Dokter & Petani

Dokter & Petani
Rasa Hati Kyra


__ADS_3

Minggu pagi libur terakhir Kyra di rumah orang tuanya, ia mencoba mengirim pesan kepada Dito yang dari kemarin bilang dia masih sibuk, mungkin saat ini Dito punya waktu luang karena ini hari minggu dan bisa diajak bertemu untuk sekedar melewatkan libur bersama selagi Kyra bisa berlibur di kota, karena nanti sore Kyra sudah harus kembali lagi ke desa P tempatnya bertugas.


Kyra sudah tidak berharap bisa bertemu Dito kali ini karena pesan darinya tidak kunjung dibaca, selang hampir satu jam baru kekasihnya itu membalas pesannya, bahwa ia bisa menyempatkan waktu untuk makan siang saja karena ia masih punya kesibukan lain, dan Kyra pun menyetujuinya.


Kyra menyetir mobilnya sendiri menuju tempat yang Dito kirim untuk mereka bertemu, Dito tadinya hendak menjemput tetapi Kyra larang karena lagi-lagi Dito berdalih ia tak bisa lama-lama, oleh karena itu ia lebih memilih pergi sendiri daripada harus membuang waktu Dito.


Dito sudah sampai beberapa menit lebih dahulu saat Kyra tiba di resto tempat mereka janji ketemu.


"Hai Dit, sudah lama nunggu?" sapa Kyra saat sampai di meja yang di tempati Dito.


"Hai juga Ra, belum lima menit kok." jawab Dito, lalu Kyra duduk berhadapan dengan Dito.


"Sudah pesan?" tanya Kyra.


"Belum, tunggu kamu datang." jawab Dito sambil melambaikan tangan memanggil waiters untuk memesan makan siang mereka, dan segera waiters datang ke meja mereka menyerahkan buku menu dan siap mencatat pesanan mereka.


Mereka mengobrol sambil menunggu pesanan mereka datang, Dito bercerita tentang kesibukannya hingga ia jarang ada komunikasi dengan Kyra, dan Kyra pun hanya mengangguki setiap cerita yang dikatakan Dito, entah kenapa pikiran Kyra justru merasa kalau Dito seorang pembual besar, ceritanya seolah mengada-ada, jikalau orang yang tidak mengerti dunia bisnis mungkin akan berpikir kalau tenaga dan pikiran Dito diperas oleh atasannya, tetapi Kyra yang tumbuh di lingkungan keluarga pebisnis hanya menanggapi setiap perkataan Dito dengan geli, ia berpura-pura bodoh dengan setiap perkataan Dito yang cenderung membual, agar Dito merasa ia telah berhasil membodohi seorang Kyra. Hal seperti itulah yang membuat perasaan Kyra terhadap Dito memudar, ia selalu berusaha mengembalikan Dito yang rendah hati tetapi sepertinya kedudukan telah membutakan mata hati Dito.

__ADS_1


Akhirnya pesanan yang mereka tunggu datang, setelah selesai menata hidangannya, waiterspun mempersilahkan mereka untuk menikmati hidangan yang telah tersaji, saat mereka bersiap hendak makan, tiba-tiba ada seorang perempuan muda seumuran Kyra mendekati meja mereka.


"Hai Ra! gak nyangka bisa ketemu setelah sekian lama, sejak kamu dinas di desa kita jarang hangout bareng." seru perempuan itu, rupanya ia sahabat Kyra dari SMA, saat kuliah, Kyra yang mengambil jurusan kedokteran sedang sahabatnya mengambil jurusan bisnis di kampus yang berbeda pula, tetapi walaupun begitu, mereka sering menghabiskan waktu liburan bersama.


"Hai juga Man, kangen kamu yang juga ikut-ikutan sibuk." sambut Kyra sambil cipika cipiki dengan sahabatnya itu.


"Yah, begitulah Ra, sekarang kita semua sibuk denga urusan kita masing-masing, hai Dit." Sapa Manda sahabat Kyra kepada Dito sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman, Dito pun menyambut uluran tangan Manda.


"Hai juga Man." kata Dito.


"Sini gabung sekalian." ajak Kyra kepada Manda.


"Yaahh, kecewa nih. Ya sudah lain waktu saja ya, kalau kamu pas tidak sibuk." kata Kyra terlihat kecewa, dan Manda pun berpamitan menuju meja tempat ia ketemu rekan bisnisnya. Kyra sempat menangkap kedipan mata sebelah Manda saat berpamitan kepada Dito, tapi ia tak mau berpikiran jauh, mungkin saja tadi ia salah lihat atau mungkin mata Manda sedang bermasalah, dan Kyra melihat Dito tidak ada ekspresi apapun saat Manda memandang genit kepadanya sebelum berlalu dari hadapan mereka, itu berarti hanya pikiran Kyra saja yang sedikit kacau. Kyra tetap berfikir positif, ia masih menyimpan kepercayaan yang tinggi kepada Dito walaupun ia merasa kalau perasaannya mulai luntur kepada lelaki yang menjadi kekasihnya tersebut.


Setelah selesai makan siang dan berbincang sebentar Kyra berpamitan pulang dahulu kepada Dito, karena Dito berkata kalau sehabis makan siang ini ia harus bertemu dengan klien untuk urusan bisnis pribadi, maka dari itu Kyra segera berpamitan, karena Kyra juga akan bersiap kembali ke tempat dinas dan akan bersiap lebih lama karena orangtuanya akan ikut Kyra ke tempat dinasnya.


***

__ADS_1


Kyra dan kedua orangtuanya telah sampai ke desa di mana Kyra menjalankan tugasnya. Mereka sampai ketika hari masih terang, dan kedua orang tua Kyra dibuat takjub dengan suasana tempat tersebut, betapa indahnya panorama alam yang terpampang nyata di depan mata, dihirupnya udara segar pegunungan oleh orang tua Kyra.


"Hmmmm... indah dan sejuk sekali ya pa, pantas Queen betah banget di sini." Kata mama Ratih kepada papa.


"Iya ma, nampaknya kita harus sering refreshing ke sini, apalagi ada anak kita di sini." Kata papa setuju dengan mama.


"Di atas lebih sejuk dan indah lagi pa ma." Kata Kyra.


"Oh ya? mama musti membuktikan nih." Ucap mama dengan rasa penasarannya.


"Masuk dulu yuk ma, pa. Tapi maklum saja kalau tidak seluas di rumah." Kata Kyra sambil membuka kunci pintu rumahnya.


"Ngomong apa sih Nak? mama juga tahu kali." Sahut mama, kemudian mengikuti Kyra masuk ke rumah.


"Pak Amir sini masuk dulu, aku buatin minum dulu jangan buru-buru pulang!" Seru kyra pada driver pribadi rumah utama, ya pak Amir mengantar mama papa dan akan langsung kembali ke kota, sedangkan Kyra membawa sendiri mobilnya, besok saat papa mama hendak kembali ke kota pak Amir diminta untuk menjemputnya lagi.


"Terimakasih mbak, tidak usah." Pak Amir menolak ajakan Kyra karena sungkan.

__ADS_1


"Ayo pak Amir tidak apa, biar Queen lega." Ajak papa, dan pak Amir pun mau menerima ajakan majikannya. Sehabis magrib baru pak Amir bertolak menuju kota kembali meninggalkan majikannya yang sedang ingin liburan menikmati sejuknya udara pegunungan dan ingin mengenal lingkungan tempat kerja anaknya untuk beberapa hari kedepan. Dan baru tiba saja mama Ratih sudah begitu takjub apalagi bila esok hari ia menyaksikan panorama pagi hari yang cerah dengan lalu lalang warga sekitar untuk melaksanakan rutinitas harian mereka, dan mama pasti akan sangat gembira bila diajak berkunjung ke Ale's Farm untuk memilih bunga kesukaannya untuk dirangkai saat mengisi waktu senggangnya. Membayangkan kebahagiaan mamanya, Kyra jadi tersenyum sendiri, tidak sabar rasa hati Kyra melihat ekspresi bahagia mamanya, juga tanggapannya saat mengetahui orang-orang desa yang sering berada di sekitar Kyra dengan bermacam sifat dan sikap yang ditunjukkan saat berhadapan dengan Kyra.


...****************...


__ADS_2