Dokter & Petani

Dokter & Petani
Kebanggaan


__ADS_3

Setelah dipastikan Julia benar-benar pergi dari Ale's Farm, Alex keluar dari persembunyiannya.


"Mau sampai kapan kamu akan menghindari dia mas? Kamu harus tegas sama dia kalau kamu tidak mau terus terganggu, kecuali kamu mau dan berharap di ganggu sama dia." terlihat raut cemburu di wajah Kyra.


"Kamu jangan bicara seperti itu sayang, kalau aku berharap di ganggu dia tidak mungkin aku lebih memilih menghindar. Hari ini aku tidak ke kantor karena berharap bisa menenangkan diriku dahulu. Tapi aku tidak menyangka kalau dia akan sampai di sini." Alex berusaha meyakinkan Kyra.


"Apakah akan terjadi yang kedua kali lelaki yang ku cintai selalu di rebut oleh perempuan lain?" Kyra menerawang, wajahnya sendu meratapi nasibnya.


"Bicara apa kamu sayang? Siapa yang akan meninggalkan kamu? Aku sudah beruntung mendapatkan istri seistimewa kamu, tidak akan ada yang memisahkan kita kecuali maut, itu janjiku. Jikapun hidupku sedang di landa susah ataupun dihampiri senang aku mau kita jalani bersama saling bahu membahu. Jadi jangan pernah berfikir aku akan berpaling dari sayang, jangan!" Lirih suara Alex sambil memeluk Kyra dengan erat. Ia tidak mau Kyra salah faham karena dia belum bersikap tegas terhadap Julia.


"Mas, ketakutan seorang perempuan adalah godaan dari perempuan lain apalagi sudah sekian lama kita bersama belum ada tanda-tanda aku akan memberikanmu buah hati kita, aku takut kamu berpaling dariku karena hal ini." Kyra mengungkap ketakutannya.


"Apalagi yang kamu bicarakan ini sayang. Tolong jangan buat aku marah sama kamu seolah aku benar-benar telah tergoda dengan perempuan lain. Apapun keadaan kamu, bisa ataupun tidak kamu akan memberiku keturunan, itu bukanlah halangan bagiku untuk tetap mencintai kamu.


Pernikahan kita belumlah lama, jangan pernah lagi kamu meragukan kekuasaan sang pemberi hidup, kalau Dia sudah menunjukkan kun fayakun-nya bukan tidak mungkin hari ini kamu hamil, jadi please! Berhenti berpikiran negatif hanya karena kehadiran perempuan di masa laluku itu." penuturan Alex tak ayal membuat Kyra terisak penuh penyesalan akan perkataan yang telah di ucapkannya.


"Astaga! Maafkan aku Tuhan, aku percaya akan kebesaran-Mu, aku akan bersabar hingga Kau benar-benar percaya kepadaku. Maafkan aku bila perkataanmu telah menyinggungmu mas." sesal Kyra, dipeluknya tubuh kekar suaminya dengan erat.


"Sayang, perlu kamu tahu. Aku adalah seorang yang tak mudah jatuh cinta, tetapi saat aku sudah menemukan seseorang yang klik di hatiku maka aku akan mempertahankannya apapun kondisinya, kecuali dia menghianatiku maka aku akan melepaskannya tanpa beban." jelas Alex dengan sungguh-sungguh, Kyra mencoba menyelami ke dalam mata Alex untuk mencari kebohongan di mata suaminya itu, tetapi ia tak menemukan apa yang di carinya.


"Kalau aku boleh tahu, kenapa dulu kamu tidak menyusul mbak Julia ke negara di mana ia mengembangkan kariernya mas, bukankah itu hal yang sangat mudah bagimu untuk menyusul dia? Dan mungkin jika saat itu kamu menyusulnya, kalian sudah hidup berbahagia." kata Kyra dengan sendu, ada desir perih di dadanya ketika ia mengucapkan hal itu.


"Ya, benar sekali apa yang kamu katakan itu sayang, tetapi ada hal yang membuatku mengurungkan niatku itu, dari awal dia akan pergi dia sudah buat aku kecewa. Bukankah dari semalan aku sudah bercerita sama kamu?" jawab Alex yang bisa di pahami oleh Kyra, dan di susul tanya juga dari Alex.

__ADS_1


"Semalam kamu belum bercerita mengenai hal ini mas, kamu cuma bercerita sampai mbak Julia berpamitan sama kamu dan tak memberikan kamu waktu seperti yang kamu minta." jelas Kyra menjawab pertanyaan Alex.


"Ooh begitu ya? Maaf sayang aku kurang fokus." kata Alex dengan kekehannya karena menyadari ketidak fokusannya.


"Tidak apa mas, sekarang aku percaya sepenuhnya sama kamu, aku yakin kamu bisa melepaskan diri dari perempuan itu, walau mungkin sedikit tidak mudah." Kyra menggenggam jemari Alex dengan erat sebagai bukti kepercayaannya, dan Alex pun membalas genggaman tangan Kyra tak kalah erat.


"Terima kasih kembali untuk semua kepercayaanmu sayang, tapi aku tetap butuh bantuan kamu untuk menyadarkan dia kalau aku sudah bukan lelaki yang sama seperti saat bersamanya dulu." harap Alex


"Tentu sayang, demi ketenangan dan ketentraman rumah tangga kita ke depannya." sahut Kyra dan seketika itu Alex memeluk Kyra dengan erat dan di balas tak kalah erat oleh Kyra.


Alex merasa sangat beruntung mempunyai pendamping seperti Kyra yang begitu dewasa dalam bersikap dan tak mudah tersulut emosi saat dengan jelas di depan matanya ada perempuan lain yang mengganggu suaminya, bahkan ia bisa menghadapinya dengan sikap bijak tanpa harus memamerkan siapa dia, biarlah kelak waktu yang akan memperlihatkan statusnya kepada sang pengganggu itu.


***


Hari berikutnya Alex masih tidak berangkat ke kantor, selama Julia dan agensinya belum selesai dengan urusannya ia bertekad akan menghandel pekerjaannya dari rumah, kecuali Kyra mendapatkan cuti seperti yang di harapkannya, dengan demikian ia bisa berangkat ke kantor dengan di temani istrinya tersebut.


"Enggak dad, selama Agensi model itu belum selesai dengan pekerjaannya aku mau kerja di rumah saja." jawab Alex sambil menekuni laptopnya, membuka beberapa email yang di kirimkan oleh asisten pribadinya di kantor.


"Kenapa harus seperti itu?" tanya daddy lagi tapi Alex masih enggan untuk menjawab.


"Oh iya son, kata asisten rumah tangga kemarin siang setelah mom sama dad pergi sampai hampir sore ada seorang perempuan datang ke sini, dan katanya sempat ribut sama Sari, siapa dia?" tanya mommy Sandra penuh penasaran.


Akhirnya dengan malas Alex bercerita mengenai Julia yang sedang berada di negeri ini karena ada urusan pekerjaan. Tentu saja apa yang di ceritakan Alex membuat kedua orang tuanya terkejut.

__ADS_1


"Masih punya muka dia mencari kamu? Apalagi untuk kembali menjalin hubungan sama kamu? Ha..ha..ha.. Mommy jadi ingin tertawa sekencangnya." kata mommy Sandra sambil tertawa geli ketika mulai membicarakan Julia.


Dan Alex juga bercerita kalau agensi yang bekerja sama dengan mereka ternyata yang menaungi Julia, dan Alex juga sama sekali tidak tahu kalau model yang di bawa mereka adalah Julia.


"Apakah kemarin Kyra tidak tahu kalau Julia ke sini karena mencari kamu? Karena asisten rumah tangga kita bilang Julia ribut malah sama Sari sedang sama Kyra berbicara dengan baik-baik." tanya mommy Sandra.


"Kyra tahu tujuan Julia ke sini, tetapi Julia tidak tahu siapa Kyra, karena Julia pikir istri aku adalah Sari, karena saat Julia ngotot ingin kembali padaku Sari yang marah-marah menegur Julia." Alex bercerita menjawab pertanyaan mommynya.


"Menantu mommy begitu sabarnya. Rupanya Kyra lebih mengerti kalau menghadapi masalah tidak harus pakai cara berlebihan." daddy Abimanyu menilai Kyra.


"Yes, betul sekali dad. Dia bisa seelegan itu menghadapi orang yang akan mengganggu rumah tangganya." bangga mommy Sandra.


"Berarti feeling daddy tepat ya mom, dulu sama Julia daddy gak begitu setuju dan ternyata begitulah." daddy Abimanyu mengungkap perasaannya dulu.


"Rencana Tuhan selalu lebih baik dari rencana manusia dad mom. Aku yakin dengan kejadian ini akan semakin memperlihatkan bahwa aku sangat beruntung memiliki Kyra, bahkan saat itu yang dia tahu aku hanyalah Agus pegawai dari Ale's Farm tetapi dia dengan tulus bisa menerima aku." Alex menerawang bangga akan kehadiran Kyra di hidupnya.


Walaupun awal pertemuan mereka Kyra bukan tipe gadis yang mudah diajak berteman, tetapi berkat kegigihan Alex akhirnya Kyra luluh juga dengan pesona mas Agus waktu itu.


"Ya sudah, sekarang fokus dengan pekerjaan kamu. Mommy sama daddy mau tinjau pekerja dulu." kata daddy Agam sambil beranjak dari duduknya lalu berjalan keluar rumah diikuti mommy Sandra.


Kini Alex yang sendirian kembali mengingat sikap Kyra menghadapi seorang perempuan yang jelas-jelas mengganggu rumah tangganya.


"Terima kasih Tuhan, kamu berikan aku pasangan hidup sebaik Kyra." gumam Alex dengan senyum mengembang di bibirnya. Lalu dia melanjutkan kembali pekerjaannya.

__ADS_1


...****************...


Terima kasih sudah membaca 🥰


__ADS_2