
"Maafkan anak daddy yang tak tahu teirima kasih dad. Kalau begitu aku akan aktif lagi mulai besok, boleh kan sayang?" Agus meminta persetujuan Kyra.
"Selama itu bukan hal yang buruk, aku akan selalu menyetujuinya mas, asal kamu tetap pulang ke kampung." jawab Kyra membuat Agus serta daddy lega.
"Tentu saja sayang, mana mungkin aku bisa berjauhan dari kamu." kata Agus sambil merangkul pundak Kyra.
"Daddy sangat bahagia akhirnya kamu setuju menggantikan daddy di sini son." Daddy Abimanyu menepuk pundak anak lelakinya.
"Tapi aku tidak mau langsung di tinggal begitu saja dad, aku ingin daddy tetap aktif di sini untuk beberapa bulan ke depan." pinta Agus.
"Tentu saja son, dan juga Alena juga harus mulai belajar sama kamu, biar dia juga mulai aktif di sini sebelum daddy hanya memantau kalian dari kampung yang sangat damai itu." harap daddy Abimanyu.
"Sebaiknya daddy segera bicara langsung kepada Alena untuk hal itu." saran Agus.
"Secepatnya akan daddy bicarakan."
"Kalau begitu aku sekarang pamit dad, aku mau ajak istriku tercinta jalan-jalan keliling kota, mumpung kami masih bebas dari rutinitas kerja." Agus meminta ijin.
"Baiklah, bersenang-senanglah kalian." kata daddy Abimanyu, dan segera kedua sejoli pengantin baru itu berlalu dari ruangan daddynya.
Agus dan Kyra berjalan sambil berbicara dengan cerianya, membuat setiap mata wanita yang memandang ingin berada di posisi Kyra. Karena mereka merasa lebih pantas berada di samping Agus dan mendapat tatapan penuh cinta dari lelaki tampan setengah bule tersebut.
"Wah! Romeo dan Julietnya kampung berani main sampai kota, Enggak takut kesasar kalian?!" seru sebuah suara menghentikan langkah keduanya saat mereka baru beberapa langkah keluar dari lift.
__ADS_1
Pemilik suara yang mengejek Agus itu juga mengeluarkan ponselnya untuk memotret Agus dan Kyra.
"Sepertinya Kyra harus tahu kalau lelaki pujaannya main-main di kota hanya untuk bertemu dengan perempuan lain yang levelnya di bawah dia segalanya. ?0)Kyra, Kyra.. Kasihan sekali kamu mencintai orang yang salah." Dito sang penegur itu, seperti biasa bila bertemu Agus pasti akan selalu mengejek sejadi-jadinya.
Agus yang sudah tahu bagaimana sifat Dito enggan menanggapi omongan lelaki sombong di depannya itu, dan Agus memilih untuk segera meninggalkan Dito dengan menarik tangan Kyra yang sedang menampakkan ekspresi sebalnya tapi juga menahan tawanya.
"Hey! Jangan main ngeloyor begitu saja saat diajak bicara, kamu tidak bisa bersikap sopan apa?!" Hardik Dito
"Maaf? Anda bicara apa? Sopan? Bukankah dari awal anda yang berlaku kurang sopan ya? Tanpa menyapa langsung mengejek kami sebagai orang kampung. Lalu apa salahnya kalau kami orang kampung? Setidaknya perilaku anda lebih norak daripada kami yang asli udik!" Suara Agus pelan namun tegas serasa menohok ulu hati Dito. Tapi bukan Dito namanya bila ia memiliki malu atas perkataan Agus yang menohok.
"Bicara sama orang kampung model kalian memang perlu pakai kesombongan." kata Dito membuat Agus dan Kyra menahan geli.
"Sepertinya jabatan anda begitu tinggi di kantor ini. Apakah anda salah satu direksi di kantor ini?" Agus pura-pura bertanya karena dia tahu siapa saja dewan direksi di kantornya.
"Jangan jumawa bung, karena kesombongan akan menjadi bumerang bagi diri anda sendiri, berendah hatilah dengan jabatan anda yang belum seberapa itu sebelum anda malu dan menyesalinya, permisi." Agus segera berlalu dari hadapan Dito setelah memberikan beberapa patah kata agar Dito bisa bersikap rendah hati. Agus merasa tak ada gunanya menanggapi sikap Dito yang berlebihan.
Melihat dirinya yang di tinggalkan begitu saja membuat Dito berang, dengan berbagai umpatan yang ia gumamkan Dito berlalu menuju ruangannya.
"Sialan banget tuh orang, sok-sokan menasihatiku. Lagian Kyra mau-maunya sama cowok penghianat seperti dia, cuma petani lagi.." gumam Dito sembari membuka galeri ponselnya untuk mencari gambar Agus menggandeng gadis culun yang beberapa saat lalu ia ambil.
"Biar Kyra tahu rasa tuh dan menyesal sejadi-jadinya sudah berani mutusin aku yang sudah sesukses ini hanya demi petani buruh macam dia yang nyatanya juga penghianat." Dengan perasaan kesal Dito masih tidak terima dengan perlakuan Agus barusan, juga perlakuan Kyra dahulu yang telah mangahiri hubungan mereka yang telah terjalin beberapa tahun secara sepihak.
Nampak Gambar yang Dito kirim kepada Kyra langsung dibuka oleh Kyra, terlihat dari tanda biru yang tertera di aplikasi perpesanan milik Dito. Dan tampak Kyra langsung membalas pesan Dito dan tak lama pesan Kyra muncul di layar ponselnya dengan tulisan ' I don't care ' serta emoji tertawa terbahak-bahak tanda ia tak peduli dengan foto yang Dito kirim.
__ADS_1
"Lagu kamu Ra sok tegar di chat kamu sama aku, aslinya mewek kan kamu?" Dito berbicara sendiri menanggapi pesan balasan Kyra.
"Apa yang kamu harapkan dari orang gunung buruh sawah itu Ra, halah! Menang ganteng saja tapi kantong kosong saja kamu bela-belain, tak tahunya kamu di selingkuhin juga, sama orang jelek lagi. Kasihan banget hidup kamu Ra, Ra." Gumam Dito sambil senyum-senyum menertawakan nasib Kyra tanpa ia sadari justru ia yang harus bersiap-siap untuk ditertawakan balik.
***
Sementara itu Kyra yang sedang berjalan-jalan dengan Agus masih tertawa-tawa mendapati pesan gambar yang Dito kirimkan.
"Rasanya aku ingin sekali melihat wajahnya yang seperti udang rebus saat ia tahu siapa kamu sebenarnya suatu hari nanti mas." Kata Kyra masih tersenyum geli dengan perkataan Dito saat di lobi tadi.
"Benar-benar kekanakan, bisa-bisanya aku pernah begitu terpesona dan jatuh cinta sama model lelaki seperti dia." Lanjut Kyra dengan nada suara penuh sesal.
"Sudahlah sayang, memang jalan cerita hidup kamu dan aku harus seperti ini. Mungkin kalau tidak ada perjalanan hidup yang begitu lucu seperti ini, aku dan kamu tidak bisa bersama seperti ini." Begitu bijaknya penuturan Agus menanggapi perkataan Kyra tentang hubunganya dahulu dengan Dito.
"Ya, aku juga sering berpikir seperti itu mas. Dan sekarang aku pikir Dito seperti sedang menggali jebakannya sendiri dengan bersikap frontal seperti tadi. Aku pastikan dia akan memohon-mohon kamu saat tahu siapa kamu sebenarnya, karena sepertinya sekarang ia pun dengan tidak tahu malu menjadi seorang pencari muka juga." Tutur Kyra yang malah merasa kasihan atas kesombongan Dito tadi.
"Sudahlah sayang: Biarlah itu semua konsekuensi yang akan Dito tanggung nanti, andaipun ia tetap sama saja, berarti memamg urat putusnya telah hilang, tapi bila ia menyesal dan menyadarinya, berarti dia adalah orang berhati lunak karena mau menyadari segala kekeliruannya." Kata Agus ingin menyudahi pembicaraannya tentang Dito.
"Kita makan saja yuk mas, aku lapar." Ajak Kyra sambil mengelus perut laparnya.
Dan keduanya pun masuk ke salah satu restoran yang ada di mall tempat mereka jalan-jalan.
...****************...
__ADS_1
Mun maap ya readers bila banyak typo, kalau ada yang typo komen saja ya, nanti akan langsung aku benerin 🥰