Dokter & Petani

Dokter & Petani
Ujian Hati Kyra.


__ADS_3

Kyra dan Agus telah sampai di rumah setelah beberapa menit perjalanan, setelah memarkir mobilnya Agus segera turun kemudian memgitari mobilnya untuk membukakan pintu buat Kyra yang sedang memangku keponakannya yang tengah lelap dalam tidurnya.


Agus mengambil Jesse dari pangkuan Kyra, setelah itu Kyra segera keluar dari mobil Agus.


"Ya ampun, cuma beberapa menit memangku anak tidur saja sudah berasa capeknya." kata Kyra sambil meregangkan badannya, setelah itu mereka berjalan menuju rumah.


"Tadi kamu menolak buat mengemudi, kalau gak kan aku yang memangku Jesse." Agus menyahuti keluhan Kyra.


"Gak lah, aku gak bisa mengemudi mobil yang bukan milikku, maksudku canggung saja."Kyra berdalih.


"Itu akan segera menjadi milikmu juga." bisik Agus membuat Kyra merona.


"Waahh, pasangan yang begitu serasi." goda Krisna yang menyambut kedatangan mereka setelah mendengar deru mobil Agus memasuki pekarangan rumah.


"Waahh, jagoan papa kecapekan rupanya sampai terlelap begini." Kata Krisna sambil mengambil Jesse dari gendongan Agus.


"Thanks bro, sudah jagain dan nyenengin anak dan adikku." kata Krisna lagi sebelum berlalu membawa Jesse ke kamarnya, dan Agus yang mendengar perkataan Krisna hanya tersenyum saja.


"Ra, aku langsung pulang saja ya, mau balik perkebunan, kalau kamu mau bareng sekalian aku tunggu kamu bersiap." Agus berpamitan untuk segera pulang kembali ke Ale's Farm.


"Terimakasih mas, aku nanti saja, soalnya aku belum sempat ngobrol sama kakak, terimakasih untuk hari ini."


"Kamu bicara apa sih, lain kali kita pergi lebih lama lagi ya, berdua saja." bisik Agus.


"Apaan sih mas, ya sudah aku panggil mama papa dulu." Kyra segera masuk kerumah untuk memanggil orangtuanya kalau Agus hendak berpamitan dengan wajah bersemu merah karena tersipu dengan ucapan Agus.


Tak lama Kyra datang bersamaan dengan kedua orangtua juga kakak dan kakak iparnya, Agus membungkukkan badannya menyambut kedatangan mereka.


"Nak Agus sudah mau pulang? tidak nanti-nanti saja kita ngobrol dulu." mama masih ingin menahan Agus barang sebentar untuk sekedar mengobrol.


"Maaf bu semoga lain waktu bisa lebih lama lagi, soalnya tadi saya menggantikan Haris."


"Oh iya sih, maaf ya nak karena Jesse sudah merepotkan juga menghambat kerjaan nak Agus." mama terlihat sungkan.


"Tidak bu, sama sekali tidak, saya justru sangat senang Jesse mau berinteraksi dengan saya, dan juga saya sebenarnya ingin tinggal lebih lama tapi tadi ada pesan dari madam untuk segera kembali, karena Haris sedang memperbaiki mobil perkebunan." Agus mengatakan alasannya kenapa ia harus segera kembali.


"Ooh, begitu ya sudah hati-hati di perjalanan ya nak." pungkas mama.


"Jangan sungkan buat sering datang kemari." Krisna menyambung perkataan mamanya sambil mengerling kearah Kyra, dan Agus hanya tersenyum menanggapi perkataan Krisna.


"Ya sudah pak bu, dan mas, mbak, juga dokter Kyra saya permisi dulu." Agus berjabat tangan kepada semuanya sebelum meninggalkan rumah Kyra.

__ADS_1


"Hati-hati nak!" pesan papa.


"Iya pak, terimakasih." jawab Agus, kemudian segera berlalu menuju mobilnya di parkir dan tak lama mobil itu bergerak meninggalkan pekarangan rumah Kyra.


"Ada yang bisa dijelaskan?" Mama menatap Kyra dengan intens mengharap jawaban dari apa yang ditanyakannya, diikuti tatapan dari yang lain.


"Apaan sih, aku gak tahu maksud kalian." kata Kyra sambil berlalu dari pandangan menyelidik semuanya, ia kemudian duduk di sofa ruang keluarga diikuti semuanya.


"Jelaskan!" kata mama tegas.


"Aku harus menjelaskan apa ma?"


"Siapa nak Agus sebenarnya?"


"Lah kan jelas Agus, orang kepercayaannya Ale's Farm kan ma? jawab Kyra


"Kamu tahu apa itu maksudnya siapa dia sebenarnya?" selidik mama dan diikuti tatapan dari yang lain.


"Ya dia Agus ma, dia orang kepercayaan madam di Ale's Farm, aslinya orang kota sini juga dan menetap di Ale's Farm adalah keputusannya karena dia konflik dengan ayahnya." jelas Kyra.


"Papa tidak mau kamu menjalin hubungan dengan lelaki yang berkonflik dengan keluarganya." ucap papa menyahuti penjelasan Kyra.


"Sekarang mereka sedang dalam proses baikan pa, lagian mas Agus tidak berkonflik dengan ibunya, cuma ayahnya saja." jelas Kyra kembali.


"Mas Agus yang sedang berkonflik dengan ayahnya masih jauh lebih baik daripada Dito penghianat itu, aku sudah lama mati rasa sama dia pa, ternyata perasaanku benar kalau dia main belakang kepadaku, kami sudah bubar aku tidak sudi dihianati." jelas Kyra membuat mereka terperanjat, karena tidak tahu menahu tentang hubungan Kyra dan Dito yang mereka pikir akan berlanjut ke jenjang yang lebih serius.


"Setidaknya mama ikut lega kamu sudah tidak bersama Dito lagi, karena akhir-akhir ini dia bersikap sangat jumawa, apalagi tega menghianati anak gadis mama yang mendampinginya dari nol." Kyra merasa di atas angin karena mendapat dukungan mamanya karena memilih meninggalkan Dito.


"Dan maaf kali ini Queen mohon restu dari semuanya untuk serius menjalin hubungan dengan mas Agus." Kyra mengharap pengertian juga restu dari keluarganya.


"Maaf, kalau papa kali ini menentangmu, kemarin papa telah salah melepasmu memilih sendiri pendamping yang kamu harapkan, tapi kenyataannya nol besar, dan kali ini kamu harus menuruti pilihan papa kamu, tidak ada bantahan." kata papa tegas kemudian berlalu menuju ruang kerjanya membuat Kyra begitu terkejut, Kyra tak menyangka papa yang biasanya lembut dan bisa mengerti tiba-tiba menunjukkan arogansinya.


"Aku akan buktikan kalau kekhawatiran papa tidak beralasan." gumam Kyra, lalu ia pun segera berlalu menuju kamarnya, dan ketiga orang yang masih tinggal diruang keluarga hanya bisa saling tatap dan menggelengkan kepala karena sikap Kyra dan papanya yang sama-sama keras.


***


Siang telah berangsur menuju ufuk barat bergantikan sore menjelang menuju malam, dan malampun perlahan berjalan menuju pagi kembali untuk membangunkan insan yang hendak disibukkan dengan rutinitas harian mereka, begitu juga Kyra yang telah kembali disibukkan dengan pagi pertama setelah menghabiskan akhir pekan berharga bersama keluarga.


"Sar, dokter Kyra sudah masuk belum?" tanya Agus yang terlihat terburu-buru dengan dandanan yang sangat beda seperti biasanya membuat Sari tidak segera menjawab pertanyaan Agus dan malah begitu terkesima dengan lelaki yang ada dihadapannya itu.


"Hey! kamu ditanya malah bengong sih Sar!" seru Agus membuat Sari terkejut dan segera menguasai dirinya kembali.

__ADS_1


"Ehh ma-maaf mas, tadi mas Agus tanya apa ya?" pertanyaan Sari membuat Agus menggeretakkan giginya geram, lalu segera ditariknya nafas dalam dalam dan menghembuskannya.


"Dimana dokter Kyra?" tanya Agus pelan setelah bisa tenang kembali.


"Ooh, dia ada di..." belum sempat Sari menyelesaikan perkataannya Agus segera menerobos pintu masuk ruang periksa dimana Kyra kini berada.


"Kenapa sih tu orang makin aneh saja perasaan." gumam Sari sangat penasaran dengan sikap Agus akhir-akhir ini.


"Loh, mas Agus!" seru Kyra terkejut karena mendengar pintu yang dibuka tergesa dan muncul sosok Agus dengan wajah seriusnya.


"Ra, aku mau minta ijin sama kamu." kata Agus sambil mendudukkan diri didepan Kyra.


"Ijin untuk apa mas?"


"Ijinkan aku mengenalkanmu sebagai calon istri aku agar aku tidak dipaksa lagi melaksanakan perjodohan yang diinginkan ayahku." Kata Agus sambil menggenggam jemari Kyra dengan tatapan mata penuh harap.


"Mas, kalaupun kita diberi kesempatan berjodoh, sekuat apapun orang tua mas ingin menjodohkan kamu dengan orang lain pasti ujungnya kamu akan kembali kepadaku mas, begitupun sebaliknya sekuat apapun kita bertahan kalau tidak diberi kesempatan berjodoh pada akhirnya kita tidak bisa bersama mas." ucapan Kyra membuat Agus menghembuskan kuat nafasnya.


"Ra, cukup kamu jawab ya, maka hatiku sudah lega, semua kehidupan memang urusan Tuhan, tapi kalau bisa aku ingin menawar, jadi tolong dukung aku." Agus berkata dengan penuh pengharapan dengan menatap begitu dalam ke dalam netra indah milik Kyra, kemudian dia mengangkat jemari Kyra dan mengecupnya.


"Iya mas, boleh. Maaf jika perkataanku tadi malah membuatmu seperti dalam tekanan, selamat berjuang my handsome farmer." Lembut tutur kata Kyra yang memberinya dukungan seolah menjadi kekuatan sendiri bagi Agus.


"Terimakasih my beautiful doctor, sekarang aku siap ketemu big boss." kata Agus penuh semangat.


"Oke, becareful, salam buat big boss kamu, semoga perjuangannya sukses ya." pesan Kyra dan dijawab anggukan penuh semangat dari Agus, dan segera pergi meninggalkan ruang kerja Kyra dengan wajah sumringah.


***


Agus telah sampai di tempat yang hendak di tujunya, dengan wajah serius dan dinginnya ia menuju meja resepsionis.


"Big boss sudah datang?" tanya Agus to the point.


"Pak Alex? Anda kembali?" tanya sang resepsionis tidak menjawab pertanyaan Agus tapi justru membuat pertanyaan buat Agus dengan pandangan tidak percaya


"Eehm..!" suara deheman Agus membuat resepsionis tersentak kaget menyadari kesalahannya.


"Maaf pak Alex, bapak Abimanyu sudah datang." kata resepsionis dengan sopan sambil membungkukkan badannya tanda permintaan maaf juga penghormatan kepada Agus.


"Terimakasih." sahut Agus kemudian segera berlalu menuju ruang kerja big boss nya, diikuti tatapan berbagai macam ekspresi dari orang-orang di kantor tersebut.


...****************...

__ADS_1


Happy reading semua, semoga tidak jenuh dengan ceritaku ya readers tercinta 🥰


__ADS_2