
"Ada apalagi kamu menemuiku? Apa uang yang ku beri masih kurang?" Tanya Laras sambil menghardik orang itu.
"Gara-gara kamu memaksaku melakukan pekerjaan kotor itu aku sekarang dalam masalah, kamu harus ikut aku untuk mempertanggung jawabkan perintahmu kemarin!" kata lelaki itu dengan tatapan tajam.
"Enak saja kamu bicara, kamu sudah terima uang dariku, berarti itu sudah jadi resiko yang harus kamu tanggung sendiru." kata Laras tak kalah tajam.
"Baiklah kalau begitu, aku akan menyerahkan diriku, tetapi kamu juga perlu siap-siap bertanggung jawab karena semua otak kejahatan adalah kamu, dan juga perlu kamu tahu, aku haram memakan uang dari hasil perbuatan kotor!" orang itu mengakhiri perdebatannya dengan Laras, lalu ia mengambil ponselnya untuk diaktifkan lagi setelah dua hari ia matikan.
Ada sesal di hatinya kenapa ia mau membantu saudaranya berbuat kejahatan karena terpepet kebutuhan, padahal bisa saja ia memberikan solusi lain tetapi justru ia ikut membantu melakukan hal yang harusnya pantang ia lakukan.
Lelaki itu membaringkan badannya di pos kamling dekat faskes, ia sudah lelah bersembunyi. Dengan ia menggidupkan kembali ponselnya ia sudah siap sijemput oleh rekannya dan menerima konsekuensi dari apa yang telah dilakukannya walaupun dia bukanlah pelaku utama.
Dan benar dugaan lelaki itu, setelah setengah jam ia berada di pos kamling tersebut sambil memperhatikan aktifitas di rumah Laras, datang dua orang lelaki berboncengan dengan raut wajah menahan amarah.
"Sudah lelah bersembunyi? Kenapa menyerah begitu saja?" Tanya Indra dengan tatapan tajamnya.
"Aku lelah dihantui rasa bersalah bang." jawab lelaki itu sambil menundukkan kepala.
"Kenapa tidak langsung ke markas saja kalau kamu memilih menyerah?" tanya Indra lagi.
"Aku baru saja menemui orang yang menyuruh saudaraku, aku dimintai tolong saudaraku untuk menemaninya saat melakukan aksinya." jelas Lelaki bernama Edo.
"Tapi kenapa kamu begitu ceroboh memakai kendaraan yang sangat jelas tanda kelompok kita tergambar di motor kamu ini!" tunjuk Indra pada motor Edo yang terparkir di depan pos kamling.
"Aku pikir karena ini hanya di kampung dan orang biasa tak akan mengenali simbol kita makanya aku tetap menggunakan motorku saat menemani saudaraku." jelas Edo kembali.
"Sekarang ke markas dan jelaskan kepada bang Jagat, kamu sudah membuat celaka orang yang salah, karena sekarang kita semua dalam masalah apalagi kalau sampai kamu tidak ketemu, sekarang balik markas!" seru Indra
"Tapi bagaimana dengan gadis yang telah membayar saudaraku itu? Bagaimana kalau dia melarikan diri karena tadi aku sempat menemuinya?" tanya Edo yang tak ingin Laras lepas begitu saja.
__ADS_1
Lalu Indra mengambil ponselnya dan menelpon Jagat untuk menanyakan tindakan apa yang harus dilakukannya kepada Laras, lalu panggilanpun berakhir.
"Bang Jagat baru mau bertanya dulu kepada bos Alex, kita tunggu sebentar sambil tetap awasi rumah gadis itu, dimana rumahnya?" tanya Indra kemudian dijawab Edo dengan menunjuk rumah besar milik pak Lurah.
"Siapa bos Alex itu bang?" tanya Edo, karena setahu dia pemimpin tertinggi Black Dragon adalah Jagat sendiri, tak ada lagi yang berkuasa di atasnya.
"Dia suami dari perempuan yang kalian celakai, dan dia juga yang akan meratakan markas kita kalau sampai kamu tidak di temukan, puas kamu sekarang?" tanya Indra pelan tapi tatapannya begitu tajam mengintimidasi Edo, begitu juga Sabda yang lebih banyak diam tetapi tatapannya sangat jelas menyimpan amarah pada Edo.
Ponsel Indra berdering, terlihat nama Jagat yang tertera pada benda kotak pipih tersebut, Indra pun segera menerimanya, setelah beberapa saat percakapan selesai dan mereka bertiga diminta kembali ke markas, karena Jagat bilang kalau Laras akan ditangani sendiri oleh Alex. Dan ketiganyapun berlalu menuju markas mereka.
***
"Telepon dari siapa mas?" tanya Kyra setelah Alex selesai menerima telepon
"Dari orang yang kemarin aku datangi, mereka sudah berhasil menemukan orang yang mencelakai kamu, dan seperti dugaan kita kalau Laras adalah orang yang menginginkan kamu celaka." jelas Alex dijawab anggukan mengerti dari Kyra.
Saat itu mereka tengah bersiap untuk pulang, Kyra sudah merasa lebih baik, jadi dia meminta untuk pulang. Hanya mereka berdua saja karena saat mama Ratih dan mommy Sandra menelepon hendak datang ke rumah sakit Alex mencegahnya, karena mereka telah bersiap untuk pulang.
"Aku akan bersikap tegas sama dia, dan yang pasti aku tak akan lagi bersikap baik sama dia, dengan dia telah berani menyakiti kamu berarti dia telah menyepelekan aku." jawab Alex lembut namun tegas menandakan ia tak main-main dengan ucapannya.
"Sudah saatnya mereka tahu siapa aku, aku akan menjadi Alex yang sesungguhnya dan tidak akan lagi menjadi Agus, karena Agus terlalu baik dan dengan seenak hati mereka menyepelekan kebaikanku." tegas Alex
"Tapi kan tidak semuanya penduduk sana begitu mas." sanggah Kyra.
"Aku tahu itu sayang, tapi memang sudah waktunya aku menjadi diriku sendiri, bukan untuk menyombongkan diri, tapi agar tak ada lagi yang menganggap kita remeh dan bisa berbuat semau mereka sendiri, aku begitu sayang dan cinta sama kamu sayang, akan aku lakukan cara apapun demi melindungi kamu." Kyra begitu terharu mendengar alasan yang Alex utarakan, lalu spontan ia mengembangkan lengannya dan Alexpun segera menghambur dalam pelukan Kyra, dan membalas pelukan istrinya dengan erat.
"Terima kasih untuk semua yang telah dan akan kamu lakukan demi aku mas." ucap Kyra dalam pelukan Alex.
"Itu sudah menjadi kewajibanku sayang. Berjanjilah untuk tidak sehidup semati tetapi berjanjilah tetap bersama apapun keadaan kita nanti." bisik Alex di telinga Kyra, dan terasa Kyra mengangguk dalam pelukan suaminya.
__ADS_1
"Aku janji akan tetap bersamamu apapun keadaan kita nanti." ucap Kyra.
"Aku juga berjanji akan selalu disampingmu apapun keadaan kita nanti." ucap janji Alex, lalu keduanya melepas pelukan mereka, Alex menangkupkan tangannya dikedua sisi wajah Kyra, lalu dikecupnya kening istrinya dengan lembut lalu setelah beberapa saat, kecupan itu beralih ke bibir manis Kyra, dan Kyra hanya memejamkan matanya mendapat perlakuan manis dari suaminya itu.
Terdengar suara pintu di ketuk dari luar, Alex pun segera berjalan ke arah pintu dan membuka untuk melihat siapa yang datang, rupanya petugas administrasi meminta Alex ke ruangannya untuk mengurus berkas kepulangan Kyra. Setelah berpamitan pada Kyra, Alex mengikuti langkah petugas administrasi itu.
Setelah dua puluh menit berlalu, Alex telah kembali ke ruang rawat dan membereskan semua barang-barang untuk dibawa pulang.
Pintu terdengar di ketuk lagi dari luar, Alex pun segera membukanya, terlihat seorang lelaki yang masih muda, dan baru Kyra lihat pertama kali diajak masuk oleh Alex.
"Ini barang-barang bawaan yang harus kita bawa pulang, tolong kamu bawakan ke mobil, lainnya biar aku bawa." Kata Alex kepada pemuda tadi, setelah mengangguk hormat pada Kyra dan Alex, dia segera meninggalkan kamar itu membawa barang bawaan yang tidak seberapa.
Kemudian Alex menyiapkan kursi roda untuk membawa Kyra menuju mobilnya di parkir.
"Itu tadi siapa mas?" tanya Kyra saat mereka dalam perjalanan menuju keluar gedung.
"Itu tadi bodyguard kamu sekaligus driver kamu." jawab Alex.
"Apa perlu sampai seperti itu mas?" tanya Kyra lagi
"Harus sayang, aku tak mau ambil resiko lagi, itu semua demi keamanan kamu, cukup sekali ada orang yang berani mencelakai kamu." jawaban Alex yang masuk akal walau Kyra masih berpikir terlalu berlebihan. Tetapi ia tak mau mengecewakan suaminya sebagi upaya dia melindungi keselamatan Kyra, karena ia tidak sewaktu-waktu bisa berada di samping Kyra karena kesibukannya bekerja.
"Mas, kita pulang ke perkebunan saja ya, suasana dan pemandangannya akan membantuku lebih cepat pulih lagi karena panoramanya yang menyejukkan mata dan merilekskan badan." Pinta Kyra saat menunggu mobil mereka datang di depan lobi rumah sakit.
"Baiklah kalau itu yang kamu mau, tadinya aku akan membawamu pulang le vila."
"Aku lebih leluasa di perkebunan mas, bukan apa-apa, tapi pemandangannya jauh lebih luas membentang, kalau di vila hanya terbatas dalam tembok pagar saja." jelas Kyra diangguki paham oleh suaminya,
Lalu terlihat mobil yang akan membawa mereka pulang sudah berhenti di depan mereka, dengan pelan Kyra turun dari kursi rodanya, setelah Kyra masuk ke dalam mobil, Alex segera memasukkan ke dalam lobi kursi roda untuk membawa Kyra tadi, lalu dengan segera menuju mobilnya, setelah Alex duduk di samping Kyra, driverpun melajukan mobilnya menuju tempat yang disebutkan oleh atasannya itu.
__ADS_1
...****************...
Tinggalin Like, komen, vote dan giftnya ya ges yaa 🥰