
Alex telah menyelesaikan pekerjaannya dua jam setelah kepergian Kyra dan juga daddynya, ia pun bergegas pulang, tak sabar untuk menjemput istri tercintanya di rumah orang tuanya.
Alex baru saja keluar dari lift direksi di lantai dasar gedung perkantoran yang di jadikan sebagai lobi itu, saat tak sengaja berbarengan dengan Dito yang juga baru keluar dari lift umum.
"Hey! Bule kampung!" seru Dito mensejajari langkah Alex. Alex yang begitu hafal dengan suara itu sengaja diam padahal ia tahu dialah yang di maksud sebagai bule kampung. Alex yang tak mau ribut memilih diam dan terus saja berlalu.
"Heh! Songong banget sih! Diajak bicara juga!" seru Dito sambil menarik lengan Alex agar berhenti terlebih dahulu.
"Oh maaf, saya tidak merasa sedang diajak bicara oleh siapapun tadi." Alex berbicara setenang mungkin untuk mengendalikan emosinya.
"Disini yang mukanya setengah bule kan cuma kamu, pakai berlagak tak paham lagi." Dito terlihat mulai emosi.
"Maaf pak, saya ada nama, kalau anda ingin saya paham kalau sedang anda ajak bicara harusnya anda memanggil nama saya, anda kan tahu nama saya." Kata Alex dengan sopan dan tak ikut tersulut emosi.
Dito sebenarnya jadi merasa sedikit sungkan karena sikap Alex yang tetap sopan, tetapi Dito gengsi menurunkan nada bicaranya.
"Aah! Tidak usah mengguruiku, siapapun kamu, apa yang telah kamu lakukan terhadap Kyra ku tersayang?" seru Dito berhasil membuat emosi Alex tersulut, ia tidak suka ada yang mengklaim Kyra sebagai yang tersayang, karena sekarang Kyra hanya milik Alex seorang.
"Maaf, sebaiknya jaga bicara anda terlepas dari masa lalu anda dengan Kyra, tapi sekarang dia sudah menjadi seorang istri, jadi ingatlah untuk jaga ucapan dan sikap saat bertemu dengan dia." Alex memperingatkan Dito masih berusaha menahan emosinya.
"Karena bujuk rayumu Kyra memilih meninggalkan aku, padahal dulu Kyra selalu menuruti apa yang aku katakan, tapi setelah mengenal kamu dia berani membantahku dan malah berani meninggalkanku." kata Dito dengan geram. Sementara Alex yang mendengar perkataan Dito hanya memasang smirk di bibirnya.
"Sebenarnya saya malas membicarakan hal seperti ini, karena saya merasa seperti sedang berdebat dengan anak SMA. Tetapi tampaknya anda harus diberi penjelasan terlepas nanti bisa memahami atau tidak." perkataan Alex berhasil membuat telinga dan wajah Dito memerah, sindiran Alex begitu mengena di hatinya.
__ADS_1
Dito tidak menanggapi sepatah katapun perkataan Alex, tetapi dari sorot matanya, Dito terlihat sangat marah.
"Maaf bila perkataan saya ada yang menyinggung anda bapak Ardito yang terhormat, tetapi saya hanya mengatakan kenyataan yang terlihat langsung oleh mata saya.
Perlu anda tahu bapak Ardito, sebaiknya anda meralat apa yang telah anda katakan mengenai Kyra tadi. Apakah anda telah lupa kalau penyebab Kyra berubah adalah sikap dan perbuatan anda sendiri? Kalau anda lupa, saya akan mengingatkannya kembali." kata Alex berhasil menguasai emosinya, lalu ia menceritakan awal mula Kyra hilang rasa kepada Dito, seperti yang pernah Kyra ceritakan kepadanya, dan Alex juga mengatakan perbuatan Dito yang terpergok Kyra langsung dan saat itu ia pun melihatnya.
"Nah! Sekarang anda sudah ingat kan kesalahan anda begitu fatal terhadap Kyra?" tanya Alex setelah selesai menceritaka kembali kisah masa lalu Kyra dan Dito.
"Tapi andaipun saat itu anda tidak buat kesalahan terhadap Kyra, saya yang akan berusaha merebut Kyra dari tangan anda, karena saya begitu jatuh cinta sama dia sejak pertemuan pertama." perkataan Alex dengan smirk jahat di bibirnya malah mengundang senyum di bibir Dito.
"Hah! Apa telingaku tak salah dengar ya? Jatuh cinta? Omong kosong dengan ucapan cinta kamu, nyatanya kamu hanya menjual Kyra kepada lelaki tua kaya demi keuntungan kamu sendiri." Tutur Dito dengan tatapan dan senyum mengejek Alex.
"Apa maksud anda berkata seperti itu?!" tanya Alex dengan nada suara agak meninggi.
"Jaga bicara anda! Bukankah dari tadi saya selalu memperingatkan anda untuk jaga bicara?! Perkataan anda terlalu mengada-ada, hah! betapa b*dohnya aku dari tadi melakukan pembicaraan yang hanya membuang waktu saja." kata Alex sembari membalikkan badan hendak meninggalkan Dito yang benar-benar telah membuatnya marah dengan segala tuduhannya.
"Tampaknya kamu benar-benar merasa hingga kamu memilih pergi setelah mendengar perkataanku!" Kata Dito belum mau melepas Alex begitu saja.
"Aku hanya tak mau menanggapi perkataan kamu yang seperti anak kecil itu, terlalu mengada-ada dan sudah membuang waktuku yang sangat berharga!" kata Alex dingin dan tajam, ia telah habis kesabaran menghadapi Dito.
"Tapi nyatanya perkataan yang kamu anggap sebagai perkataan anak kecil ini adalah fakta kalau pekerjaan kamu di sini adalah perekrut perempuan cantik yang diberi tugas khusus menemani pemilik perusahaan."
"Aku sudah bilang jaga mulut k*tor kamu itu, karena aku tidak merasa melakukan hal kotor yang kamu tuduhkan kepadaku itu!" Alex tak dapat mengontrol emosinya lagi, ia berkata sambil menarik kerah baju Dito.
__ADS_1
Dito yang mendengar perkataan Alex yang dianggapnya pura-pura itu segera mengambil ponselnya, dibukanya galeri penyimpanan untuk mencari gambar yang sempat di ambilnya secara diam-diam saat melihat bapak Agam sedang di gelayuti manja oleh dua orang gadis sore tadi.
"Ini lihat!" seru Dito yang telah berhasil menemukan gambar foto yang dicarinya.
Alex yang masih memcengkeram kerah baju Dito segera melihat gambar yang disodorkan kepadanya.
Alex tertawa lepas begitu melihat bukti yang Dito !sodorkan, dan ia pun melepaskan cengkeramannya pada Dito.
"Ternyata aku benar-benar buang waktu! Perlu kamu tahu, apa yang kamu tuduhkan kepadaku tidak benar sama sekali, tunggu saja buktinya, tidak lama lagi kamu akan dengan mudah medapatkan kebenaran itu." Alex pergi begitu saja dengan tawa lepasnya membuat Dito yang tadi sudah merasa diatas angin jadi geram.
"Tertawalah dengan puas, karena mau bagaimanapun semua pembelaan kamu tidak akan merubah apapun, karena jelas-jelas kamu adalah orang yang bapak Agam percaya untuk merayu para gadis yang diinginkannya." Dito menyeringai dan tetap merasa sudah menang atas perdebatannya dengan Alex, dan ia pun segera berlalu dari tempat itu.
**
"Benar-benar susah diajak bicara baik-baik itu orang, semoga dia tidak akan merasa malu yang amat sangat bila tahu yang sebenarnya." kata Alex berbicara sendiri sambil mengendrai mobilnya.
"Tapi aku harus tertawa bila ingat dia menuduhku penyedia gadis muda untuk petinggi perusahaan karena dia melihat Kyra dan Alena bergelayut manja sama daddy, kenapa dia tidak pakai akal sehatnya untuk mengetahui semuanya, dia terlalu cepat menyimpulkan sesuatu hanya berdasar apa yang dilihatnya tanpa ada niat menyelidikinya terlebih dahulu.
Mungkin karena Kyra yang dilihatnya seperti itu hingga menutup akal sehatnya dengan emosi berlebih. Tapi apa pedulinya? Toh dulu dia juga tega menghianati Kyra yang sudah sepenuh hati percaya kepadanya.
Tapi aku sungguh tak sabar melihat reaksi dia saat semua terpampang jelas di depannya, tentang daddy, Alena, Kyra dan tentu saja aku. Hahah..! Jahat ya aku? Tapi untuk menyadarkan kesombongan seseorang tak ada salahnya kalau kita bersikap yang sama, bukan untuk tujuan Wah! Tetapi merubah sikap seseorang yang terlalu meremehkan kita yang nyatanya adalah orang yang telah dijadikannya untuk bergantung hidup." Alex menutup gumamannya mengenai Dito dengan senyum penuh arti tapi juga gelengan kepala atas keheranannya terhadap sikap Dito yang ia ketahui selama ini.
...****************...
__ADS_1
Happy reading semua. Tinggalin like, komennya dong! Biar othor yang masih fakir ilmu ini tambah semangat 🥰