
Beberapa hari berlalu, kini Kyra telah sembuh dari luka-lukanya, dan Alex sudah bisa memulai masuk ke kantor daddynya kembali, hari ini ia berangkat bersama dengan Alena yang sejak Kyra sakit ia mulai belajar bersama daddynya, walau tidak setiap hari masuk, tetapi dengan aktifnya Alex kembali ke kantor maka Alenapun diharuskan aktif di kantor daddynya, dan mau tak mau Alena menurut apa yang daddy dan kakaknya mau.
"Teguh, tolong titip jaga istriku dengan baik, mulai hari ini aku mempercayakan keamanan dia sama kamu, maaf bila itu terlalu memberatkanmu tetapi aku tahu kamu orang yang sangat bisa dipercaya." kata Alex dengan harapan yang sangat besar kepada Teguh.
"Saya akan berusaha semaksimal mungkin melaksanakan amanat yang anda berikan buat saya pak, terima kasih atas kepercayaan yang anda berikan buat saya." jawab Teguh mantap, dia tidak merasa apa yang menjadi tanggung jawabnya adalah sebuah beban baginya dan Alex yang mendengar kesungguhan dari Teguh semakin percaya bahwa ia tidak salah memilih orang dalam menjaga istrinya.
"Sayang aku berangkat dulu, kamu hati-hati selalu ya." pamit Alex pada Kyra yang mengantarkan keberangkatannya sampai di tempat parkir.
"Kamu juga hati-hati mas, fokus saja pada pekerjaanmu, jaga Alena dengan baik!" pesan Kyra sebelum Alex masuk ke dalam mobilnya.
"Pasti sayang." kata Alex sambil mencium kening Kyra, lalu Kyra mencium tangan Alex dan Alex pun segera berangkat menuju vila untuk menjemput Alena terlebih dahulu.
Hanya beberapa menit perjalanan, Alex telah sampai di vila keluarganya, dan Alena sudah siap menanti kedatangan Alex, dan saat kakaknya tiba, mereka langsung berangkat menuju kota setelah berpamitan dengan mommy mereka dahulu tentunya.
Satu jam perjalanan Alex dan Alena telah sampai di kantor daddynya, dan sepertinya pagi ini menjadi pagi yang kurang menguntungkan buat Alex karena bertemu dengan Dito saat sedang berjalan dari tempat parkir menuju lobi kantor.
Alex dan Alena yang berjalan dengan tergesa tak sengaja menyenggol bahu Dito saat akan mendahuluinya yang tengah berjalan di depan, spontan Alex meminta maaf karena merasa telah mengganggu kenyamanan perjalanan orang lain.
Tetapi Alex tidak menyangka kalau orang yang tidak sengaja di senggolnya adalah Dito, orang yang tak pernah bisa bersikap baik terhadapnya bila bertemu.
"Maaf, saya tidak senga...." Alex tidak melanjutkan ucapannya saat ia melihat muka Dito yang tak pernah bisa baik.
"Al, kamu masuk duluan sana." bisik Alex kepada adiknya.
__ADS_1
"Tapi kak.." Alena hendak membantah tetapi Alex mendorong adiknya dengan pelan. Lalu Alena pun menuruti perkataan kakaknya dan segera berlalu dari hadapan kakaknya.
"Wah! Tampaknya hariku akan tidak menemui keberuntungan di hari ini, masih pagi sudah ada yang mengganggu kenyamananku." kata Dito berlebihan.
"Maaf bila aku sudah mengganggu kenyamanan kamu, tapi aku tidak sengaja, aku tergesa-gesa tadi." Alex berbesar hati meminta maaf dengan perkataan halusnya, ia tidak mau menyulut permusuhan sepagi ini.
"Gampang banget bilang maaf, kalau mau mendapat maafku kamu harus ikuti caraku!" seru Dito dengan lagaknya yang sok berkuasa.
"Maaf tapi aku tergesa-gesa banget, aku ikuti permainan kamu lain waktu saja ya!" Kata Alex masih dengan sikap sabarnya, tetapi tampaknya Dito tidak mau begitu saja membiarkan Alex pergi dengan tenang.
"Kamu bilang ini permainan? Perkataanmu sama saja menyamakan aku seperti bocah!" seru Dito tidak terima.
"Bapak manajer Ardito yang terhormat, saya August benar-benar minta maaf karena telah mengganggu kenyamanan berjalan anda." Alex menamgkupkan kedua tangan di depan dadanya seraya membungkukkan badannya untuk membuat Dito agar cepat melepaskannya.
Alex ingin membungkam kesombongan Dito dengan caranya sendiri, tidak senorak Dito, cukup membuat Dito merasa terkena skak mat dari Alex kelak dan dengan begitu Dito bisa instropeksi diri dengan kecongkakannya selama ini hanya karena kedudukan yang belum seberapa.
Walau sekarang Alex harus mengikuti kenorakan yang Dito tunjukkan, tetapi ia hanya berharap suatu hari nanti Dito sadar, bahwa diatas langit masih ada langit. Dan dengan kedudukan Dito sekarang atasannya adalah Alex yang sama sekali belum ia ketahui tetapi Alex sudah tahu semua tentang Dito.
"Kamu tahu juga caranya meminta maaf kepadaku, tetapi bagiku itu belum cukup, seharusnya kamu harus sambil berlutut." kata Dito dengan senyum mengejeknya. Dan Alex pun hanya menanggapi perkataan Dito dengan smirk tipisnya yang penuh misteri.
Alex hendak menekuk kakinya untuk memenuhi perkataan Dito saat ada yang menarik pakaiannya dari belakang.
"Cukup! Tak perlu kamu menuruti perkataan orang yang bersikap kekanakan seperti itu!" seru suara perempuan di belakang Alex.
__ADS_1
"Wah-wah! Terakhir aku lihat kamu sama gadis yang sangat jelek tapi sekarang pembela kamu sangat cantik, aku jadi iri seorang kuli sawah macam kamu bisa di kelilingi perempuan-perempuan cantik seperti dia, kecuali gadis jelek tempo hari itu, bahkan Kyra pun lebih memilih kuli sawah seperti kamu dari pada aku." kata Dito tanpa mengalihkan pandangannya dari Alena.
Saat Alex menyuruhnya untuk meninggalkannya memang Alena pergi lebih dahulu, tetapi rasa penasaran Alena menghentikan langkahnya untuk mengetahui apa yang terjadi dengan kakaknya dan ternyata Alena menyaksikan pemandangan yang membuatnya tak percaya.
"Jaga bicara kamu tuan sok berkuasa! jangan mempermalukan diri anda seperti ini. Sifat rendah hati lebih terpuji dan bisa menyelamatkan anda dari rasa malu yang tak terkira." Alena berusaha memperingatkan Dito, tetapi Dito yang sudah terlanjur gelap mata tetap saja dengan sikap congkaknya.
"Maaf nona cantik, kamu memang cantik, tapi jangan harap aku akan ikuti omongan kamu hanya karena kamu cantik." ucap Dito membuat Alena hanya menggelengkan kepalanya dan Alex kembali mengukir smirk di bibirnya.
"Aku cuma sekedar mengingatkan, kalau anda tidak menerimanya itu jadi urusan anda sendiri, tapi setidaknya pakailah logika anda tuan sok kuasa yang terhormat. Bila anda benar-benar orang terpelajar anda seharusnya malu bersikap seperti ini, kecuali bila memang urat malu anda telah putus dan hilang." perkataan Alena begitu tajam menyindir sikap Dito tapi tetap saja Dito tak bergeming dengan sikap congkaknya, ia masih saja jumawa
Alena yang merasa perkataannya percuma ia ucapkan kepada orang macam Dito segera balik badan sambil menyeret tangan kakaknya untuk segera meninggalkan tempat itu, ia tak peduli saat Dito menyuruh mereka berhenti karena menurut Dito urusan mereka belum selesai.
Tetapi Alena merasa bila mereka semakin jauh menanggapi sikap Dito berarti mereka sama saja seperti Dito yang bersikap kekanakan.
Alena dan Alex telah menghilang di balik lift khusus direksi saat Dito sampai di lobi kantor untuk menyusul Alex dan Alena, alhasil Dito tak menemukan lagi keberadaan kakak beradik tersebut dan itu membuat Dito sangat kesal.
"Awas saja kalau aku sampai ketemu kalian kembali!" gumam Dito dengan wajah kesalnya.
Sungguh hati Dito entah terbuat dari apa hingga sekeras itu tanpa mau menerima nasihat yang orang lain berikan, ia merasa sudah paling diatas angin dengan jabatan yang diembannya sekarang hingga menutup mata hatinya untuk tetap bisa bersikap rendah hati.
...****************...
Selamat membaca seluruh readers tercinta semua.
__ADS_1
Tinggalkan like, komen, vote dan juga giftnya yaa 🥰