
“Ra, benar antara kamu dan mas Agus tidak ada hubungan apa-apa?” Tanya Ratna saat mereka dalam mobil menuju puncak dan terlihat ketiga sahabat Kyra menatap penasaran, bahkan Freya yang sedang mengemudi pun sesekali menatap penasaran pada Kyra yang duduk di sampingnya.
“Maaf jika aku tidak jujur pada kalian, terlalu cepat aku menerima cinta lelaki lain setelah aku memutuskan berpisah dengan Dito, tapi perasaanku pada Dito memang mulai memudar sebelum aku kenal mas Agus.
Dan saat aku butuh sandaran, mas Agus datang memberikan yang entah aku tidak menyadari sejak kapan aku pun punya getar perasaan padanya, kehadiran mas Agus bagaikan oase di padang pasir bagiku, maka aku langsung terima tanpa keraguan saat ia mengutarakan isi hatinya.” Kyra menuturkan tentang hubungannya dengan Agus.
“Aku tidak masalah bila kamu masih ingin menyimpan hubungan barumu ini Ra, mungkin kamu masih ingin memantapkan hatimu apakah keputusanmu kali ini benar atau salah sebelum kamu menceritakan semuanya kepada kita.
Tetapi kejadian di depan mataku tadi yang menggelitik rasa keingintahuanku tentang hubungan kalian, karena janggal aku rasa kalau kalian tidak ada hubungan spesial tapi kamu mau dipeluk oleh seorang lelaki.” Ratna mengutarakan rasa herannya, dan Kyra hanya tertunduk malu-malu.
“Tapi aku menangkap kejanggalan lain, sepertinya ada yang tidak beres dengan kalian berdua, raut wajah kalian muram, bahkan kamu sempat menangis.” Kali ini Elok yang mengutarakan keheranannya.
“Ya benar!” sahut Freya berseru.
“Memang benar, sepertinya mas Agus juga begitu, tapi please! Biarkan aku menyimpan ini sementara dari kalian, bila waktunya tiba aku akan menceritakan semuanya.” Kyra menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya sebagai tanda permintaan pengertian dari para sahabatnya.
“As you wish Ra, aku maklum.” Sahut Freya.
“Aku juga!” sahut Elok dan Ratna berbarengan.
“Terima kasih buat pengertian kalian semua, aku cuma butuh waktu.” Kata Kyra
“Iyaaa..!” sahut ketiga sahabatnya bersamaan.
__ADS_1
“Ya sudah, sekarang waktunya bersemangat lagi, sejenak lupakan susah dan resah hati.” Ratna menyerukan semangat agar Kyra tak terhanyut dengan gundah dan resah hati.
Dan mereka bernyanyi untuk menghibur hati hingga tak terasa telah sampai di puncak bukit tujuan. Mereka begitu terpesona dengan hamparan panorama dataran rendah yang begitu menakjubkan mata dari tempat mereka berdiri saat ini.
Sambil menikmati indahnya panorama alam, mereka juga menikmati hangatnya minuman yang dijajakan para penjual di tempat tersebut.
Setelah beberapa waktu bercengkerama dan mengabadikan keindahan alam dengan mengambil berbagai pose foto, keempat sahabat itu kembali ke rumah dinas Kyra kembali.
“Wah! Benar-benar menakjubkan pemandangan di atas ya.” Seru Ratna mengungkap kekagumannya.
“Sekitar sini saja bagus Na, apalagi di atas tadi.” Sahut Elok.
“Eh Ra, mas Agus kamu itu tempat kerjanya di mana sih?” tanya Ratna penuh penasaran.
“Di tempat yang menghasilkan panen sayuran dan buah yang sedang kalian nikmati ini.” Jawab Kyra sambil menikmati segarnya buah jeruk yang di bawakan Agus pagi tadi.
“Setahuku sih Cuma orang kepercayaannya owner.” Jawab Kyra santai dan terlihat ketiga sahabatnya saling pandang.
“Kenapa? Ada yang salah? Pasti mikir yang tidak-tidak.” Tebak Kyra.
“Ra, maaf sebelumnya ya, tapi apa gak lebih mending Dito ya?” Tanya Ratna setengah ragu.
“Mending orangnya apa pekerjaannya Na? Kalau masalah pekerjaan ya mungkin Dito terlihat lebih mentereng, tapi untuk yang lain apa kalian gak mikir hal yang sama seperti aku? Yang jelas di mata saja deh, wajah, belum yang lain.
__ADS_1
Ya mungkin kalian tak tahu semua karena belum kenal dia, tapi percayalah jika suatu saat kalian akan bilang wow buat mas Agus, ehm... Tapi entah lah, itu bisa terjadi atau tidak.” Kyra yang semula bersemangat cerita tentang Agus tapi mengakhiri ceritanya dengan sendu.
“Ra? Are you okey? Tanya Freya melihat perubahan air muka juga intonasi suara Kyra.
“Jangan khawatir say, aku baik-baik saja kok sekarang, tapi aku tidak tahu untuk besok.” Kyra merasa ada baiknya ia tidak menyembunyikan masalah yang ia hadapi saat ini kepada para sahabatnya.
“Maksud perkataan kamu apa Ra?” tanya Elok terlihat khawatir.
“Tolong jangan tertawakan kisah hidupku bila aku berbicara sama kamu semua.” Air muka Kyra terlihat begitu sedih.
“Kita sudah bagaikan saudara, yah mungkin si luar sana ada yang tega menertawakan permasalahan yang di alami saudara kandung sendiri, tapi di sini aku, Freya tidak akan pernah menertawakan kamu dengan segala permasalahan kamu.” Terlihat pancaran tulus dalam tatapan Freya, begitupun Ratna dan Elok.
Akhirnya Kyra bercerita tentang permasalahan yang sedang dihadapinya saat ini. Setelah Kyra selesai bercerita, ketiga sahabatnya memberikan semangat dan dukungan agar Kyra tetap kuat menjalani permasalahan yang dihadapinya.
“Apa aku tidak berhak bahagia?” gumam Kyra.
“Jangan bicara seperti itu Ra, rencana Tuhan untuk kita tak ada yang tahu. Siapa yang tahu kalau melalui permasalahan ini justru Tuhan sudah mempersiapkan skenario hidupmu yang begitu indah.” kata Elok membesarkan hati Kyra.
“Kami sangat tahu siapa kamu Ra, walau kadang kamu sangat manja, tapi kamu juga kuat, jadi mantapkan hati, mungkin mudah bagiku bicara tapi juga berat menghadapi, tapi aku yakin kamu mampu.” Imbuh Ratna dan diiyakan yang lain, dan akhirnya mereka memeluk Kyra agar ia tetap kuat menghadapi permasalahannya saat ini.
...****************...
Like dan komennya ya readers semua
__ADS_1