobil dan dia pun ikut masuk dan duduk di samping Ayu.


"Nenek anda ikut?" tanya Dito pada nenek Halimah.


"Nenek tinggal di rumah saja cu, tolong jagain Ayu dengan baik ya. Segera kirim kabar ke nenek apapun yang terjadi dengan Ayu." pesan nenek Halimah sebelum Dito menjalankan mobilnya.


"Baik nek Kami pergi dulu, nanti aku secepatnya memberi kabar kepada nenek." sahut Dito menjawab ke perkataan nenek Halimah, dan Ia pun segera menjalankan mobilnya menuju klinik terdekat.


Sesampainya di klinik Alex segera turun dari mobil dan mengambil kursi roda untuk membawa Ayu ke dalam ruang periksa. Dito pun segera memarkirkan Mobilnya di tempat parkir dan secepatnya menyusul Alex dan Ayu ke ruang periksa.


Saat ini Ayu sedang ditangani dokter dan juga perawat di ruang Instalasi Gawat Darurat. Alex yang begitu khawatir dengan keadaan ayu terus mendampingi perempuan yang sedang hamil besar itu di samping ranjang perawatannya, setelah para medis selesai memeriksanya dan menyatakan kandungan Ayu masih baik-baik saja dan hanya butuh istirahat cukup untuk memulihakan keterkejutannya.


Tiba-tiba ada yang menarik pandangan mata Alex, yaitu jari manis Ayu, Alex seperti mengenali benda yang melingkar di jari manis Ayu.


Diraihnya jemari Ayu yang saat itu tengah tertidur akibat injeksi penenang agar ibu hamil itu bisa istirahat tanpa terganggu.


Alex mencoba melepas cincin yang ada di jari manis Ayu, setelah cincin terlepas, Alex melihat nama yang tertera di bagian dalam cincin tersebut, dan begitu terkejutnya Alex membaca nama yang terukir di benda itu.


"Pak Alex, apa yang anda lakukan?" tanya Dito saat ia melihat Alex tengah memakaikan cincin milik Ayu. Dan dengan wajah nanar Alex menarik Dito keluar ruangan.


"Dito, katakan padaku kalau kamu tahu itu Kyra, dia pasti amnesia karena kecelakaan itu kan?! Kenapa kamu menyembunyikan Kyra yang lupa akan masa lalunya dan diam-diam menikahinya dan sekarang dia hamil anak kamu! Ooh pantas saja sekarang kamu bisa bersikap lebih baik kepadaku, tetapi di belakangku kamu selalu menertawakanku!" kata Alex pelan namun geram karena menahan amarah kepada Dito.


"Sabar dulu pak Alex, anda salah paham kepada saya." Dito berusaha meredam amarah Alex, tetapi Alex yang telah dikuasai amarah seakan tak peduli dengan perkataan Dito.


"Salah paham apa maksud kamu hah?! Lalu apa itu yang terjadi sama Kyra hingga dia bisa hamil seperti itu!" hardik Alex dengan memelankan suaranya.


"Makanya kamu dengar dulu penjelasanku Lex!" Kata Dito yang juga terlihat geram. Alex pun menurunkan cengkraman tangannya di leher baju Dito sebagai tanda ia setuju dengan penjelasan yang akan Dito berikan.


"Sebelum aku memberikan penjelasan, aku ingin bertanya dulu kepadamu apakah kepergian Kyra begitu besar pengaruhnya hingga kepintaranmu menjadi menurun?" tanya Dito tanpa bermaksud merendahkan Alex.


"Apa maksud ucapanmu itu?" tanya Alex tidak paham.

__ADS_1


"Tentu saja sekarang aku jadi meragukan kecerdasan kamu. Harusnya kamu berpikir kalau aku menikahi Kyra tidak mungkin cincin yang barusan kamu lihat itu masih melingkar di jari manis dia." Terang Dito seketika membuat Alex terbelalak tidak percaya.


"Lalu apa maksud perkataan nenek Halimah yang mengatakan kalau suaminya sedang merantau?" tanya Alex penasaran.


"Hanya untuk melindungi Kyra saja sampai ada bukti yang benar-benar nyata dari suami Kyra yang sebenarnya." jelas Dito.


"Lalu kenapa kamu menyembunyikan Kyra dariku kalau kamu tahu itu Kyra?" tanya Alex lagi dengan tatapan tajamnya.


"Aku tahu juga belum lama, belum ada dua bulan, dan nenek masih tetap memintaku untuk menyembunyikan ini dahulu karena melihat Kyra yang belum bisa menerima kamu sebagai temannya, karena Kyra selalu merasa ketakutan." jelas Dito lagi.


"Lalu ada hubungan apa kamu sama nenek Halimah?" tanya Alex lagi.


"Kebetulan nenek Halimah adalah adik dari nenekku, tapi aku jarang sekali berkunjung kemari, jadi aku sama sekali tidak tahu kalau nenek telah menolong seorang perempuan yang tenggelam yang tersangkut di sungai belakang pekarangannya itu.


"Lalu Kyra hamil dengan siapa kalau dia sangat anti dengan lelaki? Sedangkan sama aku belum ada tanda-tanda kalau dia sedang hamil." Alex kembali dibuat bertanya-tanya.


"Aku tidak tahu kalau hal itu, kamu bisa menanyakannya sama nenek. Atau mungkin bisa jadi itu anak kamu yang belum kalian ketahui. Hmm kuat sekali anak istri kamu dengan kondisi terseret arus yang lumayan jauh." perkataan Dito membuat Alex begitu terharu, dan sangat bersyukur kalau memang apa yang Dito katakan adalah benar.


"Aku harus meminta penjelasan dari nenek Halimah perihal kehamilan Kyra." sahut Alex antusias.


"Sekarang yang penting Kyra bisa tenang dan tidak lagi merasakan sakit akibat terjatuh tadi." saran Dito.


"Aku tahu itu. Tapi bagaimana tanggapan Kyra kepadamu setiap kamu datang berkunjung? Jangan-jangan dia menganggap kamu sebagai suaminya." selidik Alex.


"Tidak Lex, dia pun sangat menjaga jarak kepadaku, dia tak pernah mau menemuiku." jelas Dito membuat Alex bernafas lega.


"Terima kasih kamu sudah membantu menjaga Kyra, maaf bila aku telah berprasangka buruk sama kamu Dit." kata Alex dengan tulus.


"Harusnya aku yang minta maaf karena begitu banyak kesalahanku sama kalian di masa lalu." kata Dito dengan tulus pula, dan keduanya pun berpelukan sebagai tanda mereka telah saling memaafkan dan memulai persaudaraan.


Dan tanpa mereka ketahui ada sepasang mata yang menitikka air mata melihat tulusnya mereka saling menyadari kesalahan mereka dan saling memaafkan satu sama lain. Lalu kedua lelaki itu masuk kembali ke ruang dimana Ayu alias Kyra masih menunggu waktu untuk di pindahkan ke ruang rawat atau bisa langsung di bawa pulang.


...****************...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca 🥰


__ADS_2