Dokter & Petani

Dokter & Petani
Kekhawatiran Mommy


__ADS_3

Malam hari selepas makan malam, keluarga Agam berkumpul di ruang keluarga di rumah utama Ale's Farm. Mommy Sandra sengaja mengumpulkan mereka terlebih dahulu karena ada hal yang ingin di sampaikan yang tak sabar ia tahan sejak pagi tadi.


"Ada apa mom, katanya ada yang ingin mommy sampaikan kepada kami semua?" tanya Alex saat mereka telah berkumpul.


"Untuk menghindari fitnah buat kalian karena Kyra tiap hari tidur di sini, sebaiknya kita segera menggelar resepsi pernikahan kamu sama Kyra, nanti keburu warga menuduh kalian yang tidak-tidak, karena mereka belum mengetahui status kalian yang sebenarnya." kata mommy Sandra dengan logat khasnya dan bahasa bercampur.


"Aku pun sudah berpikir seperti itu mom, apalagi sejak Kyra kecelakaan akibat di jahatin orang, sepertinya warga selalu menatap Kyra penuh tanya, karena tiap hari pulang pergi ke sini bukan lagi ke rumah dinas." Alex pun sependapat dengan mommynya.


"Daddy ikut saja, mau diadakan di mana pestanya." sahut daddy menanggapi perkataan mommy dan Alex.


"Kalau di gedung sudah terlalu biasa, mommy justru ingin pestanya di gelar di sini saja, pemandangan yang sangat indah akan memanjakan mata para tamu nantinya, tentunya mereka akan lebih terkesan, dan siapa tahu nanti bisa jadi ladang bisnis baru." Jelas mommy Sandra dan membuat yang lain saling pandang.


"Bisnis baru? Maksud mommy?" tanya Alex mewakili semuanya.


"Siapa tahu setelah menghadiri pesta yang kita adakan di tempat ini, akan menarik para tamu undangan untuk menyewa tempat ini bila mereka ingin mengadakan pesta, dan kita pun bisa menuediakan jasa katering sekaligus dengan mengerahkan pekerja kamu yang ahli memasak, karena menurut mommy masakan mereka sangat enak saat acara kemarin." jelas mommy Sandra di sambut anggukan dari mereka semua karena memahami maksud mommy Sandra.


"Daddy setuju usulan dari mommy, apalagi bila nanti daddy sudah istirahat dari aktifitas kantor, kita bisa membuka bisnis baru itu mom." Daddy Abimanyu pun ternyata sangat setuju dan bersemangat menyambut usulan mommy.


"Kalau pekerjaku diambil buat jadi juru masak, lalu yang akan mengurusi kebun dan sawah jadi berkurang banyak dong mom, dad. Kasihan yang lain pekerjaannya semakin berat." Alex seperti kurang setuju dengan usulan mommy yang hendak mengambil pekerjanya yang pandai memasak untuk di jadikan juru masak di bisnis mereka yang baru.


"Itu baru rencana son, kita lihat saja bagaimana prospek ke depannya, kalau memang itu bisa menjanjikan kenapa enggak? Kita bisa membuka lowongan kerja lagi, dan para pekerja kamu bisa kita beri pilihan, kalau mereka suka di bidang kuliner ya biar mereka memilih jadi juru masak, tapi kalau mereka lebih suka bekerja di lapangan ya kita bisa cari pekerja yang lebih berminat." mommy Sandra dengan logat khasnya memaparkan apa yang menjadi rencananya itu.


Sementara Alena dan Kyra yang hanya jadi pendengar hanya saling tatap saja.


"Ehm maaf Ale menyela, sebenarnya kita mau ngomongin acara resepsi atau bisnis baru sih?" tanya Alena akhirnya ikut bicara.


"Yang utama ya membicarakan pesta pernikahan kakak kamu, tapi kalau ada peluang bisnis setelahnya kan tidak ada salahnya buat dibahas."jawab mommy.

__ADS_1


"Tapi apa tidak sebaiknya besok saja setelah pembahasan utama yaitu pesta pernikahan kakak sudah selesai semuanya, biar kita fokus yang utama saja dahulu, nah kalau sudah beres semua, baru kita bahas kemungkinan peluang bisnis itu." usul Alena masuk akal.


"Iya mom dad, Alex setuju sama usulan Alena, kita fokus ke pesta pernikahan saja dahulu, mau konsep yang seperti apa." Alex mendukung pembicaraan Alena.


Dan akhirnya merekapun fokus pada konsep pesta pernikahan Alex dan Kyra nanti.


"Untuk jamuannya mommy lebih cocok masakan para pekerja kamu seperti kemarin, dan kalaupun mereka kurang tenaga, kita bisa minta tolong pada penduduk di sini."usul mommy Sandra.


"Oke, aku sama Kyra mau bicara sama papa mama dulu, setelah itu kita adakan pertemuan dengan warga dan pekerja untuk pembentukan panitia. Dan bertanya kepada mereka apakah mereka sanggup terutama yang bagian katering, karena itu yang sangat berat pekerjaannya." Kata Alex mengutarakan usulannya.


"Memang sebaiknya begitu, dan lebih cepat lebih baik. Sebelum penduduk berpikir yang tidak-tidak tentang kalian." kata Daddy.


"Aku akan menemui papa mama secepatnya, agar malam minggu besok kita bisa adakan pertemuan dengan warga, karena mempercepat hal yang bersifat baik itu harus diutamakan." Kata Alex antusias.


Setelah mereka saling setuju atas rencana yang mereka utarakan, merekapun segera meninggalkan ruang keluarga menuju kamar masing-masing untuk beristirahat melepas penat karena tenaga dan pikiran yang telah terkuras seharian.


*


*


Dan tanpa menyia-nyiakan waktu Kyra segera mengajak Teguh menuju kota, sebelumnya Kyra telah menghubungi Alex kalau ia akan ke kota untuk menemui papa mamanya seperti rencana yang sudah mereka utarakan saat perbincangan dengan keluarga Agam.


Alex meminta Kyra datang ke kantornya, karena Alex ingin datang ke rumah papa mama berbarengan dengan Kyra, dan Kyra dengan senang hati menerima usulan suaminya tersebut, dan Kyra pun memerintahkan Teguh untuk langsung menuju kantor suaminya.


Selepas kepergian Kyra, para pegawai faskes di tempat kerja Kyra bertanya-tanya kepada Sari.


"Suster Sari, kok dokter Kyra sekarang tiap hari pulang pergi kerjanya selalu dari dan ke Ale's Farm ya? Memang dokter Kyra itu kekasihnya mas Agus ya?" tanya salah satu staf faskes.

__ADS_1


"Iya, memang kenapa bu?" tanya Sari balik.


"Mereka kumpul kebo ya, kok belum menikah tapi sudah serumah tiap hari?" tanya staf yang lain menaruh curiga.


"Mereka orang bu, bukan kebo. Sudahlah, untuk apa kita mencampuri urusan orang lain yang kebenarannya belum tentu seperti yang kita pikirkan, siapa tahu diam-diam mereka sedang mempersiapkan pesta pernikahan yang sangat meriah." Sari menjelaskan tidak bermaksud membela Kyra, tapi juga tidak mau kalau Kyra di jelek-jelekkan oleh para staf di faskes tersebut.


"Suster Sari bisa bicara begitu karena suster orang yang paling dekat dengan dokter Kyra, makanya suster cenderung membela dokter." kata staf pertama terlihat kurang suka dengan perkataan Sari.


"Maaf bu, bukan begitu maksud saya, ayolah kita berpikir positif saja, dokter Kyra dan mas Agus itu orang-orang terpelajar, tentunya mereka akan berpikir jauh sebelum melakukan hal terlarang seperti yang ibu-ibu sekalian khawatirkan." bela Sari.


"Nanti kalau perutnya sudah kelihatan gede juga kita bisa menilai bagaimana sebenarnya tabiat dokter, apalagi dia kan orang kota, pasti sudah terbiasa dengan kehidupan seperti itu." kata staf kedua menilai Kyra dengan sangat buruk.


"Ya kalau perutnya gede bu, dokter kan profesional. Siapa yang tahu kan kalau dokter pasang pengamannya jadi kita gak bakalan tahu." staf ke satu mengatakan pemikiran buruknya juga kepada Kyra.


"Ibu-ibu, apa tidak sebaiknya kita tanyakan langsung kepada dokter Kyra tentang pikiran-pikiran yang memenuhi benak ibu-ibu sekalian, pasti akan kita dapatkan jawabannya, dan kalaupun perkataan ibu-ibu sekalian benar adanya, tentu dokter Kyra akan merasa malu dan akan kembali ke rumah dinasnya lagi." Usul Sari sambil mengeluarkan ponsel dari sakunya.


"Ya mana mungkin maling ngaku, kalau semua maling mengaku tentu penjara akan penuh, bagaimana sih suster Sari ini?!" seru staf pertama semakin sengit menanggapi pembicaraan Sari.


"Ibu-ibu semua, tidak baik menggunjingkan seseorang, apalagi tanpa tahu sendiri kebenarannya bagaimana." tegur sang kepala faskes dengan bijaksana. Kepala faskes sudah tahu kebenarannya karena Kyra telah bercerita tentang statusnya saat ini yang sudah resmi menjadi istri Alex.


"Maaf pak, itu semua karena dokter Kyra sendiri yang mengundang fitnah dari kami." sahut staf kedua.


"Tapi itu semua tergantung pemikiran kita juga, toh dokter Kyra tinggal di Ale's Farm juga sudah ijin dengan pak Lurah tentunya, itu semua karena rasa khawatir tentang keamanan dokter Kyra, jadi untuk sementara beliau diperbolehkan tinggal di Ale's Farm, toh yang tinggal di sana tidak hanya mas Agus sendiri, jadi untuk meminimalisir hal yang tidak baik pasti sangat banyak, apalagi mas Agus orang yang sangat sopan." kepala faskes membela Kyra dan Alex karena sudah tahu kebenarannya dan tampaknya penjasan dari atasannya bisadi terima oleh para stafnya.


Mereka berpikir setelah kecelakaan yang menimpa Kyra akibat perbuatan orang tak bertanggung jawab beberapa waktu lalu yang membuat Kyra untuk sementara tinggal di Ale's Farm. Dan kini mereka para staf yang menaruh curiga pada Kyra sudah tidak ngotot lagi menjelek-jelekkan Kyra karena penjelasan masuk akal dari kepala faskes, walaupun dari dasar hati mereka tetap masih menaruh rasa curiga.


...****************...

__ADS_1


Selamat membaca semuanya 🥰


__ADS_2