
Satu demi satu pelanggan resto Elok mulai berdatangan apalagi saat liburan begini akan lebih ramai dari hari biasa.
Tetapi Kyra and the genk cuek saja makan diselingi canda tawa, mereka yang jarang bertemu saling melempar ejek dan candaan mereka, hingga candaan mereka terhenti karena mendengar kegaduhan yang ada beberapa meter di belakang mereka.
Dari VIP room keluar seorang lelaki tegap tinggi keluar dengan tergesa sambil memasang wajah marah, di belakangnya menyusul seseorang sambil memanggil-manggil nama lelaki muda tersebut.
"Mas Alex tunggu, dengar penjelasan saya dulu mas, nanti saya harus bilang apa sama boss kalau anda tidak mau dengar penjelasan saya!" seru orang kedua sambil mengejar lelaki yang sepertinya anak dari bos nya, tetapi lelaki tampan yang dia panggil Alex itu tidak menggubrisnya dan malah melajukan mobil sport mewahnya meninggalkan si pemanggil terbengong dalam kebingungannya.
"Duuuhh, bagaimana saya harus bicara sama bos nanti kalau datang, mas Alex malah langsung pergi begitu mendengar apa yang mau aku jelaskan." gumam Lelaki pengejar itu dengan gusar.
Lalu lelaki yang ditinggal itu masuk lagi ke VIP room dan tak lama keluar menuju kasir, lelaki berusia sekitar empat puluhan tahun lumayan tampan dengan pakaian rapi dan rambut tersisir ke belakang memperlihatkan jidatnya.
Melihat kejadian yang ada di belakang mereka nampak Kyra and the genk masih terbengong saat melihat lelaki berpenampilan rapi itu, saat semua sahabatnya sudah kembali menekuni makanannya, Kyra masih tercenung menatap keluar pada lelaki berpenampilan rapi itu, sehingga memancing ketiga sahabatnya untuk menggoda.
"Ehm..! jangan bilang ada yang terpesona sama lelaki berumur barusan ya." celetuk Ratna dengan pandangan mata tetap ke makanan yang sedang dinikmatinya.
"Ingaaat! Siapa tahu dia sudah jadi suami dan bapak dari orang lain." timpal Freya, sementara Elok hanya menatap Kyra dengan senyum menggoda tapi tatapannya penuh selidik.
Kyra yang merasa sedang digoda oleh sahabatnya seketika mengedarkan pandangannya dan ternyata benar, Kyra yang mereka bicarakan.
"Kalian bicarain aku? Sialan! El, biasa saja dong tatapan kamu itu!." seru Kyra sambil menpuk tangan Elok, dan nampak ketiga sahabatnya saling pandang dan tawa yang ditahan.
"Sumpah ya Ra, aku gak nyangka kamu punya masalah sama Dito tapi seolah begitu terpesona sama lelaki yang usianya jauh di atasmu." kata Ratna membuat Kyra membelalakkan matanya penuh tanya.
"Iya, maksud kami, kamu seolah terpana begitu melihat lelaki tadi." Elok menjawab tatapan tanya Kyra. Lalu dilihatnya Kyra malah tertawa.
"Jujur, apa kalian gak merasa terpesona begitu melihat cowok sekeren dia tadi walaupun cuma seorang bawahan, tetapi melihat penampilannya aku rasa dia bawahan orang yang sangat elit deh." kata Kyra sambil mengedarkan pandangannya lagi, terlihat para sahabatnya saling pandang dengan senyum-senyum ditahan, dan pandangan itu sudah mewakili tanya Kyra.
"Haaahh.. kalian, lempar batu sembunyi tangan." sindir Kyra dengan senyum dan gelengan kepala lalu melanjutkan kembali makannya.
"Tahu aja nih bocah!" sahut Ratna dan mereka semua tertawa.
"Ingaaatt! calon suami kalian noohh!" Kyra membalikkan keadaan dan kini para sahabatnya yang terbengong, dan Kyra tertawa melihat itu.
"Aku sih kalau bisa pengen ngegebet anak boss tadi, mas Alex. Gila cuy! Kalian lihat kan tongkrongannya tadi? Dan jangan dikesampingkan juga, orangnya jauh di atas asisten elitnya tadi." Tawa Kyra terdengar di akhir penjelasannya.
"Waahhh...! paraahh. Selera dokter kita tinggi juga, kita cuma berani pandang asistennya dia berani bayangin anak bosnya." kata Ratna.
"Soalnya cuma asisten elit yang ada, coba tadi anak bos juga ada, kalap mata kita." timpal Freya.
__ADS_1
"Asisten elit itu mungkin namanya Damar karena yang reservasi tempat namanya Damar." Elok menambahi.
"Tuuhh mas Damar namanya tadi, tapi ingaat, calon suami!" Kyra memggoda mereka denga menekankan kata calon suami.
"Iyaaa, sial! Tadinya kita yang mau godain malah jadi kebalikannya." gerutu Ratna sambil manyun.
"Kebiasaan sih, mata gak kontrol." sahut Kyra.
"Sama saja kali." celetuk Freya.
"Gak juga ya El, kita mah lebih bisa menguasai diri." kata Kyra sambil merangkul Elok.
"Tergantung situasinya juga sih Ra." sahut Elok disambut tawa Ratna dan Freya,
"Waahh parah! Ternyata diam-diam menghanyutkan." Kata Kyra sambil menggeleng-gelengkan kepala ke arah Elok, sementara yang ditatap hanya semyum-senyum saja.
"Aku menyerah menghadapi kalian, aku mau makan banyak dengan tenanh, jadi stop bahas cowok, apalagi yang gak kita kenal kaya mas Damar tadi, hihi.." Kata Kyra menyudahi pembicaraan mereka tentang orang asing tadi, dan para sahabatnya pun cuma mengiyakan. Kini mereka menekuni makan mereka sambil mengenang masa indah mereka saat pertama kenal dulu.
**
Hari sudah beranjak sore ketika Kyra meninggalkan resto milik Elok, ia terlihat lebih bahagia karena beru saja bertemu para sahabatnya.
"Lahh, kok aku masuk sini ya? Duuhh! pikiran gak singkron nih." gumam Kyra sambil senyum sendiri sambil mencari tempat parkir kosong.
"Udah terlanjur masuk ya sudah jalan-jalan sekalian walau gak tau mau ngapain kaya orang hilang sendirian." gumam Kyra lagi dengan tawa sendiri.
Pertemuan dengan ketiga sahabatnya memberi energi positif tersendiri bagi Kyra, dan kini dia ingin menghibur dirinya lagi dengan berbelanja, walaupun ia masuk karena tidak sengaja.
Saat Kyra sedang berjalan sendiri sambil melihat-lihat setiap toko dan outlet yang dilewatinya, sekonyong-konyong mata Kyra melihat orang yang begitu dikenalnya, disipitkan dan diucak matanya digelengken kepalanya mungkin ia salah lihat atau hanya halusinasi, tetapi apa yang dilihatnya nyata, dan terlihat orang itu menuju kearahnya berdiri, ia pun segera berbalik dengan cepat dan bersembunyi.
Begitu cepatnya ia hendak bersembunyi membuatnya menabrak seseorang sampai ia agak terpental karena begitu kerasnya tabrakan itu dan yang ditabraknya seorang cowok tinggi tegap.
"Aaww.. maaf aku tergesa!" kata Kyra sambil menangkupkan kedua telapak tangannya tanpa memperhatikan orang yang ditabraknya karena ia fokus melihat ke belakang, setelah dirasa aman dan tersembunyi Kyra manyandarkan badan dan kepalanya ke dinding, matanya terpejam.
Setelah beberapa saat dan tarikan nafasnya sudah tenang Kyra membuka matanya, tapi betapa terkejutnya dia saat ada orang pas di depan mukanya, dan orang itu seingat Kyra adalah orang yang ditabraknya tadi terlihat dari pakaian yang Kyra lihat sekelebat mata.
"Astaga..!" seru Kyra dengan mata melebar dan mulut menganga.
"Alex? tapi.." gumam Kyra tak percaya kalau ia kini sedang berhadapan dengan cowok yang ia lihat diresto Elok tadi.
__ADS_1
"Kenapa musti sembunyi? Kenapa tidak dihadapi?" tanya cowok itu tegas dan dingin.
"Apa maksud kamu?" tanya Kyra tak habis pikir kenapa cowok itu tahu dia sedang menghindari seseorang.
"Kamu menghindari dia kan?" tunjuk cowok itu ke arah orang yang di lihatnya tadi, dan Kyra hanya terbengong heran.
Wajah lelaki didepannya sangat familiar dimatanya, tapi dari segi penampilan sangatlah berbeda apalagi tadi saat diresto Kyra melihat tongkrongannya mobil sport mewah.
"Hey..! malah bengong." kata cowok yang diketahui Kyra bernama Alex itu.
"Ayoo kejar, gak usah takut ketemu dia!" Alex menarik tangan Kyra menuju seseorang yang dihindarinya.
"Aku gak mau, kenapa sih kamu maksa gitu?! Lagian kita gak saling kenal tapi kamu berani paksa-paksa aku!" seru Kyra sambil berontak hendak melepaskan diri.
"Kalau kamu menghindari masalah, kapan akan selesainya masalah itu?" kata Alex masih terus menarik Kyra yang berontak.
"Sok tahu!" kata Kyra sinis.
"Kalau kamu gak bermasalah sama orang tadi, gak mungkin kamu menghindar sampai segitunya." kata Alex
"Kamu saja sudah menghindari masalah hari ini, tapi sok-sokan mau menyelesaikan masalah aku sama orang tadi!" seru Kyra membuat Alex menghentikan langkah mereka saat sampai dibasement parkir mall.
"Tahu darimana kamu?" selidik Alex.
"Tadi aku lihat kamu di Elok resto, kamu dipanggil-panggil seseorang tapi menulikan telinga, hingga orang tadi putus asa, takut kena marah boss nya." jelas Kyra.
"Pantas saja kamu tahu namaku." kata orang itu sambil menghembuskan nafasnya panjang, seakan ada sebuah kelegaan.
"Kamu mirip seorang yang aku kenal, aku pikir tadi waktu lihat kamu diresto adalah orang yang ku kenal, tetapi kalian beda segalanya, cuma wajah saja yang begitu mirip." jelas Kyra.
"Kalau begitu apa aku boleh kenal kamu? Kamu kan sudah tahu namaku." kata Alex tanpa memalingkan tatapannya dari Kyra, sementara Kyra terlihat jengah.
"Maaf aku harus pulang." pamit Kyra tergesa tanpa menyebut namanya.
"Hey! lalu bagaiman dengan orang yang kamu hindari itu, itu tadi cowok kamu yang sedang selingkuh lalu kamu gak berani negur gitu?" tanya Alex sambil mensejajari langkah Kyra.
"Itu bukan urusan kamu, lagian kamu itu cowok tapi kepo banget sih, kenal saja nggak kok!." seru Kyra mulai bersikap ketus dan memperlebar langkah kakinya, sementara Alex tidak lagi mengikuti Kyra dan hanya menatapnya sambil tersenyum penuh arti.
"You must be mine." gumam Alex, lalu berjalan menuju mobilnya dan mengeluarkan ponsel dari saku jaketnya, dilihatnya Kyra masuk mobil tak jauh dari tempat ia parkir. Setelah selesai telpon Alex pun segera masuk mobil dan keluar dari tempat tersebut.
__ADS_1
...****************...