Dokter & Petani

Dokter & Petani
Masih Dengan Pemikiran Sama


__ADS_3

Kyra berangkat ke faskes tempat kerjanya dengan wajah ceria, seperti biasa ada Teguh yang setia menjaganya. Sebenarnya Kyra pernah meminta kepada Alex bahwa sekarang ia merasa sudah aman, jadi tidak perlu lagi Teguh selalu ikut kemana pun ia pergi.


Tapi Alex tidak setuju, ia tetap selalu merasa khawatir akan keselamatan Kyra bila tidak ada pengawal yang menjaganya, akhirnya Kyra hanya bisa pasrah dengan keputusan dari suaminya.


"Cerah ya yang sudah resmi." seorang staf seperti sedang menyindir Kyra.


"Resmi apanya bu?" Bukan Kyra yang bertanya tetapi Sari.


"Ya apapun juga kalau resmi kan legal, enggak takut-takut lagi." jawab staf itu ambigu. Sari melihat ke arah Kyra.


"Ooh, maksud ibu dokter Kyra? Bukannya saya pernah bilang ya bu, kalau dokter Kyra sudah menikah hampir tiga bulan sama mas Alex, tapi masih saja ibu tidak percaya." Sari berapi-api menjelaskan status Kyra kepada staf tersebut.


"Apa suster Sari tahu kebenarannya, bisa saja kan suster di bohongi." kata staf yang kedua dengan wajah menyebalkan.


"Ya jelas saya tahu lah bu, sa....!" Sari menaikkan nada suaranya.


"Sari!" Seru Kyra memotong perkataan Sari sembari menarik tangannya agar mundur ke tempat berdirinya lagi.


"Tapi dok?!" protes Sari tak terima di cegah oleh Kyra.


"Tak perlu menjelaskan apapun suster Sari. Karena orang yang tidak percaya tidak akan menerima apapun kebenaran yang kita jelaskan, sedangkan orang yang percaya kita tidak butuh penjelasan tentang siapa diri kita." kata Kyra datar sambil menatap sedikit tajam kepada kedua staf julit tersebut.


Kyra segera masuk ke ruangannya diikuti Sari, dan kedua staf yang julit itu masih saja membicarakan Kyra.


"Ibu-ibu, kan sudah pernah saya bilang, jangan suka bergunjing!" tegur kepala faskes.


"Gara-gara dokter Kyra sendiri yang minta digunjingkan pak." sahut staf satu.


"Kenapa anda bicara seperti itu bu?" tanya kepala faskes kurang mengerti.

__ADS_1


"Bukan dokter Kyra sendiri sih pak yang ngomong, tapi kata suster Sari dokter Kyra menikah hampir tiga bulan lalu dan kemarin tinggal ngerayain pestanya saja, tapi menurut saya kok cuma alasan saja buat menutupi kumpul kebonya sama mas Agus." nyinyir salah satu staf menjawab pertanyaan kepala faskes, dan sang kepala faskes hanya geleng-geleng kepala menyayangkan perkataan stafnya itu.


"Tapi itu benar ibu-ibu." kata bapak kepala faskes sambil meninggalkan kedua orang stafnya yang sedang nyinyir berghibah tentang Kyra.


"Mentang-mentang dokter Kyra masih muda dan cantik selalu dibelain terus." bisik staf kedua sambil melihat kepala faskes kembali ke ruangannya.


"Dasar ibu-ibu tukang ghibah, bapak kepala yang bicara saja masih tidak percaya, tuh lihat buktinya!" seru Sari yang sempat mendengar percakapan kepala faskes dan kedua staf itu sambil menyodorkan rekaman video akad nikah Kyra dan Alex dalam ponselnya.


Dan dengan agak berebut, kedua staf itu melihat rekaman video dalam ponsel tersebut.


"Jangan lupa lihat info rinciannya, bulan apa saya buat rekaman itu, nanti saya dikira buat-buat." Sari terlihat sangat kesal dengan kedua staf itu. Dan staf itu pun melakukan apa yang Sari katakan, setelah itu terlihat mereka saling pandang, lalu mengembalikan ponsel kepada Sari.


"Kok malah pandang-pandangan, kenapa?" tanya Sari sebal. Dan kedua staf itu hanya tersenyum kecut, lalu Sari segera berlalu menuju ruangan periksa kembali.


***


Mungkin harapan Alex sedang mendapat dukungn dari yang maha kuasa, Dito ternyata tidak melihat kalau Alex berada sangat dekat dengannya, dan Alex berjalan lebih cepat menuju kantin karena merasa sangat lapar.


Sampai di kantin Alex langsung memilih makanan yang diinginkannya, setelah selesai memilih ia membawa nampan berisi makanan dan minuman ke meja di sudut ruangan itu.


Alex menikmati makanannya sambil menatap keluar lewat kaca.


"Aku sering lihat kamu di kantor ini, sudah pensiun jadi manusia sawah kamu?!" suara Dito tiba-tiba mengejutkan Alex. Dia tidak menjawab pertanyaan yang Dito lontarkan, tapi malah buang muka, karena sudah bisa ditebak setiap bertemu pasti hanya mengundan keributan.


"Hey! Ditanya juga." seru Dito tak terima didiamkan oleh Alex.


"Untuk apa aku jawab kalau akhirnya hanya seperti menanggapi anak kecil." jawab Alex menohok.


"Apa maksud kamu bicara seperti itu, jangan memancing keributan kamu!" Dito tak terima dengan perkataan Alex.

__ADS_1


"Tidak apa. Sudah, kamu makan dulu biar punya tenaga buat menghadapi hidup." kata Alex dengan menahan tawa, tapi hanya seulas senyum tipis tersungging di bibirnya, lalu ia melanjutkan menikmati makanannya.


Alex menahan tawa karena perkataan Dito yang mencerminkan dirinya sendiri tapi tidak menyadarinya kalau selama ini dialah yang suka memancing keributan.


Dito menikmati makanannya seperti kurang berselera.


"Tumben seorang manajer Ardito tidak semangat menghadapi hidup." celetuk Alex sambil memperhatikan Dito.


"Aku pikir Kyra akan menikah sama kamu saat dari awal aku tahu dia lebih membela tentang kamu saat aku mengolok-olok kamu, kenapa dulu aku tidak mengejar maaf Kyra saat aku ketahuan mempermainkannya?" tiba-tiba Dito mencurahkan isi hatinya.


Dan perkataan Dito mengundang penasaran Alex. Dia jadi ingat kalau saat ia menggelar pesta pernikahan Dito tak tampak menyelamatinya dari sekian banyaknya tamu undangan.


"Aku tidak paham sama perkataanmu." Alex memancing Dito untuk mengeluarkan apa yang ada di pikirannya saat ini.tentang dia dan Kyra.


"Jika saja aku tahu dari awal kamu mendekati Kyra hanya untuk mencari keuntunganmu sendiri bukan karena ingin kamu nikahi, akan aku pertahankan Kyra dengan sungguh-sungguh." perkataan Dito semakin membuatnya penasaran karena menurut Dito suami Kyra bukanlah dia.


"Apa kamu tidak pernah berpikir sebelum berucap sesuatu? Untuk apa aku mencari keuntungan dengan memanfaatkan orang lain, apalagi gadis yang aku cintai." kata Alex membuat Dito tertawa.


"Ha.. Ha.. Ha..! Omong kosong tentang cinta, nyatanya kamu bukanlah pengantinnya Kyra, karena kamu telah menukar cintamu untuk sebuah pekerjaan di sini kan? Kena guna-guna apa Kyra dari kamu hingga ia bisa sangat menurut sama kamu?" Dito berubah sinis menanggapi perkataan Alex, dan tentunya Alex jadi tahu kalau dalam pikiran Dito yang menikah dengan Kyra adalah orang lain.


"Bagaimana kamu bisa tahu kalau kamu tidak datang ke acara pestanya." sergah Alex.


"Aku datang makanya aku bisa tahu kalau perkataanku tadi dan beberapa waktu lalu benar adanya, kalau kamu hanya mengejar keuntunganmu sendiri, kamu tukar Kyra dengan entah apa yang kamu dapat dari pemilik perusahaan ini, karena kemarin aku datang ke pesta Kyra aku meihatnya bersanding dengan bapak Agam pemilik perusahaan ini, dan bukan dengan kamu, maka dari itu aku tidak datang memberi selamat kepada Kyra karena itu membuatku sangat menyesal akan kekeliruanku yang membuat Kyra menutup mata dan lebih memilih menikah dengan lelaki yang lebih pantas sebagai ayahnya." tutur Dito dengan sendu, tapi itu malah membuat Alex hendak tertawa sekencangnya, tetapi ia berusaha menahannya.


"Mulai sekarang, jangan suka tutup mata dan telinga agar kamu bisa tahu hal sedetail apapun di sekitar kamu, jangan merasa kamu sudah tidak butuh orang lain karena sudah merasa bisa melakukan apapun sendiri, itu namanya sombong, sedangkan manusia hidup itu selamanya tetap akan butuh kabar, saran dan tenaga dari orang lain." Alex menasihati Dito


"Kalau ingin mengetahui kebenaran, carilah narasumber yang terpercaya, jangan beropini menurut hasil pemikiran kamu sendiri, karena jatuhnya akan jadi fitnah, dan itu yang terjadi sekarang. Apa yang ada dalam pikiran kamu itu semua salah, semoga kamu tidak akan merasakan malu yang amat sangat." Alex langsung pergi setelah sedikit menasihati Dito, dan kini Dito hanya terbengong memikirkan maksud perkataan Alex.


Dito terlalu mudah gelap mata, jadi ia selalu menghubungkan sesuatu berdasar apa yang dilihatnya tanpa mau bertanya kepada orang lain yang dianggapnya lebih tahu, entah mungkin Dito khawatir dianggap tidak berpengalaman atau tertinggal berita atau tidak mau tahu urusan orang, yang pasti itu malah seolah menjadi bumerang baginya, dan saat ini pemikirannya tentang Kyra dan Alex.

__ADS_1


__ADS_2