Dokter & Petani

Dokter & Petani
Firasat


__ADS_3

Kyra yang masih belum masuk ke faskes tempatnya bekerja, kini sedang menuju kantor suaminya, ia hendak meminta ijin untuk kembali lebih dulu ke desa.


"Selamat siang suamiku tercinta..." sapa Kyra saat masuk ke ruang kerja Alex.


"Hai sayang, selamat siang juga, kok gak kasih kabar kalau mau datang?" tanya Alex sambil menyambut kedatangan istrinya, lalu di ciumnya kening Kyra begitu lama.


"Sudah mas, makan siang dulu yuk! Aku bawain makanan buat kamu nih." Kyra menyudahi kecupan dari Alex lalu mengajaknya untuk makan siang dahulu.


"Tapi aku minta kamu suapi sayang." kata Alex bermanja terhadap Kyra.


"Iya deh, aku suapi dulu, sini duduk manis, biar mama siapkan makanan buat papa." seloroh Kyra sambil menyiapkan makanan yang ia bawa tadi.


"Uluh-uluh, sweet banget sih mama Kyra ini." Kata Alex sambil menggelitik dagu Kyra.


"Sayangnya aku belum ada tanda-tanda untuk bisa di panggil mama ya mas?" Perkataan Kyra tiba-tiba berubah sendu.


"Sudahlah sayang, kita masih bisa terus berusaha, usia pernikahan kita masih sangat sebentar, bahkan ada yang sampai belasan juga puluhan tahun baru dikaruniai buah hati, stop berpikir yang tidak-tidak sayang! Aku akan tetap mencintai kamu sepenuh hatiku dengan ada atau tidaknya anak di dalam rumah tangga kita, yang penting kita terus mengupayakannya." tutur Alex dengan tatapan penuh cinta.


"Aku cuma takut kamu mencampakkan aku begitu saja kalau aku tidak bisa memberikanmu...." Kyra belum selesai dengan perkataannya saat telunjuk Alex menyentuh bibirnya sebagai isyarat agar Kyra menghentikan perkataannya, lalu Alex menggelengkan kepalanya saat Kyra menatap matanya.


"Ayo kita makan, mulai sekarang berjanjilah untuk tidak mengungkit hal ini, karena aku tak mau ada kesedihan dalam perjalanan hidup kita." pinta Alex dengan sangat dan diangguki oleh Kyra.


Lalu Alex mendekatkan wajahnya ke wajah Kyra, dikecupnya bibir istrinya itu lama, dan akhirnya keduanya saling me***** dengan menuntut, dan keduanya segera mengakhirinya saat mereka merasa hampir kehabisan nafas.


"Kamu begitu menggodaku dan dia sayang." bisik Alex di telinga Kyra.

__ADS_1


"Dia siapa?!" tanya Kyra penuh penasaran, dan Alex hanya memberikan isyarat mata melihat ke arah bawah, dan Kyra yang agak lama baru mengerti maksud Alex langsung memerah wajahnya saat matanya mengarah ke bagian bawah Alex yang terlihat semakin menonjol.


"Astaga mas, sudah! stop berpikir ke sana, ini masih terlalu siang!" seru Kyra tanpa bisa menyembunyikan semburat merah di wajahnya, lalu dia pun segera menyendok makanan yang di hadapannya untuk di suapkan kepada Alex.


Alex yang melihat Kyra dengan rona merah di wajahnya serta gelagat gugupnya hanya tersenyum di kulum karena berhasil mengerjai istrinya.


Setelah mereka selesai dengan makan siangnya, Kyra pun segera meminta ijin untuk kembali ke desa terlebih dahulu.


"Mas, aku mau pulang ke desa duluan ya!" pamit Kyra.


"Iya, tadi sudah ketemu mama papa?" tanya Alex karena pagi tadi Kyra berpamitan untuk ke rumah orang tuanya.


"Tadi pas aku datang untungnya papa baru mau berangkat ke kantor, kamu di tanyain mama papa kenapa tidak ikut sekalian, ya aku jawab saja sedang sibuk banget." jelas Kyra menjawab pertanyaan Alex.


"Maaf sayang, iya kapan hari aku luangin buat ketemu papa mama, kamu hati-hati ya di perjalanan nanti." pesan Alex sambil memeluk Kyra dengan erat seakan berat untuk di tinggal Kyra pulang terlebih dahulu.


"Tadi kepala faskes memintaku datang mas, ada rapat besok pagi dan aku harus mempersiapkan laporan-laporan yang diminta." terang Kyra yang membuat Alex mau tak mau merelakan Kyra untuk pulang dahulu.


"Ya sudah kalau begitu, nanti aku pulang cepat supaya kamu bisa segera istirahat agar besok saat rapat dalam kondisi fit." Alex akhirnya merelakan Kyra pulang terlebih dahulu. Alex tidak bercerita kepada Kyra kalau tadi Julia datang dan marah-marah karena telah kehilangan pekerjaannya.


Kyra menjadi tertuduh karena Julia hanya bermasalah dengan Kyra akhir-akhir ini, dan hanya Kyra yang telah mengancamnya karena Julia sudah masuk dan menjadi pengganggu ketenangan rumah tangganya.


Alex masih memeluk Kyra dengan erat sampai Kyra hendak keluar pintu ruang kerja suaminya tersebut. Bahkan Alex mengantar Kyra sampai depan lobi kantor, setelah Teguh datang dan membawa Kyra berlalu dari halaman kantor barulah Alex kembali menuju ruang kerjanya kembali.


Kyra begitu bersemangat saat dalam perjalanannya menuju desa, dia mengajak Teguh bercerita tentang berbagai hal, bahkan saat awal mula perkenalannya dengan Alex, Teguh pun begitu bersemangat meladeni pembicaraan atasannya itu, hingga akhirnya dia menyadari sesuatu.

__ADS_1


"Bu, sepertinya kita sedang di buntuti sama mobil yang di belakang kita itu, karena dari tadi saya perhatikan selalu bayangan mobil itu yang ada dibelakang kita, saya pikir itu hanyalah mobil dengan tujuan yang sama seperti kita, tetapi sampai di jalan yang tidak begitu ramai seperti ini dia bisa saja mendahului kita, tetapi saya lihat dia tetap berada di belakang kita." terang Teguh kepada atasannya tersebut.


"Kita ikuti saja mau sejauh mana mereka Guh, coba kamu lebih kencang jalannya, kalau dia ikut melaju kencang, fix mereka mengikuti kita." saran Kyra, lalu Teguh pun mencoba mempercepat laju mobilnya, dan ternyata memang benar mobil di belakang mereka juga ikut melajukan mobilnya dengan kencang, lalu Teguh memperlambat laju mobilnya dan si pengikut pun melakukan hal yang sama.


"Rupanya mereka ingin berbuat hal yang tidak baik sama kita Guh." kata Kyra mengungkapkan opininya.


"Bagaimana kalau kita berhenti dahulu di sebuah tempat bu, mungkin kita bisa mengelabuhi mereka." Teguh mengutarakan sarannya.


"Tidak perlu Guh, kita terus saja, lagian mereka belum tentu mengenal medan jalan dengan baik." Kyra tidak menerima usulan Teguh karena ia ingin segera sampai ke rumah untuk istirahat dan menyiapkan kelengkapan berkas bahan rapat besok pagi.


Hingga akhirnya saat mereka melewati jalan yang benar-benar sepi, jalan yang mereka lalui merupakan jalan raya lebar tetapi jarang ada mobil yang melintas karena itu jalan pegunungan yang di pinggitnya terdapat jurang landai maupun curam, karena jalan itu berada di atas aliran sungai besar di daerah itu.


Tiba-tiba mobil yang mengikuti mereka menabrakkan mobilnya ke bodi mobil milik Kyra, dan itu membuat Kyra terpekik kaget, dan dengan kelihaiannya Teguh mempercepat laju mobilnya karena dia merasa telah menguasai medan jalan yang berkelok itu.


Tetapi rupanya sang pengganggu tak mau kalah, pengemudi mobil pembuntut itu pun mempercepat laju mobilnya dan berhasil menabrakkan mobilnya ke mobil Kyra yang melambat lajunya karena hendak berjalan berbelok.


Naas tak dapat di elakkan, mobil Kyra yang di kendarai Teguh terdorong menuju jurang yang ada di sisi kiri jalan yang mereka lewati, mobil pun terguling dengan cepat dan masuk ke dalam aliran sungai yang tenang tetapi berarus dalam.


Beruntung obil Kyra hanya menyangkut di bebatuan besar dan tak hanyut terbawa arus, terlihat kedua pintu mobil yelah terbuka.


Kejadian tersebut sempat terpergok kendaraan yang ada di belakang sang penjahat, dan mobil yang di kendarainya berhasil di rekam nomor polisinya, tetapi mobil penjahat itu dengan cepat melarikan diri dari tempat tersebut, dan mobil yang mengetahui kejadian tersebut segera menelpon kantor polisi setempat guna melaporkan kecelakaan yang baru saja terjadi.


Di lain tempat, Alex tiba-tiba merasakan gemetar di seluruh badannya, hingga ponsel yang sedang di pegangnya jatuh tidak terasa. Alena yang kebetulan sedang berada di ruangan Alex, segera memberi minum kakaknya agar lebih tenang.


...****************...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca 🥰


__ADS_2