Dokter & Petani

Dokter & Petani
Ingatan Yang Telah Kembali


__ADS_3

Saat Alex menarik Dito dari ruang perawatan sementara itu, perlahan Ayu alias Kyra mulai sadar dari pengaruh penenang, Kerjapkannya kedua matanya yang baru terbuka. Setelah matanya terbuka dan kesadarannya kembali, ia mengamati sekeliling ruang tersebut. tidak ada orang sama sekali di dekatnya.


Semakin lama ia mengamati ruangan tersebut, ia merasa mengingat sesuatu hal di masa lalunya, ia merasa seperti pernah ada di situasi tersebut. dipejamkannya matanya kembali lalu dibukanya kembali untuk meyakinkan bahwa dia di dunia mimpi atau di dunia nyata.


Tetapi Kyra memang merasakan bahwa ia kini berada di dunia nyata, kepalanya mendadak berdenyut dan pusing yang teramat sangat. Kyra kembali memejamkan matanya untuk meredam sakit yang ia rasakan.


Lalu perlahan di pijitnya pelipis dan dahinya dengan kedua tangannya, setelah rasa sakit kepala Kyra sedikit berkurang Ia pun kembali mengingat situasi tempat yang terasa tidak asing baginya. Saat ini Kyra merasa baru bangun dari tidur panjangnya dengan beragam mimpi yang dialaminya.


Kyra perlahan bangkit dari berbaringnya, ia merasakan perutnya terasa terganjal oleh sesuatu, ia pun spontan melihat ke arah perutnya dan sangat terkejut dengan kondisi perutnya yang sangat besar.


Kyra perlahan mengusap perutnya yang membesar itu dan ia merasakan ada gerakan yang sangat kuat seperti sedang menendang dari dalama perutnya.


"Apakah aku hamil? Apakah aku masih di alam mimpi? Kenapa aku tidak ingat sama sekali sejak kapan kehamilanku? Aku harus cari jawabannya, karena yang aku ingat saat itu aku terjatuh di jurang curam, apakah aku benar masih hidup atau aku yang di alam roh sedang berkelana ke alam nyata?" Gumam Kyra merasa sangat heran.


Samar-samar Kyra mendengar ada suara dua orang lelaki yang tengah berbicara dan seperti sedang berdebat dengan menahan intonasi suaranya. Ia pun perlahan turun dari ranjang perawatan dan mencari suara yang sangat di kenalinya.


Kyra pun hanya mencuri dengar pembicaraan serius dua orang lelaki yang seperti pernah ia kenal, semakin lama Kyra mendengar percakapan itu ia kini jadi tahu kalau salah satu dari dua lelaki itu adalah suaminya, Kyra perlahan mendapat kesadarannya sejak ia terbangun dari tidurnya tadi.


Begitu cepat ia mendapatkan kesadarannya secepat ia kehilangan kesadarannya dahulu bahkan ia hampir kehilangan nyawanya, tetapi takdir Tuhan berkata lain dan ia masih hidup walau harus kehilangan ingatan masa lalunya.


Kyra kembali ke ranjang untuk berbaring setelah ia mendengar dan melihat kedua lelaki yang sudah dikenalinya lagi itu berdamai, Kyra terharu karena suaminya masih sangat mencintainya walau ia kini sedang hamil entah anak siapa dan Kyra ingat nenek yang merawatnya selalu berkata suaminya sedang merantau.

__ADS_1


"Apakah nenek telah menikahkanku dengan lelaki lain? tapi kenapa aku tidak ingat sama sekali?" gumam Kyra dalam keharuan dan air matanya. Kyra juga tidak percaya kalau Dito telah berubah menjadi baik dan bisa berdamai dengan Alex.


Kyra menghapus air matanya saat ia mendengar pintu ruang perawatan unit gawat darurat dibuka dari luar. Kyra berpura-pura mengamati ruangan perawatan itu saat Alex dan Dito masuk mendekati ranjangnya.


"Kamu sudah bangun sayang?!" seru Alex kegirangan saat dilihatnya Kyra tengah meneliti sekelilingnya.


"Oh maaf aku tidak bermaksud membuat kamu tidak nyaman, kamu sudah sadar Yuk? Tanya Alex pelan agar Kyra tidak merasa terganggu dengan kehadiran mereka. Dan dengan sikap canggungnya Kyra hanya mengangguk pelan.


Dan bersamaan dengan itu paramedis masuk kembali ke ruang rawat sementara itu untuk memindahkan pasien ke ruang perawatan.


"Lex, aku pamit jemput nenek dulu ya, dia harus tahu kalau Ayu sudah mau masuk ruang perawatan, aku khawatir Ayu tidak nyaman dengan keberadaan kita." pamit Dito kepada Alex.


"Sudah seharusnya bro, aku pergi dulu, jagain Ayu." pesan Dito sambil berlalu. Alex pun kembali mendekati Kyra yang sedang dipersiapkan untuk pindah ke ruang perawatan.


Alex akan berlalu dari samping ranjang Kyra karena merasa mengganggu aktifitas perawat, tapi baru saja Alex membalikkan badan, terasa jemarinya ada yang menariknya, Alex pun spontan menatap ke arah jemarinya, dan ternyata jemari Kyra yang telah menariknya, dan Alex pun menatap mata Kyra penuh tanya.


"Jangan pergi mas Alex, temani saja aku di sini, aku takut dan aku juga bingung, aku harap jangan membenciku dengan keadaanku saat ini karena aku juga tidak tahu kebenarannya." pinta Kyra dengan air mata yang menggenang di matanya dan mengalir ke pipinya.


Mendengar permintaan Kyra, tentu saja Alex terbelalak tak percaya, Kyra telah mendapatkan kembali ingatannya, dan dengan spontan Alex memeluk Kyra dengan erat penuh kerinduan dan juga kebahagiaan.


"Kamu telah kembali sayang, puji syukur atas karunia tuhan karena mendengar doa-doaku, kamu sudah ingat aku lagi." suara Alex terdengar bergetar karena tangis bahagianya, di ciuminya wajah Kyra secara bertubi-tubi untuk meluapkan kerinduan yang di rasakannya selama ini.

__ADS_1


Paramedis yang sedang mempersiapkan kepindahan Kyra ke ruang perawatan membiarkan keduanya meluapkan kebahagiaan yang mereka rasakan tetapi mereka juga seakan ikut terharu dengan kebahagiaan Alex.


Disaat perjalanan menuju ruang rawat VVIP yang Alex pesan, ia menghubungi kedua orang tua serta mertuanya agar datang ke klinik rawat inap tempat Kyra di rawat. Alex ingin semua berkumpul guna mendengarkan penjelasan dari nenek Halimah tentang awal mula nenek merawat dan menampung Kyra yang kecelakaan dan hilang ingatan serta perihal kehamilan Kyra.


Setelah dokter serta perawat keluar dari ruang perawatan, Alex tak hentinya meluapkan kerinduannya, begitupun Kyra. Setelah mereka selesai meluapkan kerinduan masing-masing Kyra menatap Alex dengan sirat ketakutan dan juga khawatir.


"Kamu kenapa sayang? Tampaknya ada yang mengganjal pikiran kamu hingga menatapku seperti itu." tanya Alex melihat gelagat Kyra yang tidak biasa.


"Aku khawatir juga takut kamu akan ninggalin aku mas." jawab Kyra.


"Apa hal yang membuatmu berpikir seperti itu?" tanya Alex lagi.


"Kamu lihat sendiri keadaanku mas, aku hamil tanpa tahu siapa ayah bayi yang aku kandung ini." jelas Kyra lalu Alex hanya tersenyum dan mengusap perut buncit Kyra dengan lembut, dan terasa ada gerakan yang begitu lincah saat Alex mengusap perut Kyra.


"Lihat sayang, dia begitu antusias saat aku mengusapnya. Bila kamu tidak ingat kamu pernah melakukan pernikahan saat kamu kehilangan ingatan masa lalu kamu, maka aku yakin dia adalah amanat tuhan yang dititipkan kepada kita dan kita belum sempat mengetahuinya, nenek Halimah adalah kunci jawaban dari semua pertanyaan kita, karena hanya beliau yang tahu kebenaran tentang kamu." kata Alex dengan binar bahagianya.


Bagaimanapun Alex tetap merasa was-was di dalam hatinya bila penjelasan nenek nanti tidak sesuai harapan dia juga Kyra, tetapi Alex tak mau memperlihatkan kegundahannya di depan Kyra, jadi Alex tetap berusaha membesarkan hati Kyra kalau bayi yang sedang di kandungnya adalah anak mereka.


...****************...


Terima kasih sudah membaca 🥰

__ADS_1


__ADS_2