
"Tidak ada pembelaan yang akan kamu dapatkan di tempat ini Julia Maharani! Dan Jangan berani lagi kamu memperlihatkan wajah kamu itu di hadapanku kalau kamu masih ingin menikmati indahnya dunia ini. Ini bukan tentang kecemburuanku padamu, karena tidak ada yang perlu kutakutkan jikalau suamiku akan berpaling kepadamu karena itu tidak akan terjadi, tapi ini tentang harga diriku yang telah kamu remehkan." Amarah Kyra sudah tak bisa di kendalikan selama Julia masih berada di depan matanya.
" Kamu pikir aku takut akan ancaman kamu nyonya Kyra Agam? Siapa kamu yang begitu berani mengancamku seperti itu hah?! Paling-paling kamu hanyalah seorang perempuan desa dari keluarga miskin yang terangkat derajatnya karena dinikahi oleh Alex, jika kamu dari keluarga kalangan atas tidak mungkin kamu mau di dekati oleh Alex yang saat itu tengah menjadi Agus yang sedang menikmati perannya sebagai seorang buruh tani!" seru Julia tak mau terusir begitu saja.
Apalagi dalam pikiran Julia, Kyra hanyalah perempuan biasa dan tidak sebanding dengannya.
"Jangan samakan semua perempuan seperti kamu Julia! Asal kamu tahu, aku mencintai suamiku justru saat dia menjadi Agus, dan tak ada keraguan sedikitpun dari seorang dokter Kyra Queensha Birawa ini menerima cinta seorang buruh tani, karena dalam keluarga kami tidak diajarkan untuk mejadi seorang materialistis tetapi orang yang tulus.
Dan saat ini kamu telah menginjak harga diri seorang keturunan Birawa, jadi jangan harap kamu bisa hidup tenang selama masih berusaha mengusik ranah pribadiku. Pergi dan cari tahu siapa keluarga Birawa, dan jika tetap bersikeras maka jangan salahkan aku bila kamu akan menjalani sisa hidupmu sebagai seorang gelandangan." Kyra mengakhiri perkataannya dengan berbisik di telinga Julia dan tak lupa seringai yang ditujukan untuk Julia.
Mendengar ucapan Kyra yang tidak main-main sempat membuat nyali Julia menciut, tetapi kesombongannya tak ingin terlihat takluk begitu saja.
"Siapapun kamu, jangan harap aku akan menyerah sampai di sini, karena bila aku tak bisa mendapatkan Alex lagi, maka kamu pun tak boleh memilikinya." ancam Julia
"Ooh! Aku sangat takut dengan ancaman kamu nona Julia.." Kyra berkata dengan mimik muka takutnya, tetapi tentu saja hanya ejekan semata.
"Kalian lihat saja pembalasanku atas hinaan ini!" seru Julia menunjuk wajah Kyra dan juga Alex, kemudian dia berbalik menyembunyikan amarahnya menuju mobil, dan setelah manajer dan bodyguardnya masuk mobil, Julia segera menjalankan mobilnya keluar dari halaman Ale's Farm sambil menggeber mesin mobilnya.
Tanpa berkata-kata Haris mengajak Sari meninggalkan ruangan itu, untuk memberikan kesempatan berbicara kepada atasannya itu.
"Mas, tolong panggil Jagat kemari, ada yang perlu aku bicarakan padanya. Julia harus tahu kalau dia telah berurusan dengan orang yang salah. Cukup sekali harga diriku terinjak olehnya." pinta Kyra dengan pelan tetapi matanya belum redam dari amarah yang menguasainya.
Dan tanpa banyak kata, Alex menuruti apa yang Kyra mau, diambil ponselnya dari saku celananya, lalu Alex segera mencari kontak Jagat untuk di minta datang ke Ale's Farm.
Sementara Alex sedang berusaha menelpon jagat, mommy Sandra dan Kyra saling berbicara.
"Mom, maafkan aku karena telah berbicara dengan meninggikan suaraku, itu semua karena aku merasa di remehkan oleh Julia seakan aku tidak akan bisa memberikan cucu untuk kalian." Kyra meminta maaf pada mama mertuanya karena ia terpancing emosinya.
__ADS_1
"Mommy paham dengan apa yang kamu rasakan nak, jangan terlalu kamu pikirkan omongan Julia tadi ya, mommy yakin suatu hari nanti kamu akan di berikan kepercayaan oleh tuhan dengan dititipkannya momongan kepadamu dan Alex. Mommy tak pernah menuntut kalian karena semua sudah jadi ketentuan tuhan dan yang terpenting kita sudah mengusahakannya." Nasehat mommy Sandra untuk lebih menenangkan Kyra.
"Terima kasih mom." kata Kyra sambil memeluk erat mommy Sandra. Dan Alena pun mendekati keduanya yang sedang berpelukan dan ikut memeluk Kyra dengan erat.
"Tak perlu di pikirkan apa yang mbak Julia katakan tadi ya mbak!" Pinta Alena di sela pelukannya.
"Tentu tidak Al, kesempatan masih terbuka lebar dan panjang buat kami berusaha." kata Kyra menanggapi ucapan Alena dan membalas memeluk Alena bersamaan dengan mommy Sandra dengan tak kalah erat.
***
Tiga puluh menit berlalu, orang yang di tunggu oleh Kyra dan Alex telah datang, dialah Jagat dengan membawa dua anak buahnya. Mereka di persilahkan masuk oleh Kyra, tetapi kedua anak buah Jagat memilih duduk di luar rumah.
"Selamat sore bos Alex, sore nona." sapa Jagat sambil menjabat tangan sepasang suami istri itu.
"Selamat sore." jawab Alex dan Kyra bersamaan,
"Maaf bos Alex, adakah kesalahan yang anak buah saya lakukan kembali terhadap keluarga atau orang-orang terdekat bos, sehingga saya di panggil kemari?" terlihat raut gusar di wajah dedengkot dunia bawah itu disela pembawaannya yang tenang.
"Tidak ada, ini tak ada hubungannya dengan anggota kamu, istriku Kyra yang memintamu datang ke sini." Jawab Alex membuat Jagat bisa sedikit mengendurkan ketegangannya.
"Oh, adakah yang perlu saya lakukan untuk nona Kyra?" tanya Jagat kepada Kyra.
"Aku ada dalam ancaman seseorang dari masa lalu suami aku, lebih tepatnya mantan kekasih mas Alex. Entah itu hanya sebuah gertakan atau dia memang serius dengan ucapannya. Tapi aku juga telah bersumpah pada diriku sendiri kalau dia masih berani mengganggu ketenangan hidup kami, maka aku akan menghancurkan karir dan ketenangan hidupnya juga.
Untuk itu aku meminta tolong kepadamu bang Jagat, selama perempuan itu masih bebas berkeliaran di daerah ini dan di negeri ini, maka aku memintamu untuk memperketat penjagaan terhadap keluarga kami terutama aku juga suamiku.
Dia mengancamku kalau dia tak bisa kembali memiliki Alex maka aku pun tidak boleh memilikinya. Aku berpikir ancamannya itu hanyalah sebuah gertakan, tetapi aku tak mau menganggap enteng perkataan perempuan itu. Selain dia sombong dia juga terlihat licik. Kalau dia masih tetap menganggap remeh aku dan tak mengihkan peringatanku aku jadikan dia gelandangan.
__ADS_1
Dengan koneksi dunia bawahmu yang tentunya sudah menggurita di banyak daerah bahkan beberapa negara, aku rasa itu hal yang tidak begitu sulit bagimu hanya untuk mengancurkan kesombongan seorang Julie Aurora.
Akan aku berikan imbalan yang pantas bila kamu berhasil dengan misi yang aku berikan." terdapat kilat kesungguhan bercampur amarah di mata Kyra saat membeberkan apa yang harus di lakukan Jagat, dan lelaki menyimak dengan baik apa yang dituturkan Kyra.
Terlihat Jagat mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti akan apa yang Kyra ceritakan kepadanya.
"Sebenarnya kami pun bisa melobi agensinya untuk memutus kontrak kerja Julia dan memastikan ia tak akan lagi mendapatkan pekerjaan impiannya itu, tapi kami terlalu sibuk dengan kesibukan kami apalagi aku yang bekerja sebagai pelayan publik, untuk itu aku sangat percaya kepada bang Jagat untuk melakukannya,
Aku ingin dia menyesal sejadi-jadinya karena telah merendahkan orang yang salah." lanjut Kyra mengemukakan alasannya kenapa ia butuh tenaga Jagat, semenyara Alex hanya mendengarkan apa yang menjadi rencana istrinya tersebut.
Alex tak akan mencegah apa yang di rencanakan oleh Kyra terhadap Julia, karena ia pun sangat geram akan penghianatan yang pernah Julia lakukan.
" Aku akan mengirimkan data-data mengenai perempuan itu ke dalam email kamu. Aku sangat percaya padamu dan jangan coba-coba berhianat bila mendapat rayuan maut seorang Julie Aurora, karena kamu tahu dengan pasti siapa aku. Bukannya aku tak bisa menangani sendiri permasalahan ini, aku hanya tak mau membuang tenaga dan pikiranku dan mengotori tanganku. Camkan itu!" Ancam Alex dengan tatapan tajamnya.
"Saya tidak seberani itu untuk menghianati anda bos, lebih baik saya mati daripada hidup sebagai penghianat." sahut Jagat tak kalah tajam seperti Alex.
Lalu Alex membuka laptopnya dan mengetikkan sesuatu untuk mencari data-data tentang Julie Aurora atau Julia maharani. Setelah di dapatnya data-data yang di cari, Alex segera mengirimkannya ke alamat email Jagat.
"Semua data sudah aku kirimkan, pelajari dan eksekusi secepatnya bila tak bisa di peringatkan secara baik-baik lakukan seperti apa yang sudah Kyra utarakan tadi." kata Alex
"Baik bos, akan segara saya laksanakan, kalau begitu saya permisi dulu." pamit Jagat kepada Alex dan Kyra.
"Berikan laporan secepatnya!" perintah Alex.
"Siap bos!" sahut Jagat dan segera mengajak kedua anak buahnya pergi dari tempat itu.
...****************...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca, jangan lupa like komennya yaa 🥰