Dokter & Petani

Dokter & Petani
Meminta ijin


__ADS_3

Edo telah di kembali ke markas bersama Indra dan Sabda, ia langsung menemui Jagat untuk meminta maaf karena perbuatannya.


"Bang, saya minta maaf karena telah melakukan pekerjaan yang dilarang dalam kelompok kita ini." Kata Edo di hadapan Jaagat dengan penuh penyesalan.


"Apa pendapatan yang kamu dapat dariku masih kurang sampai kamu mau menerima pekerjaan hina seperti itu?!" tanya Jagat halus tapi tegas.


"Saya hanya membantu saudara saya bang, dia yang menerima pekerjaan itu karena butuh uang yang sangat mendesak, tadinya saya menolak untuk menolongnya, tetapi dia terus memaksa saya akhirnya saya mau menolongnya, tetapi ceobohnya saya karena saya memakai motor yang ada simbol kelompok kita, hingga berakhir seperti ini." Cerita Edo penuh sesal.


"Kalau saudara kamu butuh pekerjaan kenapa tidak kamu ajak kemari? Lalu apa yang akan dia kerjakan selanjutnya sebagai penyambung hidupnya? Apa dia tidak kasihan dengan ibunya yang dia kasih makan dengan cara seperti itu?!" perkataan Jagat begitu bijaksana menasihati Edo.


"Kamu tahu konsekuensi yang harus kita tanggung bila kamu tidak ditemukan? Taruhannya markas kita ini akan di ratakan oleh orang yang keluarganya kamu celakai itu, kalau tempat ini diratakan, kita harus memulai dari nol lagi, dan itu berarti mengurangi jatah anak-anak dan manula yang kita tanggung hidupnya selama ini, apa kamu tidak kasihan dengan mereka?" Perkataan Jagat yang halus walau sedang marah begitu menyentuh para bawahannya.


Walaupun kebanyakan orang yang tahu pekerjaan dari kelompok mereka bukan pekerjaan baik-baik tetapi yang Jagat berikan kepada orang-orang yang membutuhkan adalah uang dari hasil usaha bersih Jagat, bukan hasil yang di dapat dari pekerjaannya di dunia gelap.


"Saya benar-benar menyesal bang, saya siap menghadapi konsekuensinya, saya siap meminta maaf lansung terhadap orang yang telah kami celakai bahkan saya sudah siap apapun yang mau mereka lakukan terhadap saya." pasrah Edo.


***


Keesokan harinya di Ale's Farm, Alex membawa Kyra menikmati sejuknya udara pegunungan. Dibawanya Kyra dengan kursi rodanya dan tentunya ditemani juga oleh Teguh, pemuda yang Alex tugaskan menjaga Kyra.


"Mas, aku ingin makan bubur di kedai bu Tati boleh? Aku rindu makanan di sana." pinta Kyra di sela menikmati indahnya panorama.


"Boleh, aku juga ingin makan makanan dari sana." Kata Alex seperti sehati dengan Kyra

__ADS_1


"Apa tidak apa kalau kamu mendorongku dengan kursi roda seperti ini mas? Bagaimana nanti kalau penduduk banyak bertanya-tanya tentang kondisiku yang seperti ini dan juga bagaimana kalau mereka curiga tentang kita mas?" tanya Kyra menghawatirkan tentang tanggapan orang-orang nantinya.


"Biarkan saja sayang, bila mereka memang ingin tahu, kita jawab saja apa adanya. Aku ingin menikmati momen seperti ini, aku ingin menunjukkan kepada dunia bahwa beruntungnya aku mempunyai seorang istri seperti kamu." kata Alex membuat Kyra tersipu tetapi juga sangat bangga juga. Teguh yang mendengar interaksi atasannya itu pun hanya bisa senyum di kulum, betapa kelak ia ingin seperti itu dengan pasangannya.


"Di sini aku mengalami insiden tempo hari mas." Cerita Kyra saat melintasi jalan tempat ia di buat jatuh oleh orang tak di kenal.


Jalanan yang sangat kasar pinggirnya karena belum lama dibangun proyek perbaikan saluran irigasi, sehingga tak ayal bila luka parut di tubuh Kyra begitu dalam di beberapa tempat, dan saluran irigasi itu pun agak dalam namun agak lebar juga, hingga saat Kyra jatuh terpelanting dan bergulung langsung masuk ke saluran yang belum lama selesai dikerjakan.


"Kamu tidak trauma sayang?" tanya Alex agak khawatir dan mendorong kursi roda agak cepat.


"Mungkin ada mas, tapi cuma sedikit karena aku seorang dokter jadi aku sudah terbiasa mengontrol ketakutanku sendiri." jelas Kyra yang membuat hati Alex sedikit lega. Alex berhenti, dihirupnya udara sejuk pagi itu dalam-dalam.


"Maaf pak Alex, kalau anda lelah biar saya gantikan mendorong." kata Teguh meminta ijin.


"Teguh, tolong dorong kursi roda, aku ingin suamiku jalan disampingku, bukan di belakangku." pinta Kyra, dan mau tak mau Alex menuruti perkataan istrinya. Dan di saat seperti itu Kyra merasa begitu bangga dan bahagia memiliki suami seperti Alex.


Tak berapa lama mereka telah sampai di kedai ibu Tati, di sana telah antri beberapa pelanggan, lalu merekapun menanyakan kabar dan kondisi Kyra. Penduduk sudah banyak yang tahu kalau dokter di faskes mereka sedang sakit karena ulah orang yang berniat jahat kepadanya.


Orang yang menolong Kyra yang bercerita semuanya, dan semakin menyebar dari mulut ke mulut, dari situlah mereka tahu semua.


Saat Kyra yang dijaga oleh Teguh di kerumuni ibu-ibu yang ingin tahu tentang kondisi Kyra, Alex memesan menu sarapan kesukaan mereka berdua, lalu Alex pun menanyakan pada Teguh mau sarapan apa, setelah menu yang Alex pesan telah siap, ia meminta maaf pada ibu-ibu warga agar memberi kesempatan Kyra untuk sarapan dahulu, dan para ibu-ibu itupun membubarkan diri melanjutkan aktifitas yang tertunda.


Saat Alex, Kyra dan Teguh hendak berlalu.dari kedai bu Tati, nampak Laras dengan pandangan sinisnya pada Kyra sambil berjalan hendak masuk kedai.

__ADS_1


"Alex dan Kyra menatap tajam pada Laras, tidak ada satu patah katapun yang keluar dari mulut suami istri itu dan mereka langsung meninggalkan tempat itu.


Tetapi nampaknya tatapan tajam mereka berhasil mengintimidasi Laras, walaupun tak ada ucapan yang terlontar satu katapun dari Kyra maupun Alex, tetapi ia merasa kalau mereka sudah tahu kalau Laraslah orang yang menginginkan Kyra celaka.


Laras tiba-tiba berkeringat dingin, ia tidak bisa membayangkan akan semakin di benci oleh Agus, karena dari tatapannya saja sudah terlihat kalau sikap Agus tak lagi bersahabat. Laras tidak jadi membeli makanan, dengan ketakutan ia langsung berbalik dan membawa motornya pergi dari tempat itu.


***


Kyra meminta ijin Alex untuk mulai masuk faskes lagi, ia merasa lebih baik walaupun badan masih agak ngilu-ngilu dan luka-luka parut yang mulai mengering. Tetapi Alex belum memperbolehkan Kyra masuk, karena merasa kalau Kyra belum sepenuhnya sehat.


Tetapi Kyra pun terus memohon untuk diijinkan masuk kerja, karena sudah agak lama ia tidak masuk, walaupun ia masih diperbolehkan tidak masuk, tetapi demi tanggung jawab yang ia emban ia harus secepatnya masuk kembali.


Mendengar alasan Kyra yang masuk akal, akhirnya Alex pun memberikan ijinnya kepada Kyra, tapi tetap harus dengan pantauan Teguh. Dan dengan berat hati Kyra menerima persyaratan dari suaminya, daripada ia tidak diperbolehkan peegi.


Kyra hanya kasihan pada Teguh bila seharian hanya monoton diam menunggui dia sampai selesai bekerja. Tetapi nampaknya itu tidak jadi masalah buat Teguh, karena itu sudah menjadi tugasnya, dan Teguh pun sudah melewati masa pelatihan yang melelahkan, sehingga kalau hanya seharian menunggui Kyra sudah bukan masalah baginya.


Sampai Kyra benar-benar pulih, Alex belum masuk kantor daddynya lagi, dan daddy pun memaklumi keinginan anak lelakinya itu, sebagai kesibukannya ia kembali beraktifitas di perkebunan.


...****************...


Happy reading readers tercinta semua.


Ditunggu selalu Like, komen, vote and giftnya yaaa... 🥰

__ADS_1


__ADS_2