Dokter & Petani

Dokter & Petani
Flashback


__ADS_3

Kyra menceritakan kegundahan hatinya, karena saat itu Freya melihat wajah sendu Kyra saat bercerita tentang Agus.


Ra? Are you okey? Tanya Freya melihat perubahan air muka juga intonasi suara Kyra.


“Jangan khawatir say, aku baik-baik saja kok sekarang, tapi aku tidak tahu untuk besok.” Kyra merasa ada baiknya ia tidak menyembunyikan masalah yang ia hadapi saat ini kepada para sahabatnya.


“Maksud perkataan kamu apa Ra?” tanya Elok terlihat khawatir.


“Tolong jangan tertawakan kisah hidupku bila aku berbicara sama kamu semua.” Air muka Kyra terlihat begitu sedih.


“Kita sudah bagaikan saudara, ya mungkin di luar sana ada yang tega menertawakan permasalahan yang di alami saudara kandung sendiri, tapi di sini aku, Freya tidak akan pernah menertawakan kamu dengan segala permasalahan kamu.” Terlihat pancaran tulus dalam tatapan Freya, begitupun Ratna dan Elok.


“Apa yang kalian rasakan jika berada di posisiku? Aku sedang bahagia-bahagianya dengan orang yang sangat aku sayang dan aku cintai, begitu juga sebaliknya, tapi tiba-tiba kamu harus meninggalkan kebahagiaan itu?” Kyra memulai cerita dengan sebuah pertanyaan untuk para sahabatnya.


“Maaf aku tanya, memang kenapa kalian harus meninggalkan satu sama lain?” tanya Ratna penasaran.


“Bukan meninggalkan satu sama lain, hanya aku yang akan meninggalkannya, karena aku telah di jodohkan dengan lelaki pilihan orang tuaku, mereka seolah tak percaya lagi dengan pilihanku sendiri.” Jelas Kyra.


Dan terlihat ketiga sahabatnya terbelalak tak percaya akan penjelasan Kyra.


“Serius Ra?!” Seru Ratna tidak percaya


“Kapan aku pernah bohong dengan kalian?” tanya Kyra sambil mengedarkan pandangannya kepada para sahabatnya.


“Kami percaya Ra.” Kata Elok.


“Lalu apakah mas Agus sudah tahu tentang ini? Kini Freya yang bertanya.


“Belum, makanya tadi pagi saat kejadian yang kalian lihat, aku meminta waktu buat bertemu secepatnya, aku ingin jujur karena aku tak mau mas Agus berharap pada hal yang tidak mungkin.” Terlihat mata Kyra berkaca-kaca saat bercerita.


“Tak bisakah kamu bernegosiasi dengan mama papa kamu Ra? Mungkin mereka akan melunak dan membebaskanmu untuk memilih pasangan hidup kamu.” Saran Ratna.

__ADS_1


“Tak ada negosiasi lagi Na, itu sudah mutlak. Aku tak bisa menolak karena aku juga tak mau dikatakan anak durhaka. Mama papa selalu menggunakan kata durhaka setiap aku mendebat mereka.


Entah kenapa kali ini papa mama begitu kukuh hendak menjodohkan aku dengan pilihan mereka, dan aku rasa orang tua aku orang yang paling tega sedunia, masak menjodohkan aku dengan cowok yang enggak banget sih.” Perkataan Kyra yang terakhir mengundang rasa penasaran ketiga sahabatnya.


“Enggak banget bagaimana maksud kamu Ra?” tanya Freya dengan muka penasarannya.


“Mending aku nikah sama petani daripada sama cowok yang dijodohkan padaku, ya misal orang tua aku memilih suami untuk aku karena dia kaya, tapi enggak seperti itu juga kali kan teman-teman.” Perkataan Kyra tidak menjawab pertanyaan yang Freya ajukan justru membuat semakin bingung para sahabat.


“Cerita yang jelas jangan Cuma enggak begitu enggak begitu terus, kita juga enggak sampai mikirnya!” sahut Ratna sewot, sementara Elok dan Freya hanya menghela nafas.


Kyra yang semula sendu kini malah terlihat geli dengan ekspresi para sahabatnya.


“Hati-hati berkata-kata Ra, nanti Tuhan jawab perkataanmu lalu kamu dapat suami petani beneran bagaiman?” Kata Ratna seperti menakuti Kyra agar tak sembarangan bicara.


“Apa salahnya dengan petani? Yang penting mendapat hasil dengan cara halal biarpun harus kerja kasar aku enggak masalah kok, petani kalau sudah sukses juga akan jadi bos, kalian enggak lupa kan mas Agus siapa?” Kyra menutup pembelaannya dengan sebuah pertanyaan sambil mengedarkan pandangannya kepada ketiga sahabatnya.


Dan mereka pun hanya mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti atas penjelasan Kyra.


“Ini, coba kalian lihat, apa tanggapan kalian mengenai gambar ini?” tanya Kyra sambil menyodorkan ponselnya ke hadapan sahabatnya setelah menemukan gambar yang dicarinya.


“Gila! Pasangan estetik! Orang mana ini Ra?!” Ratna berseru tanpa bisa mengontrol ekspresinya. Sementara Elok dan Freya hanya menatap Kyra penuh tanya.


“Coba perhatikan dengan saksama!” Kata Kyra menyuruh para sahabat lebih memperhatikan foto yang diperlihatkannya. Tetapi nihil, beberapa waktu mereka mencoba mengenali orang dalam foto tersebut tetap tak mendapat jawaban.


“Kalian percaya tidak kalau gadis yang ada di foto ini adalah seorang Kyra Queensha?” Tanya Kyra sambil mengedarkan pandangannya kepada ketiga orang di depannya, terlihat mereka menggeleng.


“Itu kamu Ra?” tanya Elok


“Ya, betul sekali Elok sayang.” Jawaban Kyra membuat ketiga sahabatnya terlonjak dengan keterkejutannya.


“Demi apa itu kamu Ra?!” seru Ratna.

__ADS_1


“Lalu kenapa kamu bisa berpenampilan seperti itu?” Tanya Freya 


 “Aku kan tidak mau dijodohkan, ya bagaimana caranya biar itu cowok enggak mau sama aku,  tapi tetap saja orang tua kukuh pada perjodohan, egois banget kan orang tua aku?” keluh Kyra hanya bisa pasrah.


“Kamu mau sama cowok model begitu?” Tanya Ratna.


“Ya mau tak mau Na, tapi aku merasa dia juga tak mau dijodohkan sama aku, karena pas ketemu aku di toilet bicaranya lancar banget waktu marah-marah gara-gara aku jalan tidak perhatikan jalan lalu menabrak dia, tapi saat ketemu orang tua kami dia berlagak sok gagap.” Kyra mengutarakan opininya.


“Bisa jadi Ra, jangan-jangan dia aslinya juga cakep, tapi menyamar jelek juga kaya kamu.” Freya menanggapi.


“Bisa jadi, tapi tetap mas Agus nomor satu di hati.” Kyra kembali berucap sendu kala teringat Agus kembali.


“Sabar ya Ra, kita tidak bisa bantu kamu keluar dari masalah kamu ini, tapi andaikan benar lelaki pilihan orang tua kamu itu menyamar, semoga dia pasangan yang serasi buat kamu, dan semoga ke depannya kalian akan bahagia walau berawal dari perjodohan.” Elok membesarkan hati Kyra agar tak terlalu terbebani dengan perjodohannya apalagi dengan lelaki yang sangat jauh dari kriteria pilihannya.


“Aamiin. Biar bagaimanapun aku berharap pernikahanku hanya sekali seumur hidupku walau bukan dengan lelaki yang aku cintai dan mencintaiku.” Kembali Kyra hanya bisa pasrah.


“Kamu orang baik, tentunya akan diberikan jodoh orang baik juga oleh Tuhan, yakin itu ya say.” Freya pun membesarkan hati Kyra.


“Terima kasih, ya sayangku semua, aku tidak tahu bagaimana kalau tidak ada kalian, sekarang aku lebih berani untuk jujur sama mas Agus, semoga dia mengerti. Karena aku hanya ingin berbakti dengan orang tuaku.” Kyra berhambur ke pelukan para sahabatnya setelah mengatakan kalau beban hatinya lebih ringan.


Dan para sahabat Kyra pun memeluk gadis itu begitu erat karena rasa empati mereka yang sangat kuat akan beban yang harus Kyra tanggung.


...****************...


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2