
"Eh lihat, pasangan yang romantis banget enggak sih CEO kita?!" seru seorang karyawan Agam's Corp sambil membuka sosial media di ponselnya.
"Siapa? Bapak Agam?" tanya karyawan yang lain.
"Siapa lagi?" tanya balik karyawan pertama.
"Coba lihat!" temannya berusaha merebut ponselnya.
"Lihat punya kamu sendiri, buka saja sosial medianya Alena Agam." saran karyawan pertama, dan tanpa menunggu lama, yang lain membuka sosial media masing-masing demi melihat kemesraan atasan mereka dengan istri tercintanya.
"Cerminan keluarga bahagia. Ikut komen ah." seru para karyawan tersebut yang sangat antusias membuka sosial media Alena yang tak sengaja lewat di beranda salah satu karyawan tersebut disela makan mereka di kantin perusahaan.
Dito yang duduk di dekat mereka tak sengaja mendengarkan apa yang mereka bicarakan, dan jiwa ingin tahunya yang begitu tinggi membuatnya ikut membuka media sosial Alena.
Terlihat dalam postingan itu interaksi kehangatan keluarga bapak Agam dan anaknya. Dalam postingan itu bapak Agam dan istrinya sedang berpelukan sambil tertawa ceria dan diapit oleh dua perempuan muda yang tidak asing di matanya.
Disebelah bapak Agam, seorang gadis yang mungkin bernama Alena dalam pikiran Dito sedang memeluk bapak Agam dengan tawa bahagianya.
Sedang perempuan setengah baya yang saling memeluk bersama bapak Agam, seorang perempuan berwajah bule yang dipeluk juga oleh perempuan muda yang sangat melekat di pikirannya, dialah Kyra yang memeluk madam Sandra dengan tawa ceria pula.
Dalam postingan tersebut sang pemilik akun sosial media menuliskan keterangan 'Happy family, sehat dan bahagia selalu melewati indahnya masa tua bersama. my beloved parent."
"Ooh, jadi gadis itu anaknya bapak Agam? Kenapa aku tidak berpikir sampai di situ sih?" gumam Dito masih dengan keheranannya. (Kapan kamu berpikir sih Dit?) 😃
"Akur banget Kyra sama istri tua bapak Agam. Kyra, kyra. Aku masih enggak habis pikir kamu mau dijadikan istri muda bapak Agam, mana anak gadisnya akrab banget sama perempuan yang merebut suami ibunya." Dito masih dengan gumamannya sambil menyekrol sosial media milik Alena.
Diam-diam Dito memperhatikan foto-foto Alena yang terpajang di sosial medianya.
"Anak bapak Agam tidak kalah cantik sama Kyra, kira-kira kalau aku dekati dia dan bisa ambil hatinya tentu banyak keuntungan yang akan aku dapat, apalagi sebentar lagi dia akan menggantikan bapak Agam yang ingin istirahat dari keaktifannya di sini. Kalau aku bisa menguasai gadis ini, tentu aku yang akan berkuasa di sini. secara gadis model seperti dia yang anak konglomerat begitu biasanya mudah di bodohi." Dito mengulas smirk di bibirnya.
Khayalan Dito melayang jauh membayangkan dia bisa dengan mudah menaklukkan hati Alena untuk mendapatkan banyak keuntungan.
Dito tidak tahu kalau Alena bukanlah tipe seperti itu, karena keluarganya mendidiknya untuk menjadi gadis yang cerdas dan tidak mudah dimanfaatkan orang lain.
__ADS_1
Dengan langkah pasti, Dito bertekat memulai pendekatan dengan Alena yang akhir-akhir ini ia lihat sering datang ke kantor, tentu karena bapak Agam mulai mempersiapkan Alena untuk menggantikannya tidak lama lagi.
Memang benar Alena mulai diaktifkan di kantornya, tetapi bukan untuk jadi seseorang yang di pikirkan Dito, karena orang itu Alex sebagai anak lelaki bapak Agam, apalagi Alex lebih berpengalaman segalanya daripada Alena. Dan Alena saat ini di aktifkan di divisi keuangan oleh daddynya.
Siang itu setelah habis waktu istirahat, divisi keuangan mengadakan pertemuan dengan divisi lapangan untuk membahas pembiayaan lanjutan proyek yang sedang mereka tangani.
Dito sebagai manajer lapangan tentu harus hadir dalam pertemuan tersebut, ia tidak menyangka kalau Alena juga ikut dalam pertemuan tersebut.
Dalam pikiran Dito, Alena ikut dengan ayahnya dan bukan dengan divisi keuangan. Tetapi Dito juga terheran karena Alex pun ikut pertemuan dan duduk dekat bapak Agam.
"Kenapa manusia sawah itu juga di sini? Sebenarnya pekerjaan apa yang bapak Agam berikan kepadanya?" gumam Dito tanpa terdengar siapapun. Tapi kemudian ia acuh dengan
keberadaan Alex, ia hanya fokus pada Alena, dalam hatinya sedang menyusun rencana bagaimana cara mendekati Alena.
Rupanya Alex menyadari kalau tatapan Dito tak lepas ke arah Alena, kemudian ia meminta keterangan kepada manajer lapangan tentang pembahasan saat ini, terlihat Dito gelagapan tiba-tiba mendapat pertanyaan yang sialnya dari Alex, orang yang sangat ia remehkan selama ini.
Dito yang sejak tadi kurang konsentrasi mendengarkan pembahasan karena sibuk memperhatikan Alena merasa dipermalukan oleh Alex.
Dito pun meminta data dan catatan dari bawahannya agar bisa menjawab apa yang Alex ajukan walau tidak selancar saat ia benar-benar memperhatikan jalannya rapat.
Setelah hampir dua jam, pertemuan itupun berakhir, mereka semua dipersilahkan kembali ke divisi masing-masing dan melanjutkan pekerjaannya kembali.
Alena keluar ruang rapat bersamaan dengan staf divisi keuangan yang lain, dan saat melihat itu Dito pun ikut keluar ruangan untuk memulai pendekatannya dengan Alena.
Alex yang mengetahui gelagat Dito dengan tenang keluar ruang rapat meninggalkan daddynya yang masih mengobrol dengan aggota direksi lainnya.
Alex melihat Dito masih mencari celah untuk memulai pembicaraan dengan Alena. Alex mempercepat jalannya, dia sengaja mengambil jalan yang tidak sama dengan yang dilalui Dito, agar tidak terlalu jelas terlihat kalau ia sedang posesif terhadap adiknya, walaupun Dito belum tahu kalau Alex dan Alena adalah kakak beradik.
Alex merangkul pundak Alena dan diajaknya berjalan menuju bangku ruang tunggu yang mereka lewati.
"Ada apa sih kak?" tanya Alena yang terlihat kaget tiba-tiba Alex merangkulnya dan mengajaknya duduk.
"Enggak apa-apa, mau ngobrol sebentar saja sama kamu." Alex menyahuti pertanyaan adiknya sambil ekor matanya menangkap bayangan Dito yang terlihat masih memperhatikan mereka.
__ADS_1
Alex memutar duduknya menghadap Alena secara penuh, dan terlihat di pantulan kaca pembatas ruangan staf Dito masih berdiri memperhatikan mereka. Alex memajukan kepalanya agar lebih mendekat kepada Alena.
"Kamu enggak sadar ya?" tanya Alex pelan.
"Memangnya aku pingsan? Jelas-jelas aku sadar begini kok." sahut Alena yang tak tahu menahu maksud pertanyaan Alex.
Dan Alex masih tetap sesekali melihat ke dinding kaca untuk mengamati apakah Dito masih berada di tempatnya berdiri, dan ternyata masih, dengan wajah sangat ingin tahu.
"Tampaknya mantan pacar Kyra sedang berusaha ingin kenal kamu deh Al." kata Alex membuat Alena agak terkejut.
"Manajer lapangan tadi? Ogah!" Alena begitu bersemangat menolak, dan itu membuat Alex tersenyum geli.
"Kamu enggak sadar, selama rapat tadi dia banyak perhatikan kamu?" tanya Alex.
"Sama sekali enggak. Aku terlalu fokus pada topik pembicaraan daripada harus menyadari perhatian seseorang. Aku juga pas dia tadi bicara cuma fokus pada pembahasan saja, setelah itu ya sudah, sibuk mencatat dan memperhatikan." jelas Alena panjang.
"Iya aku tahu, aku kan diam-diam jadi perhatiin kalian berdua, dan pertanyaan yang aku ajukan kepadanya tadi cuma test, eh ternyata dia memang kurang fokus pada pembahasan karena sibuk perhatikan kamu." Alex tertawa pelan di akhir perkataannya.
"Tapi enggak ah. Ya walau kita enggak tahu akan berjodoh dengan siapa, tapi aku berharap bukan dengan dia. Mukanya songong banget, dari awal ketemu dah gak respek, kata-katanya cenderung kaya emak-emak rumpi, duh! Amit-amit, jangan sampai aku dapat jodoh lelaki seperti itu. Alena terlihat geli sambil mengetuk-ngetuk kepalanya dan bangku yang didudukinya dengan jari-jarinya
"Kalau suatu saat dia berhasil ajak kamu ngobrol, tanggapi saja baik-baik. Aku tahu dia licik. Sepertinya ada niat tersembunyi hingga tiba-tiba saja perhatian sama kamu." kata Alex dengan suara pelan.
"Oke, walaupun aku enggak bisa janji bisa nanggapi dia baik-baik atau enggak." kata Alena yang sudah mengerti maksud perkataan Alex.
"Sip. Aku yakin kamu bisa." Alex berdiri dari duduknya.
"Awas kena guna-guna tuh cowok!" lanjut Alex dengan senyum gelinya.
"Enggak mempan ke aku!" seru Alena ikut berdiri sambil menepuk pundak kakaknya.
"Sudah ah! Mau ke ruangan dulu, takut kena marah staf yang lain!" lanjut Alena sambil berlalu dari hadapan Alex, dan Alex segera balik badan untuk kembali ke ruangannya, dan bersamaan dengan itu ia melihat Dito yang beringsut untuk bersembunyi, tetapi tangkapan mata Alex lebih cepat dari yang Dito perkirakan.
...****************...
__ADS_1
Selamat membaca, jangan lupa like dan komennya yaa 🥰