Dokter & Petani

Dokter & Petani
Peralinan Kyra


__ADS_3

Kini Kyra telah kembali lagi ke keluarganya, terutama kepada Alex suaminya. Kedua keluarga besar Agam dan Birawa sangat berterima kasih kepada nenek Halimah yang telah merawatnya selama Kyra hilang ingatan akibat kecelakaan yang di alaminya.


Mengingat kondisi Kyra yang tak lama lagi akan melahirkan, mereka memutuskan untuk tinggal di kota agar saat tiba waktu persalinan nanti mereka bisa dengan cepat menuju rumah sakit pilihan mereka.


Pekerjaan Kyra sebagai dokter utama di faskes desa tempatnya mengemban tugas kini telah di jabat oleh orang lain karena Kyra yang di nyatakan sudah meninggal tujuh bulan yang lalu.


Sementara nenek Halimah masih bertahan di rumahnya karena ia tidak mau di ajak pulang ke kota oleh Kyra, tetapi Alex selalu menyempatkan untuk mengunjunginya saat ia meninjau ke lapangan proyek.


Satu bulan berlalu, hari yang di tunggu pun tiba, sejak dari jam dua belas malam Kyra mulai merasakan perut mulas yang berbeda dari biasanya yang datang dan pergi dengan jeda yang tidak begitu lama membuat tidurnya gelisah dan tidak bisa nyenyak.


"Apakah sudah waktunya aku melahirkan?" gumam Kyra.


Alex yang merasakan Kyra terus bergerak dalam pelukannya membuatnya terjaga dari tidurnya.


"Kamu tidak tidur sayang?" tanya Alex melihat Kyra yang begitu gelisah.


"Aku terbangun dari sebelum jam dua belas tadi mas, dan sekarang perutku mulai merasakan mulas-mulas tapi dengan jeda waktu agak lama." jawab Kyra menceritakan apa yang di rasakannya saat ini.


"Apa kamu masuk angin?" tanya Alex belum juga mengerti.


"Enggak mas. Mungkin aku sudah waktunya melahirkan deh mas." jawan Kyra santai.


"Oohh.... Hah! Apa kamu bilang? Melahirkan?!" seru Alex terlonjak dari berbaringnya dan mulai terlihat panik.


"Ayo aku antar kamu ke rumah sakit, Eh sebentar, aku ambil perlengkapan yang sudah kita siapkan, eh sayang apa perlu aku telpon orang tua kita sekarang?!" Begitu antusiasnya Alex atau karena panik saat Kyra memberi tahu kalau kemungkinan ia mulas karena mau melahirkan.


"Mas, tenang dulu...!" kata Kyra pelan dan tenang sambil menarik tangan Alex yang hendak berlalu mengambil perlengkapan persalinan yang dipersiapkan beberapa hari yang lalu.


"Bagaimana aku bisa tenang sayang, kamu mau melahirkan." protes Alex sambil menjatuhkan panggulnya di samping Kyra.

__ADS_1


"Masih cukup lama mas, baru mulai mulas belum ada cairan dan flek tanda pembukaan." jelas Kyra yang belum mau terburu-buru menuju rumah sakit.


"Oke, aku telpon rumah sakit dulu agar saat kita sampai semua sudah siap." sahut Alex menanggapi penjelasan Kyra. Lalu Alex segera menelpon rumah sakit langganannya untuk reservasi kelahiran anak pertama mereka, setelah selesai Alex pun menelpon sopirnya untuk menyiapkan kendaraan.


Setelah selesai berbicara dengan sopirnya, Alex segera mengambil perlengkapan dari dalam lemari dan mengajak Kyra untuk bersiap dan segera berangkat menuju rumah sakit.


Tadinya Kyra bersikeras untuk menunggu proses pembukaan kelahiran di rumah tetapi karena Alex terus memaksa akhirnya Kyra pun menuruti apa yang suaminya mau untuk menghindari keributan yang tidak mereka inginkan.


Saat di perjalanan Kyra melarang Alex untuk menelpon kedua orang tua mereka kalau saat ini mereka sedang menuju rumah sakit karena akan melahirkan, dia ingin memberikan kejutan kepada kedua orang tua dan juga kedua mertuanya saa ia selesai melakoni proses persalinannya.


Tepat saat mereka sampai di depan lobby rumah sakit Kyra merasakan ada suatu yang keluar dari j*lan lahir. Ia pun meminta izin kepada Alex untuk ke toilet sebentar guna memeriksa apakah benar apa yang dipikirkannya.


Dan ternyata memang benar bahwa apa yang dirasakan Kyra merupakan permulaan dari proses pembukaan j**an lahirnya. Ia pun segera berbicara kepada suster yang menanganinya tentang apa yang ia alami.


Suster yang mendapat laporan dari Kyra segera menghubungi dokter dan juga bidan yang akan menangani persalinan Kyra, bahwa pasiennya tersebut telah memulai proses pembukaan. Setelah itu suster tersebut mengajak Kyra ke ruang pemeriksaan guna memeriksa sudah berapa pembukaan yang dialami oleh Kyra. Setelah bidan dan dokter yang akan menangani proses persalinan Kyra masuk ke dalam ruang pemeriksaan, sang bidan pun segera mengecek berapa pembukaan yang telah dialami oleh pasiennya tersebut.


Ternyata Kyra baru mendapatkan pembukaan satu, oleh karenanya bidan dan dokter menyarankan agar Kyra banyak berjalan untuk mempercepat proses pembukaan.


"Bagaimana sayang, apakah proses persalinan kamu sudah dekat?" tanya Alex antusias dan penuh penasaran.


"Baru pembukaan satu mas, dokter menyarankan aku agar banyak berjalan supaya proses pembukaan ke tahap selanjutnya lebih cepat, san juga aku belum mengalami pecah ketuban, mungkin dengan banyak berjalan semua proses itu akan segera terjadi." jelas Kyra kepada suaminya sambil berjalan mondar mandir di lorong ruang tunggu depan poli bersalin.


Alex yang begitu antusias mendengarkan penjelasan dari istrinya itu pun jadi ikut menemani Kyra berjalan.


Kyra seakan tidak mengenal lelah melakukan banyak jalan walau kadang harus meringis menahan mulas yang mulai sering datang dengan jeda waktu yang sangat sebentar.


Sekitar setengah jam waktu yang ia habiskan untuk berjalan-jalan di lorong ruang persalinan, saat ia merasakan sesuatu yang keluar begitu banyak dari j*lan lahirnya, dan tentu itu bukan urine karena air itu begitu cepat keluarnya.


Saat Kyra mengalami itu, kebetulan suster yang akan ikut menangani proses persalinannya tengah melintas di depannya.

__ADS_1


"Suster!" seru Kyra, dan sang suster pun menengok ke sumber suara dan mendekatinya, Alex yang saat itu tengah istirahat dari menemani Kyra berjalan-jalan juga segera mendekati istrinya.


"Ada apa bu?" tanya suster dengan lembut.


"Ada apa sayang?!" Tanya Alex dengan gurat panik di wajahnya.


Suster, apakah ini air ketuban yang sudah pecah karena saya tidak merasa ingin buang air kecil tetapi keluar air ini." Jelas Kyra kepada suster sambil memperlihatkan cairan yang ada di lantai yang ada di dekat kakinya sambil menatap wajah suster itu dan wajah suaminya secara bergantian dengan gurat cemas di wajahnya.


Suster pun melihat ke arah yang Kyra tunjukkan dan mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Benar bu, sebaiknya ibu segera ke ruang persalinan dan cukup untuk jalan-jalannya." jelas sang suster sambil menuntun Kyra menuju ruang persalinan setelah sebelumnya meminta petugas kebersihan membersihkan air tadi.


Setelah Kyra berbaring di ranjang persalinan, bidan segera memeriksa berapa pembukaan yang di alami Kyra, ternyata pasiennya itu sudah mengalami pembukaan delapan, dan mulas yang di alami Kyra memang sudah sangat sering hampir tak berjeda.


Para medis pun mempersiapkan segalanya dengan cekatan agar saat bayi telah lahir nanti semua sudah siap sedia. Sementara Alex yang berada di samping Kyra tak henti-hentinya mengelus perut dan juga kening istrinya untuk memberikan Kyra dukungan walaupun ia menahan panik tetapi tak di perlihatkannya agar Kyra kuat menjalani proses pertaruhan nyawa itu.


Kyra yang mendapat perhatian dan perlakuan lembut dari suaminya pun merasa nyaman dan lebih tenang menghadapi pengalaman pertamanya itu.


Alex hanya diam sambil mengetatkan giginya saat remasan tangan Kyra mencengkeram tangannya ketika mulas yang dirasakannya bercampur dengan rasa sakit karena proses itu sebentar lagi akan di mulai.


Dokter memberikan aba-aba untuk mengejan ketika rambut sang bayi sudah terlihat, dan tanpa di perintahkan oleh sang dokter pun saat ini Kyra tengah mengejan sendiri seolah sang calon bayi sudah tak sabar untuk menyaksikan dunia luar.


Tak berapa lama setelah melalui proses yang begitu menyakitkan bayi mereka telah lahir dengan selamat, saat terdengar suara tangisannya yang begitu kencang, Kyra tak kuasa menahan air mata bahagianya sambil memeluk leher Alex yang sangat dekat di wajahnya.


Alex pun tak kuasa menahan keharuannya dan membalas pelukan Kyra begitu erat dengan air mata bahagia yang mengambang di pelupuk matanya, apalagi saat dokter mengatakan kalau bayi mereka begitu mempesona dengan anggota badan sempurna, dan berjenis kelamin lelaki, semakin lengkaplah keharuan yang di alami pasangan suami istri itu karena harapannya memiliki anak pertama lelaki kini telah terwujud.


...****************...


Selamat membaca.

__ADS_1


Maaf update lama, othor patah hati sama nt gegara level author di sunat sangat drastis dari sembilan puluh tiba-tiba menjadi dua. 😭


__ADS_2