Dokter & Petani

Dokter & Petani
Pesan Alex Untuk Julia


__ADS_3

Alex telah memulai aktifitas kerjanya di kantor kembali, kini tak ada yang perlu ia hindari lagi karena tidak ada lagi ikatan kerja sama yang membuatnya akan selalu bertemu Julia.


Sementara Kyra mulai mendapatkan informasi tentang Julia dari Jagat, hingga dua hari sejak Julia memulai permasalahan dengan Kyra, belum terlihat ada gelagat mencurigakan dari Julia.


Hari ini terlihat Julia mendatangi kantor Alex karena ia mengetahui kalau Alex sudah aktif di kantor kembali, tentu saja Julia mendapatkan informasi itu dari orang dalam kantor sendiri, dan siapa lagi kalau bukan Dito.


Sebenarnya sejak Alex masuk ke kantor, ia berpesan kepada security maupun resepsionis kalau ada perempuan yang mencarinya dengan nama Julia Maharani atau Julie Aurora dengan foto wajah yang di berikan kepada bagian itu, supaya tidak di terima.


Tetapi rupanya Julia sudah mengantisipasinya, ia tidak menggunakan nama Julia atau Julie tetapi Aura, dan mengatakan kalau dia sudah ada janji dengan Alex, maka dari itu ia bisa dengan mudah lolos menuju ruangan Alex karena penampilannya pun sangat berbeda dengan yang ada di dalam foto.


Tok! Tok!


Julia mengetuk pintu ruang kerja Alex, dan tanpa menunggu ada jawaban ataupun di bukakan pintu, Julia langsung saja membuka pintu ruangan itu, dan di kursi kebesarannya tampan Alex yang sedang menekuni laptopnya tampak mengankat wajahnya demi melihat siapa yang datang.


Tentu saja Alex sangat terkejut melihat siapa yang ada di hadapannya saat ini, karena ia tak menyangka kalau Julia bisa lolos menuju ruangannua dengan sangat mudah.


"Bodoh...!!" Umpat Alex dalam gumamannya.


"Selamat siang bapak Alexi Agam yang terhormat, senang sekali akhirmya saya bisa menatap wajah tampan anda kembali." sapa Julia dengan suara lemah lembutnya yang penuh rayuan.


"Mau apalagi kamu? Bukankah sudah aku bilang aku tak akan menemuimu lagi?!" tanya Alex dengan ekspresi wajah yang sangat dingjn


"Tapi aku masih ingin ketemu sama kamu sayang." kata Julia dengan kata-kata manjanya sambil berjalan mendekati Alex.


"Stop! Jangan berani-berani kamu mendekatiku!" seru Alex kepada Julia.

__ADS_1


"Lex, please! Aku cuma ingin peluk kamu untuk mengobati rasa rinduku sama kamu selama ini." rayu Julia.


"Maaf Jul, aku haramkan kamu menyentuhku, dan kalaupun sampai aku tersentuh kamu, aku akan membasuh badanku tujuh kali dengan usapan tanah di basuhan pertamaku." kata Alex dengan serius.


"Kau anggap aku anjing apa? Gak usah munafik deh Lex. Di luar sana banyak lelaki yang ingin menyentuhku dan mengajakku tidur tapi kamu sok-sokan menolakku hanya karena sudah punya gandengan seorang perempuan sok itu. Sok Alim, sok pinter, sok kaya, sok paling punya pengaruh dan lain sebagainya." seru Julia berang.


"Itulah yang membuatku tak sudi bersentuhan sama kamu, karena entah sudah berapa banyak lelaki yang menikmati tubuhmu itu. Dan jangan pernah berani membandingkan kamu dengan Kyra, karena jelas kamu bukan bandingan dia, dia jauh di atas segalanya dari kamu, seujung kuku pun kamu tak pantas di banding dia." sungguh perkataan Alex menohok perasaan Julia sebagai seorang perempuan, tapi itulah kenyataannya.


"Walaupun kamu sangat istimewa buatku, tetapi aku tak mengijinkanmu menilaiku dengan perkataan kotormu itu Lex!" Julia semakin geram menunjukkan kemarahannya.


"Istimewa? Hah! Omong kosong apalagi yang hendak kamu pamerkan padaku Jul? Sejak kepergian kamu saat itu bahkan kamu sudah tak menganggapku ada, jangan sok berasa amnesia dengan melupakan keburukan-keburukan kamu itu. Eh sebentar, mungkin apa yang aku anggap buruk itu bagimu adalah hal wajar dan biasa, jadi pastilah kamu merasa kamu orang paling baik dan paling bersih." Beber Alex tentang Julia selama ini.


"Siapa bilang aku melupakanmu Lex, aku bahkan selalu mengingat kamu, tapi kamu saja yang terlalu berpikir buruk tentangku." bela Julia untuk dirinya sendiri.


"Terserah apapun pembelaan kamu Jul, itu semua tak akan merubah pendirian dan perasaanku yang sekarang. Kamu hanyalah bagian kecil dari masa laluku yang harus aku singkirkan sejauh-juhnya." tegas Alex tak lagi terpengaruh dengan perkataan pembelaan Julia.


"Jaga mulut kamu Jul, harus berapa kali aku tegaskan sama kamu? Sekurang-kurangnya Kyra sebagai seorang perempuan, dia lebih banyak kelebihan di banding kamu, karena dia yang membangkitkan lagi kepercayaanku kepada seorang perempuan setelah hampir delapan tahun kamu matikan!" seru Alex dengan suara pelan namun jelas dan tegas.


"Dan perlu kamu camkan Jul, aku tak sebodoh yang kamu anggap selama ini, aku hanya memilih diam karena aku ingin melihat bagimana perubahan sikap kamu setelah meraih kesuksesan, ternyata itu semua membutakan kamu bahkan membuatmu lupa dari mana asal mu.


Dan sekarang kamu harap berhati-hati, kuatkan hati, diri dan mental kamu, karena kehancuran tengah mengintai dan mengancam karir dan kehidupan kamu." nasihat Alex diakhir ucapannya.


"Oohh.. Aku takut." remeh Julia karena beranggapan Alex hanya bercanda karena efek rasa kesalnya pada Julia.


"Memang seberapa terkenalnya kamu dan keluarga kamu hingga berani mengancamku seperti itu Lex?

__ADS_1


Ya mungkin kamu dan keluargamu begitu terkenal di negeri ini tapi kamu tidak lupa kan? nalar cerdas kamu masih jalan kan? Aku berkarir di luar negeri Lex, mana bisa dengan bermodal nama yang hanya terkenal di kota ini akan dengan mudah membuatku jatuh." Kata Julia dengan sinis dan rasa percaya dirinya yang terlewat besar.


"Kamu tidak tuli kan Jul? Pendengaran masih normal kan? Apakah sejak tadi perkataanku menyinggung tentang kebesaran nama keluargaku dan pengaruhnya? Enggak kan? Aku cuma memperingatkan kamu agar berhati-hati dan bersiap menguatkan mental kamu.


Tuhan maha segalanya Jul, bisa saja sekarang kamu masih berkubang dengan gelimang kemewahan, tetapi siapa yang tahu beberapa menit kemudian Ia mencabut semua yang kamu miliki dengan berbagai sebab, aku cuma mengingatkan kamu, agar jangan terlena dengan apa yang kamu miliki sekarang." kata Alex dengan sedikit memberi saran dan nasihat untuk Julia.


Sedang Julia hanya tertawa menanggapi perkataan Alex yang dinilainya hanya mengada-ada dan hanya menakutinya.


"Sekarang silahkan kamu keluar dari ruanganku, karena kehadiranmu sungguh hanya membuatku terlalu membuang-buang waktu karena telah menaggapimu yang aku pikir-pikir ternyata aku seperti sedang barhadapan dengan anak kecil dengan sejuta dunia fantasinya. Silahkan keluar." kata Alex datar namun bagaikan pukulan yang menghantam dada Julia karena pengusiran yang Alex lakukan terhadapnya.


"Aku terima pengusiran kamu ini Lex, terima kasih atas peringatan yang kamu berikan, tetapi aku pun perlu memperingatkanmu agar berhati-hati dan waspada karena aku akan memisahkan kamu dengan perempuan yang tak bisa memberikanmu keturunan itu dan kembali bertekuk lutut memohon untuk kembali kepadaku." Kata Julia sungguh membuat Alex ingin tertawa sekencang-kencangnyq, tetapi ia berusaha sekuat tenaga menahannya karena masih ada Julia di ruangannya.


"Perlu kamu ketahui Jul, biarpun kelak Kyra tidak bisa memberikanku keturunan. Aku akan tetap menua bersamanya." kata Alex tajam menghujam perasaan Julia.


Lalu dengan isyarat tangan, Alex mempersilahkan Julia untuk segera keluar ruangan.


"Lex! Tega banget sih kamu mengusirku seperti ini?" rengek Julia hendak memdekati Alex, tetapi dengan isyarat telapak tangan tegak mengahadap depan Alex menyuruh Julia berhenti mendekat, Lalu bersikap lagi seperti semula yang mempersilahkan Julia segera keluar, dan dengan penuh terpaksa Julia pergi meninggalkan ruangan Alex dengan hentakan kakinya.


"Karena dulu aku hanya selalu menuruti mau kamu hingga sampai sekarang pun kamu masih beranggapan akan mudah untuk membodohiku dengan rayuan kamu.. Heh!" gumam Alex dengan seringai tipis di sudut bibirnya.


Selepas Julia pergi dari ruangannya, Alex pun ingin sekali tertawa lepas kala mengingat Julia, tetapi hatinya kembali sendu kala mengingat semua hal tentang Kyra yang saat ini seakan memendam kesumat karena ejekan yang diterimanya dari Julia.


"Semoga berhasil dengan semua usaha kamu sayang." gumam Alex sambil menerawang membayangkan Kyra dengan usahanya.


...****************...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca 🥰


__ADS_2