Dokter & Petani

Dokter & Petani
Reuni Dengan Sahabat


__ADS_3

Kriiiingg!!!


Ponsel Kyra berdering begitu nyaring saat ia masih bermalas-malas di ranjang empuknya yang nyaman, waktu sudah menunjuk pukul tujuh pagi tapi ia masih bergelung di balik selimut tebalnya hingga suara dering ponsel membangunkannya.


"Siapa siihh, ganggu orang tidur saja!" gerutu Kyra dengan mata masih menyipit karena silau.


"Yaa hallo!" sapa Kyra malas tanpa melihat siapa yang mengganggu tidurnya di hari libur kerja


"Pasti belum bangun yaaa, ayo banguunn kita kumpul bareng, dah lama pada sibuk sendiri-sendiri!" teriak suara di seberang telpon sangat mengganggu telinganya.


"Duuhh.. siapa siihh!" seru Kyra merasa gendang telinganya hampir pecah mendengar sang penelpon


"Nah kan, belum sadar! Lihat dulu siapa yang memanggil, kesel deh!" kata suara di seberang, lalu Kyra melihat siapa pengganggu waktu liburnya di layar ponselnya.


"Ratnaaa... ! Sialan kamu, lama gak ada kabar, datang2 ganggu orang tiduurr!" teriak Kyra saat tahu siapa penelpon itu, sementara orang di seberang hanya tertawa terbahak.


"Cepaat mandi, ayo kumpul, ini anak-anak sudah nungguin kamu!" teriak suara diseberang.


"Iyaaa, tunggu akuuu. muach..!" Kyra menutup telpon dan segera menuju kamar mandi.


Setengah jam berlalu Kyra sudah siap berangkat menuju tempat ia biasa kumpul bareng sahabat-sahabatnya.


"Ma, pa. aku keluar dulu mau kumpul bareng sahabat luck-nut." pamit Kyra pada kedua orang tuanya yang sedang duduk di ruang tengah.


"Katanya mau tidur seharian." kata mamanya.


"Gak jadi ma, dah lama gak kumpul.sama anak2, pasti seru." kata Kyra sambil mencomot sepotong kue brownis di depan mamanya sebagai pengganjal perut.


"Gak sarapan dulu?" tanya mama.


"Enggak ma, ini cukup, nanti di sana aku makan banyak." kata Kyra sambil berlalu. Yah, libur kerja kali ini Kyra pulang kerumahnya di kota.


Hanya sekitar dua puluh menit perjalanan Kyra telah sampai di tempat mereka biasa kumpul. Yakni di sebuah restoran bertema alam milik salah satu sahabatnya.


"Hallo everybody Queen Kyra yang cantik sudah dataaang..!" teriak Kyra dari pintu masuk saat dilihatnya para sahabat saat SMA sedang berkumpul di gazebo belakang halaman resto, karena resto belum ada pengunjung maka Kyra berani berteriak narsis kepada sahabatnya.


"Yeee.. Ratu narsis datang..!" teriak balik ketiga sahabatnya.


"Sialan dibilang narsis." Sahut Kyra saat sampai di hadapan para sahabatnya.


"Laluu..?!" seru mereka semua sambil angkat bahu.

__ADS_1


"Kalian kumpul apa gak kurang pagi? jam segini sudah teriak-teriak bangunin orang." kata Kyra dengan kesal yang dibuat-buat.


"Kamu saja yang tidurnya ngebo, ntar rejeki kamu dipatok ayam loh!" sahut Ratna sahbat yang menelponnya tadi.


"Yang ada dipatok kamu Na." Sahut Kyra tak mau kalah, dan disambut tawa yang lain, sementara Ratna nampak memgerucutkan bibirnya berlagak marah.


"Uluh uluh uluuuhh Nana imut malahh yaaa...?!" Freya menggoda Ratna seperti sedang menggoda anak batita sambil menggelitik dagu Ratna, dan spontan Ratna menggigit jemari Freya dan Freya berteriak karena kaget, kembali mereka tertawa dengan kelucuan para sahabat mereka.


Kyra yang agak arogan bila belum kenal, Ratna yang konyol dan badan berisi tapi begitu percaya diri, Freya yang ceria dan Elok yang cenderung pendiam, tetapi mereka bisa satu frekuensi ketika berkumpul bersama.


"Sebentar ya, aku siapkan yang spesial dulu buat kita semua." pamit Elok anak pemilik resto tersebut.


"Yang banyak ya El, aku butuh makan banyaakk!" seru Kyra agak berteriak karena Elok sudah agak jauh menuju dapur resto, dan Elok hanya mengangkat jempolnya.


"Gila kamu Ra, mau saingan sama Ratna?!" seru Freya tidak percaya, begitu juga Ratna yang hanya manggut-manggut.


"Ntar badan saingan sama aku lhoo..." sahut Ratna.


"No problem, lagian aku gak semudah itu ya segede kamu." ledek Kyra.


"Iyaa, percayaaa! Ntar kalau gendut Dito berpaling sama yang seksi kaya akoohh..." kata Ratna sambil menggoyangkan badannya membuat Freya tertawa sedang Kyra hanya menghela nafasnya malas.


"Loh kenapa Ra, kok jadi hilang semangat begitu?" tanya Freya


"Jangan bilang gapapa kalau kenyataanya ada apa-apa!" Seru Ratna yang sangat tahu Kyra berbohong.


"Apa yang ada apa-apa?" tanya Elok yang tiba-tiba sudah di antara mereka.


"Ini Ratu Kyra, kayanya ada yang dia sembunyikan dari kita deh El." kata Ratna penuh semangat.


"Ada apa antara kamu sama Dito? Putus?" tanya Freya


"Haaahhh... kalian ini menghancurkan mood saja." kata Kyra malas.


"Cerita biar lega, siapa tahu kita bisa cariin solusi buat masalah kalian!" Seru Ratna yang tak suka temannya terlalu larut dengan kesedihan hanya karena seorang cowok.


"Iya Ra, cerita saja, biar kamu plong, seandaipun kami nanti belum bisa memberimu solusi, tapi setidaknya beban pikiran kamu lebih ringan dengan mendengar saran dari kita nanti." kata Elok meyakinkan Kyra untuk bercerita tentang masa lalunya.


"Baiklah aku cerita. Aku sama Dito belum putus, tapi aku yang meminta break dari dia.."


"Lahh! kenapa?!" seru Ratna memotong perkataan Kyra, dan sontak ia mendapat tatapan tajam dari tiga sahabatnya.

__ADS_1


"Iya-iya maaf. elaahh! pada serem semua natapnya." kata Ratna tergagap lucu.


"Aku merasa hubungan kami tidak sehat, aku merasa aku tak dibutuhkan lagi sama dia, walaupun saat aku meminta break sementara dia sangat keberatan, tetapi aku tidak melihat keseriusan dari perkataannya.


Dan terbukti pikiranku benar, dia tidak memperlihatkan sebagai seseorang yang ingin mempertahankan hubungan, karena dia tak pernah menghubungiku sama sekali selama hampir satu bulan ini, bahkan dari kita belum break kami jarang banget ada komunikasi, dia sering gak bls chat aku ataupun chat aku dahulu saat aku menelpon dia tapi tidak ada jawaban, itu semenjak dia dipromosikan jadi manajer lapangan di tempatnya bekerja.


Dan juga aku gak suka sama sifat dia sekarang, jauh dari Dito saat awal aku kenal, sekarang dia cenderung sombong." Kyra mengakhiri ceritanya, dan terlihat sahabatnya saling pandang dan menghela nafas.


"Ra, aku gak tahu masalah kalian sebenarnya bagaimana, tapi kalau aku jadi kamu, aku mending bubar saja sekalian. Ketahuan cari ganti saja." seru Freya yang terlihat geram.


"Betul-betul, kalau perlu diuntit saja biar ketahuan kelakuan dia bagaimana." usul Ratna.


"Tapi aku sudah terlalu malas untuk tahu perihal tentang dia, aku sudah memutuskan kalau sampai dua bulan tak ada perubahan, fix aku hapus semua kenangan tentang dia." kata Kyra penuh semangat.


"Naahh begitu dong, seorang Queen Kyra gitu lohh, idola sekolah kita, pasti bisa dapat yang lebih segalanya dari Dito." seru Ratna menanggapi semangat Kyra.


"Sebenarnya dari awal kalian jadian aku gak setuju loh Ra, tapi aku gak berani ikut campur, apalagi waktu itu kamu begitu bahagia dan bangga sama Dito." Elok mengungkapkan apa yang ia rasakan.


"Yaahh mungkin sudah jalannya Kyra harus mengalami itu, agar dia bisa selektif dan tidak gegabah lagi memilih kekasih." kata Freya mengungkapkan pendapatnya.


"Terimakasih atas semua supportnya ya ayang-ayangku semua, love you all always." Kyra merentangkan tangannya dan ketiga sahabatnya serentak maju untuk saling berpelukan.


"Sudahi sedihmu, banyakin makanmu, betul gak Na?!" seru Kyra disambut anggukan antusias dari Ratna ditambah tertawa Elok dan Freya saat pelayan resto mengantarkan menu makan yang sudah Elok persiapkan.


"Eh btw sorry mau nanya, kalian apa gak ada acara pergi sama calon suami kalian, kok bisa kumpul bareng begini?" tanya Kyra disela mereka mengambil makanan.


"Yaa, kan sudah pamitan dulu dong sayang." sahut Ratna diiyakan Elok dan Freya. Ya , ketiga sahabat Kyra sudah punya calon suami dan sudah bertunangan, tadinya Kyra pun sudah punya rencana untuk tunangan dengan Dito, tetapi bersamaan dengan Dito dipromosikan jadi manajer membuat rencana itu tertunda karena kesibukan Dito, bahkan kini tak ada harapan lagi untuk terlaksana.


"Sukses selalu untuk urusan percintaan kalian yaa, jangan lama-lama menunggu lagi, segerakan menikah saja untuk menjauhi maksiat." kata Kyra tak bermaksud menasehati.


"Do'anya saja ya sayang, kami pun tak berharap lama menunggu, semoga secepatnya kami menuju ke hari H, dan semoga kamu segera dapat yang terbaik untuk masa depan kamu."


"Aamiin..." mereka mengaminkan apa yang Elok katakan, lalu merekapun segera makan karena perut sudah terasa sangat lapar, apalagi Kyra.


"Eh Ra, bagaimana kerjaan kamu yang katanya di pelosok itu?" tanya Freya disela mereka makan.


"Jauh dari yang ku bayangkan sebelumnya say, pikirku itu pelosok tapi enggak, tempatnya indah banget malah, suatu hari kalian musti datang deh, pasti nagih." cerita Kyra semangat.


"Pantas saja kamu betah banget, kapan-kapan deh kita main kesana." sahut Ratna penuh semangat.


"Aku tunggu banget lhoo.." kata Kyra sungguh-sungguh, dan sahabatnya hanya mengacungkan ibu jarinya kearah Kyra, lalu mereka makan dengan diselingi obrolan seru mereka.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2