
"Mom, mommy sedang tidak ada kerjaan kan? Ke faskes tempat kerja mbak Kyra yuk!" Ajak Alena sambil berjalan mendekati mommynya yang sedang sibuk menata tanaman di halaman belakang vila setelah menerima pesan dari Sari. Kebetulan semalan mereka baru sampai di vila setelah beberapa hari menginap di rumahnya yang di kota.
"Boleh juga, mommy juga merasa tiba-tiba ingin ketemu sama menantu mommy." kata mommy Sandra dengan suara khas logat eropanya merasa antusias atas ajakan Alena.
Alena tidak bercerita kalau menantu baru mommynya itu mengalami kecelakaan karena kesengajaan orang yang berniat jahat terhadap Kyra.
"Al, apa kita tidak menganggu pekerjaan Kyra kalau kita datang saat jam kerja begini? Dan pasti saat ini pasien sedang banyak-banyaknya karena jam kerja belum ada satu jam dimulai." Tanya mommy Sandra saat di perjalanan menuju faskes.
"Enggak mom, anggap saja kita kasih kejutan buat mbak Kyra." jawab Alena dan itu sudah membuat mommy tidak lagi khawatir jika mengganggu pekerjaan Kyra. Padahal dalam hati Alena berkata kalau nanti mommy yang akan terkejut bila tahu kondisi Kyra saat ini.
Tidak sampai sepuluh menit perjalanan, Alena memasukkan mobilnya di halaman faskes dan memarkirkannya di tempat khusus parkir mobil.
"Mom, aku minta maaf kalau aku tidak jujur sama mommy." Kata Alena saat mommy Sandra hendak membuka pintu mobil untuk segera turun.
"Jujur tentang apa Al? Don't make me worry!" Tiba-tiba terlihat raut cemas di wajah mommy Sandra, dan Alena pun hanya menggenggam tangan mommynya tanpa menjawab pertanyaan yang dilontarkan kepadanya.
"Is this about Kyra?!" seru mommy Sandra dijawab anggukan dari Alena, dengan serta merta mommy langsung membuka pintu mobil untuk segera menemui Kyra, dan Alena pun segera turun dari mobil untuk mengejar mommynya.
Sari yang sudah menunggu kedatangan mereka segera menyambut mommy Sandra di dekat pintu masuk. Beruntung pagi ini pasien hanya ada beberapa saja, jadi Sari masih bisa sambil menemani Kyra juga menunggu kedatangan Alena dan madam Sandra.
"Sari, mana menantu mommy?!" Tanya mommy saat meihat Sari sedang menunggu kedatangan mereka,
" Di sini madam." jawab Sari sambil membuka pintu IGD faskes yang berdekatan dengan pintu utama.
Mommy Sandra segera mengikuti Sari begitu juga Alena.
"Astaga Kyra! Apa yang terjadi sama kamu nak?!" seru madam Sandra dengan logat khasnya saat melihat kondisi Kyra, Alena pun tak kalah terkejutnya dengan mommynya.
Kyra langsung memeluk mama mertuanya dengan berurai air mata.
"Mom, Kyra ada salah apa sampai ada yang tega hendak mencelakai Kyra seperti ini?!" Kata Kyra dalam isak tangisnya.
__ADS_1
"Jadi mbak Kyra sengaja dicelakai begitu mbak?" tanya Alena sambil menatap Sari, dan Sari pun hanya menganggukkan kepalanya. Lalu Sari berpamitan keluar pada Alena untuk memberi ruang buat keluarga itu.
"Sabar ya nak, kejahatan pasti akan terbuka pelakunya cepat atau lambat." kata Mommy Sandra sambil mengelus punggung Kyra yang masih erat memeluknya sambil mengusap air matanya sendiri.
"Sekarang kita pulang, biar kamu bisa istirahat dengan nyaman." ajak mommy Sandra, lalu Alena mengambil kursi roda untuk membawa Kyra menuju mobilnya. Kyra ingin jalan sendiri menuju mobil Alena, tetapi rasa ngilu di sekujur tubuhnya yang membuatnya tak kuat jika harus berjalan sendiri.
***
Sementara Agus yang kini sedang berada di ruangan daddynya dari tadi merasakan hal yang tidak enak dalam hatinya, fikirannya tidak fokus tentang pembicaraa pekerjaan yang daddy Abim sampaikan.
"Daddy perhatikan kamu seperti sedang memikirkan hal lain son, padahal saat kamu datang tadi masih terlihat baik-baik saja." tegur daddy Abim melihat anaknya yang begitu gelisah.
"Entahlah dad, perasaan aku tiba-tiba merasa tidak enak, aku terpikirkan Kyra dad." kata Agus mengungkapkan apa yang ia rasakan saat ini.
"Apakah tadi saat kamu pergi Kyra dalam kondisi kurang sehat?" tanya Daddy.
"Sehat-sehat saja dad, tadi dia sudah bersiap berangkat juga, tapi memang berangkatnya enggak bareng aku, kepagian katanya." jelas Agus pada daddynya.
"Hallo sayang emmuah...!" Sapa Agus begitu sambungan telponnya diangkat sebelum suara di seberang menyapanya.
"Ini mommy bukan Kyra." Jawab suara di seberang yang ternyata mommynya.
"Loh, mommy sedang mengunjungi Kyra? Kapan mommy pulang ke vila?" tanya Agus penasaran begitu mengetahui mommynya yang mengangkat panggilannya.
"Iya, mommy balik vila semalam sama Ale, sekarang Kyra ada sama mommy." jawab mommy Sandra.
"Kyra tidak kerja, kok bisa sama mommy? Atau mommy sedang berkunjung ke faskes?" Tanya Agus penasaran.
"Lex, kamu sibuk hari ini? Kalau sibuk mintalah ijin daddymu untuk pulang, kalau perlu ajak kesini juga daddy kamu." Perkataan mommy Sandra dari seberang telpon semakin menguatkan ketidak enakan yang Agus rasakan.
"Mom, bicara yang jelaslah, Alex dari tadi merasakan pikiran tidak tenang, ada rasa was-was di hati Alex, mommy jangan semakin membuat Alex berpikir yang tidak-tidak mom." pinta Agus kepada mommy Sandra untuk segera berbicara pada intinya.
__ADS_1
"Ada yang tega mencelakai Kyra dengan sengaja, saat berangkat ke faskes tadi, dijalan sepi antara farm dan perkampungan, Kyra dipepet dua orang lelaki tak dikenal pengendara motor, motor Kyra dijejaknya hingga Kyra terjatuh dan masuk ke selokan irigasi..." Agus seketika menutup sambungan teleponnya begitu mendengar apa yang mommy ceritakan dari seberang telepon.
Daddy yang juga mendengar apa yang mommy bicarakan segera menenangkan anak lelakinya.
"Sabar son, ayo sebaiknya kita lekas ke vila, tapi kamu tidak boleh membawa mobil sendiri, kita berangkat bersama saja, biar driver yang mengemudikan mobil." Agus nampak menyetujui saran daddynya. Lalu mereka berdua segera keluar ruangan.
Beruntung agenda kerja hari ini tidak padat, jadi anak dan bapak itu bebas meninggalkan kantor bahkan sebelum tiba jam makan siang. Daddy Abim berpamitan kepada asisten kepercayaannya kalau ia harus pergi karena ada urusan yang sangat penting.
Driver telah siap menunggu atasannya di depan lobi kantor setelah daddy menelponnya untuk bersiap sebelum menaiki lift agar saat Agus dan daddy sampai di depan lobi tidak harus menunggu dahulu.
Setelah kedua atasannya masuk ke dalam mobil, driver pribadi daddy Abimanyu segera mengemudikan mobilnya menyusuri jalan sesuai yang diarahkan atasannya itu.
Pijakan gas driver yang sudah begitu cepat di jalanana yang relatif lengang itu terasa kurang cepat Agus rasakan karena pikirannya melayang membayangkan kondisi Kyra saat ini, ia begitu geram dengan orang yang sengaja ingin mencelakai Kyra.
Daddy Abimanyu yang melihat ekspresi wajah anak lelakinya itu mengusap lengan Agus untuk menenangkannya.
"Sabar son, kita akan cari tahu sampai ketemu siapa yang sengaja mencelakai menantu daddy." ucapan daddynya membuat raut wajah Agus sedikit mengendur.
"Aku tidak habis pikir dad, siapa yang tega melakukan itu, padahal kami selalu berusaha sebaik mungkin untuk tidak menyinggung siapapun." Suara Agus terdengar menahan amarah.
"Percayalah kalau kejahatan akan terungkap cepat atau lambat." kata daddy membesarkan hati Agus.
"Dan aku ingin secepatnya mengetahui siapa pelaku maupun yang memerintahkannya." Sahut Agus dengan geram, dan daddy Abim hanya bisa mengusap punggung anak lelakinya itu agar merasa sedikit tenang.
...****************...
Othor lagi kecewa berat niihh, gegara mata enggak bisa diajak kompromi jadi telat sehari updatenya ðŸ˜
Happy reading semuanya, walaupun sepi pembaca othor tetap semangat buat menulis, semoga ke depannya akan ada banyak peminat untuk membaca ceritaku ini 😊
Jangan lupa like, komen, vote and kirim gift ya... 🥰
__ADS_1